(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Biodiversity Heritage Library | Children's Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "Tabloid Reformata Edisi 121 Desember 2009"

r. 



Edisi 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 
Harga Eceran: Jabodetabek Rp 6.750,- Luar Jabodetabek Rp 7.000,- 




ORMATA 

menyuarakan kebenaran dan keadilan 



@3tftuQsng®s@a 



O W TTfl 




'DgjtettuEGb 



G e ra Kar i , 
KerrTanTi^iaarT 





I eluruskan Fakta 

Tragedi HKBP Bekasi 

>pro Web ■% 



5*Hftj.7 *«»«y 



SML 



Terima Kasih atas dukungan dan d 
Hingga kembalinya rombongai 



iXfc 



«Jj! 




' - Pdt. Kiki Sadrach yang pada tangi 
- Pdt. Andreas Melkisedek yang 
Dan - Pdt. Samuel Kusuma yang 
Telah Kembali dengan sukses 



CAIRO-hWHnD-PETRA 1 2 DAYS 

1 5 Nw-26Nov2010(Devmte) 



&W 




\W 



Acara Khusus 

'V Doa Malam di Taman Getsemani - P 

rtgarkan program KNSIGHT by Tal 



Q@°f0 ajaran 
m~mmmm 

E6IiE]lHD000DQD°28aajBaMCL 

CAIRO- HOLYLAND 1 1 DAYS 

02 Oa- n Oa 20 1 o ( DEViNmi ) 

WrTHPDT.ANCEUNAAMEUA < Z^jT ~ 

HOLY1AND-EUROPE16DAYS 4 ^r 

2 3 SEOT-08 SEPT201 0( DEVINm) p Jyi C* ' ^IiU/U2UT^jiihSf^ 

'p*^P Dapatkan Gratis 
Voucher" 






SiinterP ar ;rt A9un » Abadi 







;i 

■ ! 


IHlITU 


R 1! 


■■■■ 


■■ 


DARI REDAKSI 


2 


SURAT PEMBACA 


2 


LAPORAN UTAMA 


3-7 


Kronologis Penusukan 




di HKBP Ciketing 




BINCANG BINCANG 


8 


Saor Siagian: Jangan 




Putar Balik Fakta 




BANG REPOT 


8 


GEREJA DAN MASYARAKAT 10 


Awana Indonesia, Yayasan 




Pelayanan Anak 




KREDO 


11 


Manajemen Keuangan Keluarga 


KONSULTASI HUKUM 


14 


Tidak Gampang 




Putuskan Perceraian 




HIKAYAT 


14 


Gereja 




KONSULTASI TEOLOGI 


15 


Menolong Teman yang 




Krisis Iman 




GARAM BISNIS 


15 


Negeri Ekor 




SENGGANG 


16 


Glenn Fredly: Untuk 




Indonesia dan Kemanusiaan 


MUDA BERPRESTASI 


17 


Stefanus Lie: Ukir Prestasi 




di Olimpiade Matematika 




EDITORIAL 


18 


Pencitraan Itu Palsu 




MANAJEMEN KITA 


19 


Etika Kristen 




GALERI CD 


19 


Nada Ceria Pergumulan 




PROFIL 


20 


Herman Wutun: Pensil 




di Tangan Tuhan 




KONSULTASI KESEHATAN 21 


Perkaya Protein Mie Instan 




KEPEMIMPINAN 


21 


Pemimpin Kristen: 




Otoritas bukan Otoriter 




LIPUTAN 22-23 


RESENSI BUKU 


25 


Waktunya Anda Bangkit 




UNGKAPAN HATI 


26 


Imelda Wigoena: 




Pengalaman Mengenal Tuhan 


SUARA PINGGIRAN 


26 


Sering Puasa Karena 




Tidak Punya Uang 




KHOTBAH POPULER 


27 


Doa dalam Gelimang Dosa 




BACA GALI ALKITAB 


27 


MATA HATI 


28 


Mengkritisi yang Diurapi 




KONSULTASI KELUARGA 


i 29 


Suami Khianati Istri 




JEJAK 


29 


Robert Mc.Cheyne: Teolog 




Produktif Kaya Talenta 






i 




SYALOM. Selamat bertemu dalam 
tabloid kesayangan kita pada 
edisinya yang ke-132 ini. 
Saudara terkasih, dalam beberapa 
bulan terakhir, konsentrasi dan kepri- 
hatinan kita seolah tersedot ke HKBP 
Pondok Timur Indah di Bekasi. Pasaln- 
ya, saudara kita umat HKBP setempat 
yang sebenarnya sudah belasan tahun 
beribadah di sana, tiba-tiba dipaksa 
menutup rumah ibadah yang selama 
ini dijadikan tempat berbakti. Bukan 
kejadian baru, sebab yang namanya 
aksi penutupan tempat ibadah secara 
sepihak dan sewenang-wenang seolah 
sudah "lazim" terjadi di negeri ini. 
Kaum minoritaslah yang kerap men- 
jadi korban ketidakadilan ini. 

HKBP Pondok Timur Indah mengusik 
nurani sebab kekejaman dan kekejian 
tersaji di sini. Ratusan warga negara 
yang hendak melakukan hak dan kewa- 
jibannya yang paling asasi harus ber- 
hadapan dengan sekelompok manusia 
yang sulit menerima kenyataan bahwa 
negeri ini milik semua warga negara. 
Sulit terhapus dari memori bagaima- 
na umat yang hendak melakukan 
ibadah di lahan kosong milik mereka 
sendiri, harus menerima perlakuan 
yang sulit diterima akal sehat. Dunia 



Selamat Menjalankan Ibadah 
dengan Tenang 



mengetahui bahwa pada Minggu 12 
September 2010, terjadi penusukan 
terhadap seorang sintua (penatua 
atau anggota majelis gereja HKBP) 
saat berjalan bersama jemaat menuju 
lokasi ibadah. Sang penatua terkapar 
bersimbah darah dan dalam keadaan 
sekarat dilarikan ke rumah sakit. Ada- 
lah Pdt. Luspida Simanjuntak, seorang 
ibu, yang dengan sigap membawa 
rekannya itu naik sepeda motor menu- 
ju rumah sakit terdekat. Malang tak 
dapat ditolak. Para penyerang yang 
sudah gelap mata dan pikiran itu tetap 
mengejar dan menghantam kepala 
sang pendeta dengan balok. 

Aksi protes dan keprihatinan mere- 
bak di mana-mana atas peristiwa 
yang sangat memilukan itu. Presiden 
menghimbau agar kasus itu segera 
diselesaikan dengan damai. Tokoh-to- 
koh agama menyerukan agar kasus itu 
diusut tuntas dan menyeret pelakunya 
ke muka hukum. Eloknya, meski sudah 
sedemikian rupa derita yang menimpa 
kaum yang tidak bersalah itu, para 
pelaku dan pendukungnya bergeming. 
Suara-suara penolakan atas kehadiran 
gereja di tempat itu tetap bergaung 
nyaring, segarang wajah-wajah yang 
memekikkannya. 

Pemerintah daerah setempat yang 




Surat Pembaca 



Surat Terbuka untuk 
Presiden RI 

Dengan hormat 

Bapak Presiden RI 

Perkenankan saya menyampaikan 
hal-hal sebagai berikut: 

1. Seandainya peristiwa 
penganiayaan terhadap pendeta 
dan jemaat HKBP Ciketing tanggal 
12-09-2010 ada hubungannya 
dengan kejadian gangguan 
beribadah yang dialami jemaat 
sebelumnya, serta penolakan 
pendirian gedung gereja HKBP 
di Ciketing, maka sesuai Amanat 
Agung Tuhan Yesus Kristus orang 
Kristen akan memaafkan para 
pelaku dan berdoa agar Tuhan 
Yesus mengampuni mereka karena 
mereka tidak tahu apa yang mereka 
perbuat. 

2. Kami juga tidak menginginkan 
pemerintah, dalam hal ini Kepolisian 
Republik Indonesia bersusah 
payah melakukan pencarian atau 
penangkapan para pelaku, apalagi 
harus dihukum. 

3. Yang kami kehendaki adalah 
kebebasan mendirikan tempat 
ibadah dengan biaya sepenuhnya 
dari jemaat tanpa menyentuh 
anggaran negara. 

4. Biarkan kami beribadah dan 
menyembah Tuhan Pencipta Langit 
dan Bumi yang telah menyatakan 
Diri-Nya melalui firman-Nya yang 
telah menjadi manusia Yesus Kristus. 
Bahwa Yesus itu akan datang 
kembali sebagai Penguasa dan 
Hakim yang Adil, itulah sebabnya 
kami beribadah dan berdoa dalam 
Nama-Nya. 

Demikianlah Bapak Presiden, 
kiranya Bapak berkenan 
mendengarkan permohonan kami. 
Terimakasih atas perhatiannya, 
Tuhan memberkati. 
Hormat saya. 
M. Jusuf 
Jakarta Timur 

Sulit dipercaya 



DERITA jemaat HKBP Pondok 
Timur Indah di Desa Ciketing, Beka- 
si sangat menusuk nurani. Sebagai 
manusia kami sungguh tidak habis 
pikir dan sulit menerima kenyataan 
bahwa orang-orang yang hendak 
ber-ibadah mesti mendapatkan 
perlakuan yang sangat tidak ma- 
nusiawi. Sulit kami mem-bayangkan 
kejadian sadis seperti itu kok masih 
terjadi di negeri yang sudah maju, 
baik peradaban maupun keag- 
amaannya. 

Semula hati tidak percaya memb- 
aca berita tentang ditu-suknya an- 
ggota majelis gereja yang hendak 
beribadah. Makin tidak percaya lagi 
bahwa pendeta yang juga seorang 
ibu yang hendak menolong jemaat- 
nya itu justru mendapatkan pukulan 
di bagian kepala. 

Kami tidak bisa membayangkan 
manusia seperti apa pelaku yang 
begitu tega melakukan per-bua- 
tan yang sangat keji dan hanya 
mungkin dilakukan bangsa manu- 
sia yang masih primitif. Sekalipun 
demikian, kami sangat bangga 
bahwa tidak ada aksi pembalasan 
dari jemaat. Memang pembala- 
san itu hanya akan datang dari 
Tuhan. 

Hanya saja, kepada aparat dan 
pemerintah kami mohon untuk 
segera turun tangan dengan te- 
gas mencari dan menindak para 
pelaku sesuai prosedur hukum 
yang berlaku, sehingga dengan 
demikian tidak ada lagi warga 
yang berani berlaku semena-me- 
na terhadap warga minoritas. 
Ingat, negeri ini milik bersama. 
Diperjuangkan kemerdekaaanya 
bersama-sama baik oleh umat 
muslim dan kristen dan umat 
beragama lain yang hidup di Bumi 
Pertiwi ini sejak masa silam. Ti- 
dak ada istilah kaum pendatang 
di negeri ini, semua lahir sebagai 
warga pribumi. 

Kiranya Tuhan Yesus member- 
ikan kekuatan dan kemenangan 
bagi jemaat HKBP Pondok Timur 



mestinya sejak dulu menerbitkan 
surat ijin bagi warga jemaat, mel- 
ontarkan beberapa opsi bagi jemaat 
HKBP Pondok Timur. Salah satunya 
adalah memberikan tempat ibadah 
sementara di sebuah gedung yang lo- 
kasinya cukup jauh dari tempat ibadah 
yang jadi sengketa. Gedung ini boleh 
digunakan sementara menunggu sele- 
sainya dibangun gereja permanen di 
sebuah lokasi yang juga lumayan jauh 
dari tempat pertama. 

Tiada pilihan lain bagi jemaat selain 
menerima tawaran tersebut. Akhirnya, 
Minggu, 26 September 2010, ibadah 
perdana dilakukan di gedung bekas 
Organisasi Pemenangan Pemilu (OPP) 
di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur. 
Para jemaat datang ke lokasi kebak- 
tian diangkut menggunakan dua bus 
milik pemerintah daerah. 

Diterimanya opsi tersebut oleh war- 
ga HKBP Pondok Timur bukan berarti 
masalah sudah selesai. Bila nanti da- 
lam dua-tiga tahun mendatang gereja 
yang permanen sudah selesai diban- 
gun dan digunakan, apakah umat bisa 
menggunakannya selamanya tanpa 
ada pengusikan lagi? Sekarang lokasi 
calon gereja permanen itu mungkin 
masih sepi penduduk, tapi jika lima 
atau sepuluh tahun lokasi itu ramai 



yang tertindas, dan anggaplah 
ini cobaan dari Tuhan agar ka- 
lian senantiasa mendahulukan 
perilaku yang mengagungkan 
Tuhan, menghasihi sesama dan 
menjad berkat di mana pun Anda 
berada. 

Setia Harapan 

Jakarta 

HKBP Ciketing, sewa atau 
beli lahan di PT Timah Bekasi? 

KAMI tertarik mengomentari opsi 
yang diberikan pemerintah bagi 
HKBP Pondok Timur Indah Ciketing 
yang tergusur dari tempat ibadah 
milik mereka sendiri. Sebagaimana 
kami baca di media-media cetak 
maupun elektronik, pemerintah 
setempat antara lain memberikan 
tiga opsi (pilihan) bagi HKBP men- 
yangkut tempat mereka beribadah 
setelah warga setempat menya- 
takan penolakannya. 

Salah satu opsi itu adalah mem- 
berikan ijin mendirikan bangunan 
(IMB) bagi HKBP Pondok Timur In- 
dah untuk mendirikan gedung ge- 
reja di lahan PT Timah. Tentu saja 
opsi ini sangat tepat sebetulnya, 
dan selayaknya diterima saja oleh 
HKBP. Namun harus benar-benar 
diperhatikan, apakah tanah untuk 
membangun gereja itu bisa dibeli 
oleh HKBP atau hanya sistem sewa? 
HKBP Ciketing harus membeli putus 
lahan tersebut, sebab jika hanya 
sewa, bisa saja ini juga merupakan 
akal bulus dari pihak-pihak yang 
tidak bertanggung jawab. 

Apabila HKBP hanya menyewa 
lahan itu, bisa saja perusahaan 
itu (PT Timah) dengan dalih ma- 
cam-macam suatu ketika tiba-tiba 
menyatakan mengakhiri masa 
sewa, yang artinya HKBP harus 
hengkang. Jika sudah begini, HKBP 
akan kembali terkatung-katung 
dan diperkirakan makin sulit lagi 
mendapatkan lahan atau lokasi 
untuk melangsungkan peribadatan. 

Semoga surat ini menjadi suatu 
peringatan bagi pihak HKBP agar 
cermat dan cerdik dalam bernego- 
siasi. Selamat berjuang dan Tuhan 



penduduk dan merasa terganggu, 
lalu minta ditutup apakah pemerintah 
berdaya mempertahankannya? Toh 
sudah beberapa kali terjadi, di mana 
pemerintah setempat menganulir 
atau mencabut lagi IMB gereja hanya 
gara-gara ada desakan dari kelompok 
tertentu. Bahkan setelah pihak gereja 
memenangkan perkara di pengadilan 
pun aparat dan pemerintah tidak 
mampu mengamankan produk hukum 
itu, sebab pembangunan gereja yang 
sempat terhenti tidak bisa dilanjutkan, 
karena "permintaan'' oknum-oknum 
tertentu. 

Maka, sebenarnya langkah yang 
diperlukan untuk menjaga keutuhan 
bangsa dan negara ini dalam ke- 
binekaannya adalah dengan men- 
gamalkan dan mengamankan Pancas- 
ila dan UUD 45 di mana setiap warga 
negara berhak beribadah di mana pun 
di negeri ini. Ketegasan serta keber- 
anian pemerintah dan perangkatnya 
tentu mutlak diperlukan untuk mere- 
dam kelompok-kelompok yang ingin 
memaksakan kehendaknya. 

Ingat, negeri ini milik semua warga 
negara dari Sabang sampai Merauke. 
Kemerdekaannya diperjuangkan oleh 
semua komponen bangsa. Maka tugas 
kita semua untuk menjaga keutuhan 
bangsa lewat semangat persaudaraan, 
toleransi dan kasih sebagaimana 
diajarkan agama masing-masing. ♦ 



Yesus meridhoi perjuangan kalian 
semua. 

Paul Sitepu 

Medan 

Ingat Tragedi Kampus SETIA 

MASIH segar dalam ingatan 
tragedi Kampus Sekolah Tinggi 
Teologi Injili Arastamar atau sering 
disingkat SETIA yang berlokasi di 
Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dua 
tahun silam, kampus dan asrama 
yang sudah berdiri di sana lebih 
sepuluh tahun itu pun akhirnya 
terusir karena dituding meresahkan 
warga, menyalahi peruntukan dan 
sebagainya. 

Dalam kaitannya dengan HKBP 
Ciketing, saya juga khawatir bila 
nanti sudah berdiri gereja di lokasi 
yang masih sepi, belum banyak 
perumahan warga. Tetapi apabila 
nanti rumah-rumah sudah banyak, 
dan warga sudah ramai, saya 
khawatir warga yang merupakan 
pendatang baru malah mencari-cari 
alasan lagi agar gereja itu ditutup, 
semisal keberadaannya meresah- 
kan dan mengganggu warga. 

Kiranya fenomena-fenomena pe- 
nutupan tempat ibadah ini menjadi 
pelajaran bagi warga gereja dan 
pemerintah agar tidak mau tun- 
duk dengan desakan massa yang 
akhirnya me-ngorbankan peraturan 
dan perundang-undangan. Konsti- 
tusi harus menjadi rujukan bagi ke- 
hidupan berbangsa dan ber-negara 
agartercipta kehidupan yang damai 
dan harmonis. 

Ebenezer S. 

Jakarta Utara 



iRE/ORMATA 

^r menyuarakan keijensran 11311 keadilan 



1 - 31 Oktober 2010 



Penerbit: YAPAMA Pemimpin Umum: Bigman Sirait Wakil Pemimpin Umum: Greta Mulyati Dewan Redaksi: Victor Silaen, Harry Puspito, Paul Makugoru Pemimpin Redaksi: Paul 
Makugoru Staf Redaksi: Stevie Agas, Jenda Munthe Editor: Hans P.Tan Sekretaris Redaksi: Lidya Wattimena Litbang: Slamet Wiyono Desain dan Ilustrasi: Dimas Ariandri K. 
Kontributor: Harry Puspito, AnAn Sylviana, dr. Stephanie Pangau, Pdt. Robert Siahaan, Ardo Iklan: Greta Mulyati Sirkulasi: Sugihono Keuangan: Distribusi: Panji Agen & Langganan: 
Inda Alamat: Jl.Salemba Raya No.24 A- B Jakarta Pusat 10430 Telp. Redaksi: (021) 3924229 (hunting) Faks: (021) 3924231 E-mail: redaksi@reformata.com, usaha@reformata.com 
Website: www.reformata.com, Rekening Bank:CIMBNiaga Cab. Jatinegara a.n. Reformata, Acc:296-01. 001 79.00.2, BCACab. Sunter a.n. YAPAMA Acc: 4193025016 (KIRIMKAN 
SARAN, KOMENTAR, KRITIK ANDA MELALUI EMAIL REFORMATA) ( Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan) ( Untuk Kalangan Sendiri) (KLIK WEBSITE KAMI: www.reformata.com) 



REFORMATA 



|ire/ormata| 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



Laporan Utama 3 



Tragedi HKBP 

12 September 2010 



PENUSUKAN terhadap Hasian Si- 
hombing, anggota Majelis Jemaat 
HKBP Pondok Timur, Ciketing, 
Bekasi sangatlah memprihatinkan. 
Memprihatinkan karena berlatar 
belakang agama yang seharusnya 
menjadi pusat perteduhan dan 
kasih sayang. 

HARI Minggu, 12 September 2010, 
boleh dibilang, lengkap sudah kepahi- 
tan perjuangan jemaat Huria Kristen 
Batak Protestan Pondok Timur Indah 
(HKBP-PTI) dalam upaya mewu- 
judkan hak dan kebebasan mereka 
mendapatkan tempat beribadah. 
Seorang anggota Majelis HKBP- 
PTI, Sintua Hasian Lum-buntoruan 
Sihombing, mendapat tusukan 
benda tajam di bagian perutnya 
yang dilakukan oleh orang yang 
tak dikenal. 

Hanya seketika kejadian yang 
terjadi di jalan Ciketing Asem, 
Mustika Jaya, Kota Bekasi, sekitar 
pukul 08.30 WIB ini. Darah pun 
berlumuran di sekujur majelis je- 
maat yang telah sekian lama setia 
membantu tugas pendeta dalam 
ibadah, termasuk untuk mem-per- 
juangkan kebenaran menda-patkan 
rumah ibadah dan kebebasan 
beribadah bagi jemaat KBP-PTI. 
Melihat tubuh bersimbah darah itu 
itu, air mata kepedihan pun men- 
galir dari bola mata ratusan jemaat 
yang ikut menyaksikan peristiwa 
mengenaskan itu. Meski ada sekian 
banyak jemaat HKBP-PTI di tempat 
kejadian, mereka toh tidak bisa 
berbuat apa-apa, karena memang, 
kejadiannya berlangsung mendadak 
dan cepat. Situasi yang mereka 



alami mendadak berubah jadi kalut 
sekaligus terkejut bukan kepalang. 

Seperti dituturkan salah seorang 
anggota jemaat HKBP-PTI yang tak 
mau disebutkan namanya kepada 
Reformata, Minggu, 12 September 
2010, kejadian itu berlangsung 
pada saat jemaat HKBP-PTI tengah 
berjalan bersama-sama menuju 
tempat ibadah di Ciketing Asem, 
Mustika Jaya. Hendak melakukan 
ibadah hari Minggu. 

Sebelumnya, para jemaat ber- 
kumpul di rumah ibadah yang telah 
disegel Pemerintah Kota Bekasi 
sejak beberapa bulan silam yang 
terletak di Jalan Puyuh Raya, No 
14. Sekitar pukul 08.00 WIB, dari 
sana mereka berarak bersama-sa- 
ma menuju tempat ibadah milik 
mereka di Kampung Ciketing. 

Begitu kurang lebih jarak 1 km 
dari rumah ibadah di Jalan Puyuh 
Raya, empat sepeda motor yang 
dikendarai 9 orang tak dikenal ber- 
papasan dengan para jemaat yang 
tengah berjalan beriringan itu dan 
berhenti sejenak persis di samp- 
ing Hasian Sihombing. Saat itulah 
salah seorang pengendara motor 
itu menusuk perut laki-laki berusia 
50 tahun ini. Pelaku penusukan dan 
rekan-rekan lainnya sama sekali 
tak dikenal karena mereka semua 
mengenakan busana yang menu- 
tupi seluruh tubuhnya, termasuk 
kepala dan wajah mereka ditutupi 
dengan semacam cadar berwarna 
putih, kecuali mata mereka saja 
yang terlihat terbuka. 

Ibu Pendeta ikut dianiaya 



Melihat Hasian Sihombing ber- 
lumuran darah, beberapa jemaat 
berusaha menolongnya sementara 
ada jemaat lainnya berteriak minta 
tolong pada aparat kepolisian yang 
memang tengah berjaga-jaga 
kurang lebih 20 meter dari lokasi. 
Polisi pun seketika datang meno- 
long. 

Seorang polisi bersama Pdt. 
Luspida membawa korban ke 
rumah sakit dengan motor milik 
polisi tersebut. Ibu Pendeta ini 
menaikkan korban penusukan ke 
atas motor dan ikut naik ke motor 
yang sama untuk membantu kor- 
ban karena kondisi korban sudah 
lemah tak bisa merangkul polisi 
yang mengendarai motor itu. Se- 
dang begitu motor mulai berjalan, 
tiba-tiba Ibu Pdt. Luspida dipukul 
dari belakang dengan benda tum- 
pul sampai lebam di wajahnya 
yang mengakibatkan memar di 
bagian kening kirinya. Seketika itu 
pulalah para pelaku melarikan diri 
dan hilang. 

Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol. 
Imam Sugianto, di Bekasi, Minggu, 
12 September 2010, membenarkan 
terjadinya penyerangan terhadap 
kedua petinggi HKBP Ciketing 
tersebut. "Kedua korban langsung 
dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mitra 
Keluarga Bekasi Timur dan dirawat 
di lantai dua ruang Unit Gawat 
Darurat (UGD). 

Namun, pernyataan Kapolda 
Metro Jaya, Irjen Pol Timur Prado- 
po kepada wartawan usai melihat 
kedua korban di RS Mitra Bekasi 
Timur, Minggu, 12 September 
2010 f justru membingungkan 




masyarakat dan para tokoh agama. 
Dikatakannya, peristiwa penusu- 
kan dan penganiayaan terhadap 
kedua jemaat HKBP-PTI itu adalah 
kriminal murni. Apakah memang 
demikian? 

Bukan kriminal biasa 

"Kami tidak setuju dengan per- 
nyataan Kapolda Metro Jaya yang 
tergesa-gesa mengatakan bahwa 
ini adalah tindakan kriminal bia- 
sa. Bagaimana tahu itu kriminal 
biasa kalau belum ada investigasi, 
penangkapan dan interogasi para 
pelaku. Mengapa hal seperti itu 
tergesa-gesa dicap sebagai krimi- 
nal biasa, sementara yang ditusuk 
bukan orang sembarang di pinggir 
jala. Ini penatua yang bebera- 
pa waktu lalu punya persoalan/' 
kata Ketua Umum Persekutuan 
Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), 
Pdt. AA Yewangoe, kepada para 
wartawan pada jumpa pers di Ke- 
menterian Agama, Jakarta, Senin, 
13 September 2010. 



PGI, kata Pdt. Yewangoe, menye- 
salkan aksi kekerasan terhadap 
Hasian dan Pdt. Luspida. "Kami 
tegaskan bahwa kami amat menye- 
salkan peristiwa kekerasan tetap 
terjadi di negeri ini, baik kekerasan 
dalam bentuk fisik, nonfisik, teror, 
dan sebagainya. Ini adalah tinda- 
kan antiperadaban," katanya. 

Kendati demikian, PGI, lanjut 
Pdt. Yewangoe, percaya polisi 
dapat bertindak profesional dalam 
menyelidiki penyerangan ini. "PGI 
mendorong polisi untuk segera 
mencari akar permasalahan di balik 
kasus ini," tandasnya. 

Pdt. Yewangoe menekankan, 
kasus penyerangan ini bukan ma- 
salah umat Kristen ini. Ini adalah 
masalah bangsa. "Karena ketika 
kita mendirikan bangsa ini kita 
sama-sama berkomitmen memba- 
ngun bangsa ini. Dengan demikian 
kebebasan, terutama kebebasan 
beribadah, harus dijunjung tinggi 
yang dijamin dalam konstitusi. Mari 
kita tempatkan masalah ini dalam 
fromc kebanggaan," tegasnya. 







REFORMATA 




Laporan Utama 

rt-njuiiUHAJJ 
KAN ! AMAN INI UfflVft TtWKT 

Bamw 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/qrmata| 



__MMUMAN 



r-> 




w 



6tA9.*-,J-r.*.A*i Mi^Jli mitrai KtiKUlHIAL 

TJHSSJU H KraMBClL J01O IH riNMUKJUl 
J£t6£m«StKI.0Pp „ 
JL.CUMRILAIWKKlWKASlIiMUft 



Siapa Dalang 

di BalikTragedi Ini? 

Benarkah kelompok FPI Bekasi mendalangi penyerangan terhadap dua pemuka jemaat HKBP 
Pondok Timur? 





IttMLH&VlH 

v. .r 



HINGGA saat ini, pihak kepolisian 
telah menetapkan 10 
tersangka pelaku penyerang- 
an terhadap dua pemuka jemaat 
Huria Kristen Batak Protestan Pondok 
Timur Indah (HKBP-PTI), Sintua Ha- 
sian Lumbuntoruan dan Pdt. Luspida 
Simanjuntak, Minggu, 12 September 
lalu. Satu di antara para tersangka 
adalah Ketua Front Pembela Islam 
(FPI) Wilayah Bekasi, Murhali Barda. 
Seperti dituturkan Kepala Bidang 
Penerangan Umum Mabes Polri, 
Kombes Pol Marwoto Soeto, Jumat, 
17 September 2010, di Mabes Polri, 
penyerangan terhadap jemaat HKBP- 
PTI sesungguhnya sudah diren- 
canakan pelaku. "Sebelum penyeran- 
gan, para tersangka melakukan 
pertemuan di sebuah masjid dipimpin 
Ketua FPI Bekasi Murhali Barda (MB) 
dan para pelakunya dikumpulkan oleh 
Ade Firman (AF)," ungkap Marwoto. 
Namun, kata Marwoto, saat mere- 
ka ditanya penyidik siapa dalang uta- 
ma untuk melakukan aksi penusukan 
dan penganiayaan, AF dan MB saling 
lempar tanggung jawab. "Mereka 
berdua malah saling tuduh. AF men- 
gajak para pelaku. Tapi saat ditanya 
apa motivasinya, dia tak menjawab. 
Dia malah menunjuk orang lain yaitu 
MB/Jela^arwoto^^^^^^^^ 



Hingga hari ini, memang belum 
ada pengakuan resmi yang keluar 
dari mulut keduanya. Tapi seperti 
dilaporkan VHRMedia.com, Jumat 
(17/8/2010), bahwa pada 6 Septem- 
ber 2010, Marhali Barda dalam akun 
Facebook-nya memuat ancaman 
terhadap pendeta dan jemaat HKBP- 
PTI. Dia menantang jemaat HKBP-PTI 
berduel pada 12 September 2010. 

Pernyataan tendensius 

Sementara itu, menanggapi 
penyerangan terhadap dua jemaat 
HKBP-PTI yang dilakukan sekelom- 
pok orang itu, Sekretaris Kongres 
Umat Islam Bekasi, Shalih Man- 
gara Sitompul, menilai terjadinya 
penyerangan itu justru terprovokasi 
oleh jemaat HKBP-PTI sendiri. Da- 
lam sebuah diskusi yang dilakukan 
Kongres Umat Islam Bekasi di Ja- 
karta, Kamis, 16 September 2010, 
dikatakan bahwa jalan kaki yang 
dilakukan jemaat HKBP-PTI adalah 
sebuah bentuk provokasi terhadap 
masyarakat setempat. 

"Bagi kami, yang menjadi persoa- 
lan, yang membuat warga kadang- 
kadang marah adalah mereka 
(jemaat HKBP-PTI) berjalan kaki 
kurang lebih tiga kilometer. Mereka 
paH<iH<arHTiobi^ 



mini di Jalan Puyuh, kemudian jalan 
kaki bersama menuju ke sana, ke 
lahan kosong untuk beribadah itu," 
ujar Shalih. Benarkah demikian? 

Menanggapi pernyataan Shalih 
itu, kuasa hukum HKBP-PTI, Saor 
Siagian, amat kecewa. Ia menilai 
pernyataan Shalih itu tendensius. 
"Mungkin dia tidak pernah datang 
ke lokasi sehingga mengeluarkan 
pernyataan konyol itu. Saya amat 
menyesalkan pernyataan tersebut/' 
ujar Saor. 

Saor Siagian menjelaskan, adan- 
ya rangkaian jalan kaki bersama je- 
maat HKBP-PTI dari rumah ibadah 
di Jalan Puyuh Raya No.14 yang 
telah disegel Pemkot Bekasi beber- 
apa bulan lalu menuju lokasi milik 
HKBP-PTI di kampung Ciketing 
Asem untuk beribadah dikarenakan 
jemaat mendapat ancaman dari 
orang-orang yang tidak dikenal. 
"Jemaat diancam dipukul bila 
ketemu di jalan dalam perjalanan 
menuju lokasi ibadah di Ciketing. 
Karena diancam, maka jemaat 
terpaksa berjalan bersama-sama 
menuju lokasi untuk beribadah/' 
jelasnya. 



Bawa benda tajam? 

Tidak hanya dinilai bahwa aksi 
jalan kaki bersama jemaat HKBP- 
PTI merupakan bentuk provokasi 
jemaat sendiri terhadap warga, 
terjadinya korban penusukan dan 
penganiayaan dua anggota jemaat 12 September 



HKBP-PTI, Minggu, 12 September 
lalu itu, juga dikatakan FPI karena 
ada jemaat HKBP-PTI yang mem- 
bawa senjata tajam dalam iringan 
jalan bersama menuju lokasi iba- 
dah tersebut. Seperti dikatakan 
Marwoto, ber-dasarkan informasi 
yang diperolehnya, pihak HKBP- 
PTI melakukan provokasi dengan 
membawa senjata tajam. 

Akan tetapi, menurut Marwoto, 
bila informasi itu benar, ia mem- 
persilakan para tersangka— bila 
mereka (para tersangka) merasa 
dirugikan dengan sejumlah lu- 
ka-luka akibat bentrok saat hendak 
dihakimi massa— untuk dilaporkan 
ke kepolisian. Tapi perlu diingatkan, 
kata Marwoto, wajar saja kalau 
para pelaku diserang. "Masa dia 
(korban HKBP-PTI) diam saja kalau 
diserang. Meski yang diserang Pak 
Sihombing tak bisa buat apa-apa, 
tapi kan beliau ada temannya/' jelas 
Marwoto. 

Namun, lebih lanjut Marwoto 
menjelaskan bahwa, apa yang dika- 
takan tersangka itu hanyalah pem- 
belaan diri semata. Luka-luka yang 
mereka (tersangka) tunjukkan tidak 
bisa dijadikan pembuktian bahwa 
jemaat HKBP-PTI itu membawa 
benda tajam. "Luka-luka itu kan 
bisa dibuat-buat sendiri/' katanya. 



Motif penyerangan 

Apa motif di balik penyerangan 
Z September lalu itu? Meski 



tersangka penyerangan dan juga 
pemerintah atau pihak kepolisian 
hingga kini belum bisa menga- 
takan motif tersangka melakukan 
penyerangan terhadap dua ang- 
gota jemaat HKBP-PTI ini, semua 
kita sudah tahu motif di balik 
penyerangan tersebut. 

Dari pernyataan-pernyataan 
yang disampaikan tokoh-tokoh 
agama, politisi, dan pemerintah 
baik pemerintah setempat sep- 
erti Camat Mustika Jaya, Junaidi, 
maupun yang disampaikan orang 
nomor satu di NKRI ini, diketahui 
bahwa, penyerangan dilakukan 
sebagai puncak ganjalan kehadiran 
rumah ibadah dan hak beribadah 
di Bekasi, khususnya penolakan 
terhadap rencana pendirian gereja 
HKBP-PTI di Kampung Ciketing 
Asam, Bekasi, oleh warga dan 
ormas tertentu. 

Junaidi, misalnya, ia mengomen- 
tari bahwa rencana pembangunan 
gereja HKBP di lokasi tersebut 
sudah lama ditentang warga. 
"Warga menolak kehadiran gereja 
HKBP di tempat ini," ujarnya. Hal 
serupa juga diungkapkan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono dalam 
menyampaikan keprihatinannya, 
Selasa, 14 September 2010, di 
Kantor Presiden, terkait tragedi 12 
September itu. "Ada permasalahan 
yang terkait dengan tempat ibadah 
bagi jemaat HKBP-PTI di Ciketing," 
tandas Presiden ketika itu. 



Pdt. Luspida Simanjuntak, Korban Pemukulan 

"Pengampunan yang Tulus 
Membuat Saya Terobati!" 



SUDAH dua kali dia menjadi 
korban pemukulan. Tapi dia 
tetap tegar. Dia tidak merasa 
trauma atas peristiwa penganiayaan 
yang dialaminya. "Pengampunan 
yang tulus mebuat saya teroba- 
ti," katanya. Bagaimana peritiwa 
pemukulan itu terjadi? Berikut pe- 
nuturannya. 

Bagaimana sikap Anda terh- 
adap para penyerang? 

Secara Kristen, saya sudah dari 
pertama menyatakan telah me- 
maafkan mereka. Saya tidak mem- 
benci mereka karena saya tahu 
mereka tidak mengerti apa yang 
mereka sudah perbuat. Tetapi 
terhadap tindakan mereka, biarlah 
itu diselesaikan sesuai hukum yang 
berlaku. Hanya secara rohani saya 
sudah memaafkan mereka. 

Anda tidak dendam? 

Tidak akan dendam. Kalau dia 
datang, dan bertemu dengan kami, 
saya akan lebih dulu menyalaminya. 
Saya akan lebih dulu mengulurkan 
tangan kasih. Karena kita mengikuti 
ajaran kasih. 

Masih ada intimidasi? 

Intimidasi itu biasa. Mudah-mu- 
dahan yang melakukan intimidasi 
itu tidak sampai membangkitkan 
emosi lagi. Memang ada beberapa 
intimidasi melalui SMS. Saya tidak 
mau menyampaikan isi intimidasi 
itu, jangan sampai menjadi beban 
baru bagi mereka nanti. Yang jelas, 
saya mau mereka kembali ke jalan 
yang benar. 

REFORMATA 



Di tengah ancaman, Anda 
akan maju terus? 

Ya, karena itu merupakan pang- 
gilan saya sebagai pendeta. Saya 
tentu tidak takut karena Tuhan 
yang menentukan se-muanya. 
Memang serangan yang dilakukan 
itu bersifat fatal karena sudah 
menyangkut nyawa. Tapi justru di 
situ saya melihat karya Tuhan saat 
itu menyelamatkan jiwa kita. Ker- 
induan saya sebagai pendeta dan 
sebagai warga negara adalah saya 
ingin bersahabat dan bersaudara 
kembali dengan mereka. 

Pelaku penusukan dan 
pemukulan itu Anda kenal? 

Saat itu, saya berjalan di depan 
sementara Pak Sihombing (korban 
penusukan, red) berada di be- 
lakang, di barisan pinggir. Setelah 
dia berteriak dan mengatakan dia 
tertusuk, saya menoleh ke be- 
lakang. Pak Sihombing kita tolong 
dengan motor. Tapi ada penyerang 
yang memukul saya dengan benda 
keras. Pelaku penusukan itu saya 
tidak tahu, tapi yang memukul saya 
itu saya kenal karena selalu berada 
di lapangan saat demonstrasi. 

Penyerangan itu tidak 
diprediksi sebelumnya? 

Ya, sama sekali kita tidak tahu 
kalau akan terjadi penusukan dan 
pemukulan itu. Ketulusan kita ha- 
nya untuk beribadah. 

Di rumah sakit, Anda keli- 
hatan menangis keras-keras? 

Tim medis mengatakan ke-ku- 



rangan darah, tolong dipercepat, 
jangan sampai terlambat! Sebagai 
pendeta yang membawa dia ke 
rumah sakit, saya ingin supaya 
dia selamat. Jadi saya menjerit 
saat itu, tolong Tuhan cukupkan 
apa yang dia perlukan. Itu tangisan 
saya saat itu. 

Tangisan itu tadi bukan kare- 
na sakit fisik? 

Semuanya sakitlah. Itulah jer- 
itan seorang wanita. Tapi semua 
keluarga memberikan dukungan 
kepada kita. Dukungan itulah yang 
membuat kami tetap optimis bahwa 
semua persoalan ini akan cepat 
teratasi. 

Ketika kekurangan darah, 
Fahira, putri mantan menteri 
Perindustrian memberikan 
darahnya. Bagaimana kesan 
Anda tentang ini? 

Itu bukti bahwa ada banyak 
orang yang peduli pada kami. Dari 
agama yang berbeda pun peduli 
akan kasus ini. Dia sendiri yang 
menawarkan darahnya kepada kita. 

Mengapa insiden ini bisa 
terjadi? 

No comment. Tanyakan saya 
pada polisi. Polisi lagi mendala- 
minya. 

Katanya pihak Anda ber-kon- 
voi sambil bernyanyi-nyani dan 
itu memprovokasi? 

Itu tidak benar. Kita semua sadar 
bahwa kita tidak boleh menggang- 
gu warga. Sehingga kita dengan 



jemaat selalu berkoordina- 
si dan mengatakan kepada 
jemaat bahwa kalau kita 
berjalan, selalu dengan 
aksi diam. Tidak pernah 
kami bernyanyi di jalan. 

Sebelumnya 
bagai-mana hubungan 
de-ngan warga sekitar? 

Hubungan kami sangat 
baik. Tidak pernah kami 
bersentuhan dengan mer- 
eka dengan kesan tidak 
baik. Kami selalu akur dan kami se- 
lalu melaporkan setiap keberadaan 
kami ke RW dan itu berjalan selama 
tiga tahun sesudah kita di Puyuh 
Raya. Kita baik-baik saja. 

Katanya pihak HKBP mema- 
nipulasi tanda tangan persetu- 
juan warga? 

Saya percaya tim saya yang 
bekerja di lapangan. Saya percaya, 
tim saya melakukan itu dengan 
baik. Jadi kalau ada istilah ma- 
nipulasi, itu istilah mereka. Istilah 
kami adalah percaya sepenuhnya 
kepada tim. 

Bagaimana Anda menilai 
apa yang sudah dilakukan 
peme-rintah setelah insiden 
itu? 

Saya kira mereka sudah maksi- 
mal. Mereka sudah inginkan yang 
terbaik bagi HKBP Pondok Timur. 
Ya, saya kira pemerintah sudah 
maksimal. Tinggal di lapangan 
nanti bagai-mana, ya kita lihat 
dulu. Harapan kita adalah supaya 




ada rumah ibadah yang permanen 
di Mustika Jaygtf BBtfvtetAgfem 
itulah harapan kita semuanya, 
dan mungkin itu harapan semua 
bangsa, supaya jangan lagi ada 
pertikaian antara sesama saudara 
anak bangsa. Saya bangga menjadi 
anak Indonesia yang mempunyai 
keragaman, tetapi mempunyai ke- 
satuan yakni Bhineka Tunggal Ika. 

Anda sudah dua kali dipukul 
yaitu 8 September dan 12 
September. Anda tidak trau- 
ma? 

Mudah-mudahan. Yang jelas, 
sifat mengampuni dengan tulus 
itulah yang membuat saya terobati. 
Saya akan maju terus. 

Anda mengalah dan bersedia 
keluar dari tempat kebaktian 
yang selama ini dipakai? 

Alkitab menasihati kita untuk 
ber-hikmat. Kata Tuhan Yesus, 
"Berdiam dirilah, sebab Aku ber- 
perang melawan mereka". Tuhan 
itu ada, jadi kekuatan kita adalah 
Tuhan Yesus. Tuhan akan bekerja 
kepada mereka. Dengan caranya 
Tuhan, bukan caranya manusia. 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Laporan Utama 




TRAGEDI 12 September 2010, 
peristiwa penusukan atas 
anggota Majelis Gereja Huria 
Kristen Batak Protestan Pondok 
Timur Indah, Hasian Lumbuntoruan 
Sihombing dan penganiayaan Pdt. 
Luspida Simanjuntakoleh sekelompok 
orang, sekitar pukul 08.45, di Ciketing, 
Mustika Jaya, Kota Bekasi, agaknya 
meluluhkan hati Presiden Susilo Bam- 
bang Yudhoyono dalam merespon 
ganjalan kerukunan umat beragama 
di Indonesia, khususnya masalah hak 
dan kebebasan mendirikan rumah 
ibadah warga gereja yang kerapkali 
terhambat oleh kelompok masyarakat 
tertentu. Ia menginstruksikan agar 
masalah tersebut segera diselesaikan. 

'Saya prihatin. Itu masalah sensitif. 
Karena itu, saya mengajak masyarakat 
dan semua pihak terkait membantu 
pemerintah mencari solusi dari 
ketegangan seputar tempat ibadah 
agar bisa ditemukan jalan keluar 
yang tepat dan bijak/' kata Presiden 
di Kantor Presiden, Jalan Medan 
Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 14 
September 2010. 

Ditambahkan Presiden bahwa 
menteri terkait, Gubernur Jawa 
Barat, Bupati Bekasi, pemuka ag- 
ama dari PGI diharapkan bisa duduk 
bersama menemukan solusi yang 
baik. "Saya harap, itu bisa tercapai," 
harapnya. 

Penegasan lainnya dari Presiden 
SBY saat itu ialah bahwa hukum 
harus benar-benar ditegakkan. 
Apalagi, kata dia, yang berkaitan 
dengan masalah sensitif, termasuk 
menyangkut hubungan antarumat 
beragama. "Siapa pun pelakunya 
harus diproses secara hukum," 
tandasnya. 

Presiden mengakui, setelah ins- 
iden terjadi, dirinya telah mendapat 
laporan secara komprehensif dari 
Menko Polhukam, Kapolri, dan 
Sekjen Kementerian Agama tentang 
peristiwa dan latar belakang keja- 



dian tersebut. Sesuai laporan yang 
dia terima, ada permasalahan yang 
berkaitan dengan tempat ibadah 
bagi jemaat HKBP Pondok Timur. 

Dijelaskan Presiden, sebenarnya 
rumah yang dijadikan kegiatan ag- 
ama itu oleh warga sekitar selama 
19 tahun telah diberikan toleransi 
untuk dilakukan kegiatan agama 
karena masyarakat berpedoman 
bahwa perumahan bukan tempat 
untuk beribadah. "Selama 19 ta- 
hun tidak ada masalah apa-apa. 
Namun ketika jemaat itu semakin 
besar dan kegiatan ibadah makin 
intens, warga berpendapat sebai- 
knya dicarikan tempat lain untuk 
beribadah," paparnya. 

Sampai titik itu, lanjut Presiden, 
tidak ada masalah, yang diinginkan 
adalah solusi. Namun solusi juga 
tidak selalu mudah didapatkan 
sehingga pemerintah daerah telah 
melakukan sejumlah langkah untuk 
mengatasi masalah itu. "Sementara 
solusi yang diinginkan belum ada, 
ketegangan masih ada. Jemaat 
HKBP Pondok Timur memilih untuk 
beribadah di tempat tertentu hing- 
ga akhirnya terjadilah insiden 12 
September lalu," lanjutnya. 

Tugas pemerintah 

"Justru pemerintahlah yang 
harus bisa bertindak cepat dan 
tanggap terhadap penyelesaian 
masalah ini," kritik Ketua Umum PP 
Muhamma-diyah, Din Syamsuddin, 
di Sekretariat IRC Indonesia, Men- 
teng, Jakarta Pusat, 14 September 
2010, dalam menanggapi pernyata- 
an Presiden SBY itu yang meminta 
masyarakat Indonesia membantu 
menyelesaikan permasalahan ker- 
ukunan umat beragama terkait 
masalah kekerasan terhadap dua 
jemaat HKBP Pondok Timur, Bekasi. 

Presidium Inter Religious Council 
Indonesia (IRC) ini menilai per- 
nyataan Presiden SBY itu justru 



Presiden SBY Dikritik 

Baru pertama kali Presiden SBY menanggapi kasus HKBP-PTI tetapi langsung 
mendapat kritikan banyak pihak. Apa tanggapan SBY yang menuai kritik itu? 



terbalik. "Dalam mengendalikan 
konflik antarumat beragama di 
Bekasi itu, Presiden jangan mem- 
balik meng-harapkan rakyat men- 
cari dan menemukan solusi karena 
rakyatlah yang justru menghara- 
pkan pe-merintah bertindak cepat 
mengakhiri ketegangan di HKBP 
Bekasi tersebut," ungkapnya. 

Kritikan Din dibenarkan pula oleh 
anggota Forum Kerukunan Umat 
Beragama (FKUB) lainnya yang 
turut hadir dalam rangka konferen- 
si pers mengutuk peristiwa penu- 
sukan dan penganiayaan terhadap 
dua tokoh HKBP Pondok Timur 
tersebut. "Kami tokoh berbagai ag- 
ama mendesak kepada pemerintah 
khususnya penegak hukum untuk 
mengusut tuntas dan cepat dengan 
menang-kap pelakunya dan diadili 
secara transparan untuk diketahui 
motifnya," kata Din. 

Lontaran kritikan juga muncul 
dari kuasa hukum HKBP Pondok 
Timur, Saor Siagian, SH. Ia menga- 
ku amat kecewa dengan pernyata- 
an Presiden SBY itu. Ia menilai 
solusi yang diung-kapkan Presi- 
den SBY yakni mengem-balikan 
penyelesaian masalah HKBP Pon- 
dok Timur kepada Pemerintah 
setempat, antara lain pemerintah 
Kota Bekasi telah melukai hati 
umat HKBP Pondok Timur Indah 
dan itu berpotensi membuat situasi 
menjadi tidak kondusif. 

Saor menganggap, ucapan Pres- 
iden yang baru saja ia dengar 
menunjukkan bahwa orang nomor 






se 




satu di Indonesia itu ingin lepas 
tangan dari masalah mereka. "Saya 
jadi mempertanyakan perbedaan 
sikap Presiden SBY terhadap dua 
peristiwa yang berkaitan dengan 
masalah agama ini," ujarnya. 

Ketika rencana aksi pembakaran 
Al-Quran di Amerika Serikat muncul 
di publik, kata Saor, Presiden SBY 
sangat aktif dan berani mengirim 



surat kepada Sekjen Perserika- 
tan Bangsa-Bangsa dan Presiden 
Barack Obama agar peristiwa itu 
tidak terjadi. Namun, saat kasus 
HKBP Bekasi yang jelas-jelas terjadi 
di depan matanya, ia malah hanya 
menyatakan keprihatinan dan 
menyerahkan penyelesaian mas- 
alah kepada pemerintah setempat. 



Kepastian yang 
Tak Kunjung Datang 



KOTA Bekasi, berdasarkan data 
pada Juli 2009 berpenduduk 
2.457.585 jiwa. Mayoritas be- 
ragama Islam, yang mencapai 
87,30% atau sekitar 2.145.447 jiwa. 
Sedangkan sisanya, 12,70% be- 
ragama Kristen Protestan (8,05%), 
Katolik (2,98%), Hindu (1,12%), 
Buddha (0,23%), dan Konghuchu 
(0,008%). Kemudian sebanyak 
8.816 jiwa (0,35%) menganut 
agama-agama selain yang sudah 
disebutkan di atas. Meski terdiri dari 
berbagai agama yang berbeda dan 
aliran keyakinan yang berbeda-be- 
da, namun kehidupan beragama 
masyarakat tetap tenang. Satu sama 
lain saling toleran, saling menjaga 
hubungan dengan sesamanya, 
dan saling menghormati keyakinan 
agama masing-masing. Umat Islam 
sebagai mat terbesar di Kota Bekasi 
tetap berpegang teguh terhadap 
firman Allah SWT dalam surat Al- 
Khairun (109) yang berbunyi: Lakum 
diinikum waliya diin ("Untukmu 
agamamu, dan untukku agamaku"). 
Demikian sebuah paragraf yang 
diambil dari sebuah buku yang 
dikeluarkan oleh Forum Kerukunan 
Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi 
yang berjudul "Rumah Ibadat di 
Kota Bekasi", dari paragraf tersebut 
mungkin sedikit menggambarkan 
bagaimana situasi dan kondisi 
keberagaman di Kota Bekasi. Kota 
Bekasi beberapa bulan terakhir 
menjadi sorotan banyak pihak, baik 
itu nasional bahkan internasional. 
Pemberitaan yang dikupas banyak 
media tidak lain adalah seputar 
situasi dan kondisi yang dialami oleh 
HKBP Pondok Timur yang berlokasi 



di Kampung Ciketing. 

Menurut data yang disampaikan 
FKUB Kota Bekasi, HKBP Pondok 
Timur Indah (PTI) Bekasi melaku- 
kan kebaktian di rumah Olo Samosir 
di Perumahan Pondok Timur Indah, 
Jl. Puyuh Raya, Kelurahan Mustika 
Jaya, Kota Bekasi. Kegiatan ini ber- 
langsung rutin setiap minggunya 
sejak 1990. Sampai pada 13 Juni 
1997, Ephorus HKBP selaku pucuk 
pimpinan HKBP melalui SK nomor 
330/L05/VI/1997, menetapkan 
jemaat HKBP PTI resmi menjadi 
jemaat penuh HKBP. 

Konflik mulai terjadi pada 2009 di 
mana masyarakat merasa tergang- 
gu dengan kegiatan kebaktian yang 
berlangsung setiap hari Minggu di 
rumah J I Puyuh Raya. Rasa ter- 
ganggu pihak masyarakat tersebut 
tampaknya menjadi pencetus ber- 
kumpulnya mas-yarakat setempat 
pada 17 Januari 2009 untuk mem- 
bahas mengenai ketidaknyamanan 
yang disebabkan oleh kegiatan 
ibadah tersebut. Setahun berikut- 
nya, 3 Januari 2010, berlangsung 
pertemuan pengurus RW 15 dan 
jajaran pemerintah setempat ber- 
sama tokoh masyarakat serta pen- 
gurus HKBP-PTI guna membahas 
keberadaan tempat ibadah HKBP 
yang dipermasalahkan tersebut. 
Dalam pertemuan tersebut pihak 
HKBP tetap meminta pengertian 
toleransi warga masyarakat dan 
diperbolehkannya mengadakan 
kebaktian di Jl. Puyuh Raya. Dari 
pertemuan tersebut pihak mas- 
yarakat yang diwakili pengurus 
RT-RT dan RW serta tokoh mas- 
yarakat memberikan waktu dua 



pekan terhitung sejak pertemuan 
diadakan. Kesepakatan tersebut 
tidak berhasil mencapai apa yang 
diinginkan, masing-masing pihak 
menyerahkan hal tersebut kepada 
Lurah Mustika Jaya. 

Pernyataan yang diungkap oleh 
FKOB Kota Bekasi tersebut diban- 
tah oleh Pdt. Advent Nababan dari 
pihak HKBP-PTI, menurutnya sejak 
HKBP-PTI menjalankan ibadahn- 
ya puluhan tahun lalu, berjalan 
harmonis dengan warga sekitar. 
Pada awal tahun 2010 sejumlah 
massa yang datang dan menentang 
kegiatan beribadah menurutnya 
hanyalah mencoba memprovokasi 
keadaan, mengingat keharmon- 
isan yang dibangun sebelumnya 
dengan warga sekitar. Pihak-pihak 
yang datang tersebut pun menga- 
tasnamakan dirinya dari organisasi 
masyarakat tertentu. Situasi yang 
memanas karena diakibatkan oleh 
pihak-pihak yang memicu keti- 
dakharmonisan tersebutlah yang 
menyebabkan pemerintah men- 
gambil inisiatif untuk melakukan 
penyegelan. Menurutnya sungguh 
ironis ketika dikatakan tempat itu 
bukan tempat untuk beribadah, 
padahal tempat tersebut sudah 
dipakai selama empat belas tahun 
untuk beribadah. Sejumlah massa 
yang terorganisir juga beberapa 
kali melakukan teror ketika ibadah 
berlangsung. 

Pertemuan serupa beberapa kali 
diadakan yang pada intinya me- 
minta pihak HKBP-PTI menghen- 
tikan kegiatan ibadah di Jl. Puyuh 
Raya. Bahkan penyegelan yang 
berulang-ulang sempat dilakukan 




oleh Penerintah Kota Bekasi. Pe- 
merintah Kota Bekasi pun sempat 
memberikan beberapa lokasi baru 
kepada pihak HKBP PTI untuk bisa 
dijadikan tempat beribadah, salah 
satu tempat yang disarankan ada- 
lah di Kampung Ciketing RT 03, RW 
06, Mustika Jaya. 

Teror demi teror juga ber- 
langsung ketika jemaat HKBP-PTI 
telah sepakat untuk beribadah di 
tempat yang telah disarankan oleh 
Pemerintah Kota Bekasi, yakni di 
Kampung Ciketing Asem, Mustika 
Jaya. Sejumlah massa terus datang 
dan berdemo serta mengusir je- 
maat yang beribadah di Ciketing. 
Teror demi teror terus berlangsung 
bahkan sempat ada pemukulan ter- 
hadap beberapa jemaat yang saat 
itu sedang beribadah. Puncak dari 
peristiwa demi peristiwa memilukan 
tersebut adalah peristiwa di mana 
Sintua Hasian dan Pdt. Luspida 
Simanjuntak mengalami penyeran- 
gan oleh sekelompok orang. 

Kebebasan beribadah yang di- 
harapkan oleh HKBP-PTI tidak kun- 
jung datang, alih-alih mendapatkan 
tempat dan kondisi beribadah yang 
nyaman mereka justru mendapat- 
kan teror oleh sekelompok orang 



dan penyegelan oleh pemerintah 
setempat. Menjadi pertanyaan 
besar dalam benak Pdt. Advent 
Nababan bahwa mengapa kebe- 
basan beribadah dan mendirikan 
tempat beribadah dibatasi dengan 
perber yang ada. "Seharusnya 
perber yang ada bukan untuk mela- 
rang orang beribadah", ujarnya. 
Kini harapan tersebut seolah samar 
ketika lokasi tempat beribadah mer- 
eka yang baru di Kampung Ciketing 
pun telah disegel oleh pemerintah 
setempat. Bahkan ketika mereka 
kembali ke lokasi di Puyuh Raya, 
sempat terjadi perdebatan antara 
jajaran pengurus HKBP-PTI dengan 
pemerintah setempat bersama aparat 
kepolisian beserta personil Satpol PP. 
Sampai berita ini diturunkan, pihak 
HKBP-PTI belum bisa memastikan 
dimana mereka akan melaksanakan 
ibadah untuk selanjutnya. 

/ Jenda Munthe 



REFORMATA 




Laporan Utama 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/qrmata| 




Kritikan Keras 
terhadap Pemerintah 



USAI aksi penyerangan yang 
dialami jemaat dan 
pendeta HKBP PTI beberapa 
waktu lalu berbagai pihak mem- 
berikan reaksinya terkait peristiwa 
tersebut. Sebagian besar me-nge- 
cam keras tindakan tersebut. Berb- 
agai pernyataan dan perde-batan 
berkumandang di banyak media. 
Bahkan Presiden Republik Indo- 
nesia, Susilo Bambang Yudho-yono 
telah memerintahkan polisi untuk 
mengejar dan menangkap pelaku 
yang telah menyerang warga Kris- 
ten yang sedang menuju tempat 
ibadah. Pernyataan Presiden ini 
pun sempat menjadi perbincangan 
ketika pernyataan sejumlah pihak 
justru memberikan kritik terhadap 
SBY. 

Sejumlah pihak pendukung 
pluralisme di Indonesia men- 
ga-takan bahwa hingga saat ini 
Presiden tidak banyak mencegah 
intoleransi agama di Indonesia. 
Hal ini diperkuat oleh pernyataan 
Presidium Inter Religious Council 
Indonesia (IRC), Din Syamsud- 
din. Pernyataan Presiden SBY 
yang meminta rakyat Indone- 
sia mem-bantu menyelesaikan 
permasalah-an kerukunan umat 
beragama di Bekasi, Jawa Barat, 
dirasa kurang tepat. Menurut Din, 
justru pemerintah yang harus bisa 
bertindak cepat dan tanggap ter- 
hadap penyelesaiaan masalah ini. 
"Presiden jangan membalik meng- 
harapkarH^epad^akyaM 



rakyat yang justru mengharapkan 
pemerintah untuk bertindak cepat 
dan tegas menyelesaikan permas- 
alahn ini," kritik Din, di Sekretariat 
IRC Indonesia, Menteng, Jakarta 
Pusat. 

Bahkan permintaan langsung 
kepada presiden disampaikan lewat 
surat, yang ditandatangani Epho- 
rus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu, 
dan Sekretaris Jenderal HKBP Pdt 
Ramlan Hutahaean MT. Isi surat 
tersebut intinya meminta Presiden 
me-ngambil tindakan serius terkait 
masalah yang dialami warga HKBP 
Pondok Timur Indah, dan gere- 
ja-gereja lain di wilayah Jawa Barat 
serta beberapa wilayah lain. 

Kritik paling keras terhadap 
pemerintah terkait pengakan hu- 
kum yang dianggap lemah dalam 
menyikapi pelanggaran kebebasan 
beribadah tampaknya keluar dari 
surat pernyataan yang dikeluarkan 
Forum Komunikasi Kristiani Jakarta 
(FKKJ). Dalam pernyataan persnya 
FKKJ menyatakan bahwa Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono dan 
aparatnya harus mempelajari Kon- 
stitusi Negara Kesatuan Republik 
Indonesia. Hal ini diperlukan agar 
ada pemahaman terhadap konsti- 
tusi dan melak-sanakan dengan 
sepenuhnya amanat konstitusi seh- 
ingga kebjakan-kebijakan ekonomi 
harus bertumpu pada kepentingan 
kesejahteraan rakyat, penegakan 
hukum dan hak-hak asasi manusia 



dengan tegas dan tanpa diskrimi- 
nasi, serta menjamin keselamatan, 
rasa aman seluruh rakyat Indo- 
nesia. FKKJ juga dengan tegas 
menyatakan bahwa kebebasan 
beragama dan beribadah menurut 
keyakinan agama masing-masing 
adalah salah satu hak yang paling 
asasi dan dijamin dalam UUD 1945 
dan perangkat-perangkat hukum 
internasional. Karena itu harus 
dilindungi, bukan justru dibatasi 
oleh perda-perda yang dianggap 
menyeleweng. 

Presiden langgar UUD 1945 

Pernyataan menarik diungkapkan 
oleh Ketua Persatuan Intelegensia 
Kristen Indonesia (PIKI) Cornelius 
Ronowijoyo. Menurutnya umat 
Kristen boleh marah, tapi jangan 
sampai kehilangan hikmat dari 
Tuhan. Semestinya setiap umat ha- 
rus menyadari bahwa konflik yang 
terjadi terkait penyerangan yang 
dialami jemaat dan pendeta HKBP 
bukanlah konflik antara Kristen 
dengan Islam, melainkan masalah 
pelanggaran UUD 1945 terhadap 
seluruh umat beragama yang ada 
di Indonesia. Pelanggaran UUD 
1945 telah dilanggar oleh Presi- 
den, di mana seharusnya negara 
berkewajiban melindungi seluruh 
warga negaranya. Menurutnya hal 
ini tertuang jelas dalam Pembukaan 
UUD 1945 yang mengamanahkan 
kepada negara untuk melindungi 
segenap tumpah darah Indonesia. 
Ia juga menegaskan bahwa tidak 
perlu ada dikotomi agama, karena 
yang terpenting adalah paham 
kebangsaan. 



Dalam kesempatan yang sama 
Gayus Lumbuun dari Komisi III 
DPR RI memberikan pernyataan 
bahwa dalam hal ini terbukti bahwa 
perber yang ada tidak mengun- 
tungkan. Perber harusnya hanya 
dikaitkan dengan kerukunan, 
bukan dikaitkan dengan pendirian 
rumah ibadah. Karena sudah jelas 
ada perbedaan dalam hal ker- 
ukunan dengan pendirian rumah 
ibadah. Perber dianggap tidak me- 
nguntungkan untuk sekelompok 
orang dan jika ada yang merasa 
tidak diuntungkan dengan perber 
ini bisa mengajukan upaya hukum 
dengan pengajuan hak uji materi 
ke Mahkamah Agung. 

Sementara itu pernyataan yang 
sedikit lebih lunak diungkapkan 
oleh Pendeta dan Ephorus Emer- 
itus Pdt. DR. PWT Simanjuntak. 
Pendeta yang sudah lebih dari 
25 tahun melayani jemaat HKBP 
di Jabodetabek dan Jawa/Kali- 
man-tan ini mengungkapkan per- 
lunya menerapkan cara-cara yang 
diterapkan oleh Nommensen, Rasul 
untuk orang Batak yang pada saat 
itu menerima berbagai macam 
hambatan. Awal pela-yanannya 
di tanah Batak, ia ditolak, diusir, 
diejek, dimaki, diracuni, diancam 
dibunuh, serta rumahnya mau 
dirobohkan. Namun ia tetap men- 
jalankan prinsip-prinsip cerdik 
seperti ular dan tulus seperti mer- 
pati. Hal ini pun tampaknya sudah 
dilakukan oleh jemaat HKBP-PTI 
yang hingga saat ini masih berjuang 
namun tidak pernah mendendam 
kepada setiap pelaku yang menye- 
babkan keti-daknyamanan bagi 



mereka. Satu hal yang perlu terus 
diterapkan adalah pendekatan ke- 
pada masyarakat sekitar dengan 
sopan santun sebagai bagian dari 
sikap "cerdik seperti ular, tulus 
seperti merpati". 

Ia juga mengungkapkan bah- 
wa pentingnya gereja-gereja di 
Indonesia ini 'Back to the Bible' 
dalam arti kembali ke sifatnya yang 
universal. Tidak terkotak-kotak ke 
dalam gereja-gereja suku. Tempo 
dulu dapat dipahami karena para 
misioner dahulu kala bekerja diten- 
gah-tengah suku yang kemudian 
menghasilkan gereja suku Batak, 
Jawa, Sunda, Ambon, Manado. 
Namun semestinya saat ini setiap 
gereja dapat saling menopang 
dan melayani satu dengan lainnya. 
Ia juga mengung-kapkan bahwa 
saatnya HKBP memfokuskan diri 
ke dalam peningkatan bidang 
pelayanan dalam berbagai bidang 
pelayanan rohani, dan character 
building, tidak hanya dalam pem- 
bangunan secara fisik. Gereja Batak 
memang terkenal dengan ruasnya 
yang sangat giat dan gigih memba- 
ngun gedung gereja, di mana pun 
orang Kristen Batak itu berada. Na- 
mun harus seimbang bahkan harus 
lebih fokus dalam pem-bangunan 
rohani. "Kekristenan bukanlah ge- 
dungnya", ujar beliau. 

^Jenda Munthe 



Simpati Gereja Papua 
untuk HKBPCiketing 

Sebagai sebuah "rumah bersama", hak asasi setiap anggota masyarakat harus dilindungi tanpa memper- 
hitungkan agama, budaya maupun golongan. Presiden diminta mengutamakan konstitusi dibanding konstituen 
dan pamor. 



RIBUAN warga Kristen Papua 
melakukan demonstrasi di 
depan kantor gubernur dan 
DPRD Papua Barat. "Negara ini 
rumah besar untuk kita semua, 
bukan untuk kelompok tertentu 
saja!" Begitu bunyi salah satu 
dari puluhan spanduk yang di- 
ben-tangkan dalam demonstrasi 
yang digelar pada 15 September 
silam oleh Forum Solidaritas Umat 
Kristen Manokwari-Papua Barat 
Peduli HKBP Bekasi, Jawa Barat. 

Inisiatif demonstrasi ini adalah 
para ibu yang pada 14 Septem- 
ber menggelar kebaktian yang 
terfokus pada musibah yang 
dialami oleh sebagian "anggota 
tubuh Kristus" yang berada di 
Bekasi. Dari kebaktian itu, muncul 
keinginan untuk menyuarakan sol- 
idaritas melalui aksi demons-tra- 
si. Selain menyatakan sikap, 
gereja-gereja Papua juga akan 
memberikan sumbangan finansial 
bagi HKBP Ciketing, Bekasi Timur. 
Sebagai kelanjutan dari ung- 
kapan solidaritas itu, beberapa 
petinggi gereja datang ke Ja- 
karta, terutama untuk bertemu 
langsung dengan warga gereja 

REFORMATA 



yang menjadi korban. 

Rumah bersama 

Dalam pertemuan di Kantor Pu- 
sat PGI, Jumat (24/9/2010), salah 
satu utusan gereja Papua Pdt. Dr. 
M. L. Wanma menegaskan bahwa 
apa yang terjadi di Ciketing, Beka- 
si berupa penyerangan terhadap 
sekelom-pok warga yang hendak 
beribadah dan penyegelan tempat 
ibadah merupakan pelanggaran 
terhadap UUD 1945 dan Piagam 
PBB. "Penyegelan tempat ibadah 
oleh Walikota Bekasi bertentangan 
dengan UUD 1945 dan Piagam PBB 
tentang HAM dan kebebasan ber- 
ekspresi," kata Pdt. Wanma sambil 
menambahkan bahwa peristiwa itu 
memunculkan sebuah pertanyaan 
kritis: "Masihkah NKRI menjadi 
rumah bersama bagi semua kom- 
ponen masyarakat Indonesia yang 
plural ini?" 

Mantan Ketua Badan Kerjasama 
Gereja-gereja di Manokwari Pdt. 
A. Marin, S.Th., secara khusus 
menyoroti pentingnya sikap dan 
tindakan tegas Presiden dalam 
mengatasi persoalan ini. "Persoalan 
Ciketing bukan hanya persoalan 



Ciketing. Tapi merupakan perso- 
alan bangsa secara keseluruhan. 
Sekecil apa pun lokasinya, ini 
merupakan masalah bangsa," te- 
gasnya. Sebagai orang yang telah 
diambil sumpah untuk menjalankan 
amanat konstitusi, Presiden diminta 
untuk bertindak tegas terhadap 
orang atau kelompok yang melang- 
gar konstitusi, terutama menyang- 
kut hak atas kebebasan beragama. 

"Contohlah Obama yang bersedia 
kehilangan pamor di antara warga 
Kristen Amerika demi menegak- 
kan hak konstitusi semua warga, 
termasuk warga Muslim Amerika," 
himbaunya. Ia menambahkan, tak 
boleh dibiarkan orang memakai ke- 
kerasan karena cara itu merupakan 
cara primitif dan kolot. 

Karena selama ini Perber 2006 
dan sebelumnya SKB Tiga Menteri 
1969 terbukti telah dijadikan alat 
pengekangan dan penindasan ke- 
bebasan beragama oleh sekelom- 
pok orang, Marin menyerukan agar 
peraturan bersama itu dicabut 
atau minimal ditinjau ulang dalam 
sebuah dialog lintas agama. "Di 
Papua, orang mendirikan masjid 
tidak perlu surat ijin," katanya. 




Jangan terjebak kasus 

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. An- 
dreas A. Yewangoe mengajak 
semua pihak untuk tidak terjebak 
melihat kasus Ciketing sebagai 
sebuah kasus lokal. Menurut dia, 
kasus Ciketing memunculkan per- 
tanyaan besar: Apakah kita masih 
mampu hidup bersama di negeri ini 
kendati berbeda suku, agama, ras 
dan seterusnya? 

Persoalan Ciketing harus ditang- 
gapi dengan konsisten dengan 
prinsip menegakkan konstitusi, 
bukan mengikuti keinginan mayor- 
itas atau minoritas. "Penyelesaian 
Ciketing merupakan pilihan antara 
popularitas dan konstitusi, antara 
konstituen dengan konstitusi. 
Dalam pilihan-pilihan itu, Presiden 
harus tetap memilih menegakkan 
konstitusi. Beliau harus terus me- 
negakkan konstitusi, meski dengan 
begitu, Citranya turun," kata doktor 
dalam bidang teologi ini. 

Menurut Yewangoe, tragedi 
Ciketing meminta seluruh mas- 



yarakat terutama para pemimpinn- 
ya untuk tidak terus memopulerkan 
dikotomi mayo-ritas-minoritas. 
"Istilah mayoritas-minoritas dalam 
agama itu tidak dikenal dalam 
konstitusi kita, jadi jangan dibuday- 
akan. Yang dikenal hanyalah warga 
negara Indonesia yang setara. Dan 
pemerintah adalah pemerintah In- 
donesia, bukan pemerintah kelom- 
pok A atau kelompok B," tegasnya. 
Ia juga menambahkan bahwa 
"kerukunan" merupakan aktivitas 
kultural dalam relasi yang saling 
terbuka dan spontan. Yang perlu 
dibangun adalah kerukunan otentik 
seperti terjadi di desa-desa sebelum 
terintervensi oleh kekuatan politik 
jangka pendek. ^Paul Makugoru 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Laporan Utama 





PUJIAN Walikota Bogor atas 
ketaatan prosedur pengurusan 
IMB yang ditempuh Gereja Kristen 
Indonesia (GKI) Taman Yasmin, 
Bogor, ternyata hanya pepesan 
kosong. "Inilah cara yang benar. 
GKI Taman Yasmin bisa menjadi 
teladan bagi gereja lain dalam 
proses perijinan pembangunan 
gereja/' kata Walikota dalam sam- 
butan tertulisnya. 

Pujian yang disampaikan dalam 
acara peletakan batu pertama yang 
dilakukan pada 19 Agustus 2006 
itu dan dihadiri anggota jemaat, 
warga sekitar dan anggota Muspida 
setempat itu tak berarti apa-apa 
karena desakan sekelom-pok 
massa. Segera setelah peletakan 
batu pertama, se-kelompok mas- 
yarakat melakukan serangkaian 
demo yang intinya menolak ke- 
hadiran gereja di wilayah tersebut. 
Berdasarkan demo tersebut, Wa- 



likota menyurati GKI 
yang intinya meminta 
GKI memindahkan 
lokasinya. 

GKI berusaha 
mencari tempat 
lain yang layak di 
wilayah Yasmin. Tapi 
pihak pengembang 
peru-mahan Yasmin 
me-nyatakan bahwa 
lokasi untuk fasum/ 
fasos sudah digu-na- 
kan untuk pen-dirian 
masjid. Karena itu, 
GKI pun tetap me- 
neruskan pem-ban- 
gunan di lokasi GKI 
yang berada di jalan 
K. H. Abdullah bin 
Nuh No. 31 Taman 
Yasmin, Kelu-rahan 
Curug Mekar, Keca- 
matan Bogor Barat, 
Kota Bogor. Tapi 
karena desakan mas- 
sa, akhirnya pada 14 
Februari 2008, Kepa- 
la Dinas Tata Kota 
dan Pertamanan Kota 
Bogor menge-luarkan surat No. 
503/208-DTKP perihal pembekuan 
izin atas pembangunan gereja yang 
telah dikeluarkan walikota pada 13 
Juli 2006 dengan nomor 645.8-372 
Tahun 1976. 

GKI pun melakukan perlawanan 
hukum, dan Pengadilan Tinggi Tata 
Usaha Negara Bandung memberi- 
kan kemenangan kepada GKI den- 
gan membatalkan pencabutan IMB 
tersebut. Pemda pun melakukan 
banding, tapi PTUN Jakarta lagi-la- 
gi, memenangkan GKI. Karena sifa- 
tnya lokal, MA menolak pengajuan 
kasasi Walikota, dengan demikian, 
kemengan GKI bersifat permanen. 
Tapi pembangunan gereja tak juga 
bisa diteruskan. Tanggal 25 Feb- 
ruari 2010 bahkan menge-luarkan 
surat pembatalan reko-mendasi 
yang telah diberikannya pada 15 



Sudah Berijin, 

Gereja Tetap Dihalangi 

Mengantongi IMB bukan jaminan berdirinya gereja. Bahkan menang di PTUN pun bu- 
kanlah jaminan. Pemerintah harus konsisten pada peraturan. 



Pebruari 2006. 

Pada 11 April 2010, ketika pem- 
bangunan gereja sementara sudah 
sekitar 80%, pihak GKI ingin meng- 
gelar kebaktian di tempat yang baru 
itu. Tapi sehari sebelumnya, pintu 
gerbang gedung digembok Satpol 
PP. Sejak itu, jemaat GKI terpaksa 
menggelar ibadah di trotoar depan 
tanah milik gereja seluas 1.720 
meter tersebut. 

Tanggal 27 Agustus 2010, 
Satpol PP secara resmi membuka 
gembok itu dengan berita acara 
yang lengkap. Pertimbangan huk- 
umnya adalah karena GKI Yasmin 
telah memiliki IMB dan prosedur 
telah dilakukan dengan benar. 
Tapi pembukaan gembok itu ha- 
nya berusia 24 jam. 'Tanggal 28 
malam, atas tekanan dari pihak 
tertentu, termasuk kepollisian, 
maka Satpol PP kembali mengg- 
embok tempat ibadah GKI," kata 
salah seorang pengurus gereja 
Alexander Paulus dalam gelar ka- 
sus yang diselenggarakan SETARA 
Institute. "Pada 19 September 
2010, pihak GKI merencanakan 
untuk membuka gembok itu agar 
mereka bisa beribadah. Tapi 
malam sebelumnya (18 Septem- 
ber), Satpol PP bersama dengan 
Polisi Polres Bogor kembali meng- 
gembok lokasi itu sampai dengan 
sekarang ini," lanjutnya. 

Dicabut lagi 

Perlawanan hukum yang sama 
dilakukan oleh Gereja Katolik Stasi 
Santa Maria, Bukit Indah, Purwakar- 



ta, Jawa Barat. Seperti dikatakan 
Ketua Tim Advokasi Gereja Dr. Iur 
Liona N. Supriatna, SH., M.Hum., 
gereja telah mendapatkan IMB 
dari Bupati setelah menenuhi pers- 
yaratan seperti dituntut oleh Perber 
Menteri No 8/9 tentang Pendi- 
rian Rumah Ibadah. "Kami sudah 
memenuhi semua persyaratan," 
katanya sembari menambahkan, 
di lokasi yang merupakan kawasan 
industri itu sudah berdiri dua masjid 
besar dan direncanakan segera 
mendirikan tempat ibadah umat 
beragama lainnya. 

Tapi ketika pihak gereja mulai 
melakukan kegiatan pem-bangu- 
nan, sekelompok massa melakukan 
demonstrasi dan akhirnya Bupati 
Purwakarta mencabut atau mem- 
batalkan ijin membangun yang 
telah dikeluarkannya. Tidak terima 
dengan keputusan itu, pihak ge- 
reja lalu melakukan per-lawanan 
hukum. Dan PTUN Bandung meng- 
abulkan gugatan gereja seluruhn- 
ya. Tapi Bupati melakukan banding. 
Tapi, lagi-lagi, PTUN Jakarta, men- 
guatkan keputusan PTUN Bandung. 
"Kita berharap seluruh jajaran hu- 
kum bisa melaksanakan apa yang 
telah diucapkan. Kami sudah coba 
taat hukum dengan melalui proses 
yang panjang. Kalau sekarang kami 
menang, marilah kita bersama-sa- 
ma tegakkan hukum di negeri ini," 
katanya. 

Kasus hukum yang sama dialami 
oleh HKBP Philadelfia, yang terletak 
di desa Jejalen Jaya, Kecamatan 



Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. 
Melalui suratnya Bupati Bekasi H. 
Sa'duddin meminta pihak HKBP 
untuk menghentikan kegiatan 
pembangunan gereja dan tidak 
memanfaatkan bangunan gedung 
untuk ibadah. Atas keputusan 
itu, pihak gereja lalu mengajukan 
gugatan hukum tertanggal 29 
Maret 2010. Dan pada 2 Septem- 
ber 2010, PTUN Bandung meng- 
abulkan gugatan HKBP Philadefia 
tersebut. Tapi beberapa hari lalu, 
pihak tergugat - dalam hal ini bu- 
pati - menyatakan banding. 

Hal sama dialami oleh HKBP Cine- 
re, Depok. Gereja yang mulai berdiri 
pada 1978 ini sebenarnya sudah 
mengantongi IMB dari Bupati Bo- 
gor pada tahun 1997. Tapi karena 
desakan warga, pada Maret 2009, 
Walikota Depok Dr. Nur Mahmudi 
Ismail membatalkan ijin tersebut. 
HKBP lalu mem-PTUN-kan waliko- 
ta dan PTUN Bandung, kemudian 
Jakarta dalam pengadilan banding, 
memenangkan HKBP. 

^Paul Makugoru. 



Hentikan Langkah 
Kelompok Intoleran 

Inkonsistensi pemerintah dalam penegakan hukum dan pembiaran kiprah kelompok 
intoleran menjadi kendala utama pendirian tempat ibadah. 



HALANGAN yang terus 
dihadapi oleh gereja 
untuk mendirikan tempat 
ibadah, meski telah menempuh 
langkah-langkah sesuai yang di- 
tuntut Perber 2006, cukup jelas 
menunjukkan bahwa masalah 
utama dari kisruh seputar tempat 
ibadah bukan pada Perber Menteri 
Agama dan Menteri Dalam Negeri 
itu, tapi oleh faktor-faktor lainnya. 
Menurut Wakil Ketua Setara 
Institute Bonar Tigor Naipospos, 
penyebab utamanya bukan pada 
kehadiran Perber tersebut tapi 
pada tingkat intoleransi yang 
disemai oleh sekolompok orang 
yang memang bersikap anti-keber- 
agaman. "Akar masalah bukanlah 
pada Perber itu. Ada akar mas- 
alah yang jauh lebih dalam, yaitu 
gejala intoleransi yang menguat 
dalam masyarakat," katanya. 
Sebab kedua, adanya kelompok 
kecil puritan yang konservatif yang 
cenderung tidak mau menerima 
pandangan teologis yang berbeda. 
Fakta yang ketiga, dari setiap 
kasus penolakan pendirian tempat 
ibadah, selalu ada sekelompok 
orang yang bergerak mobile. "Mer- 
eka bukan dari lingkungan di mana 
tempat ibadah itu akan dibangun, 
tapi dari tempat-tempat lain/' ka- 
tanya sembari menekankan bahwa 
pengung-kungan kesempatan 



orang beribadah merupakan sebuah 
ironi yang getir. "Teman-teman kita 
itu sebetulnya hanya ingin berib- 
adah, mendekatkan diri dengan 
Tuhan yang mahakuasa. Berbuat 
baik kok ditolak." 

Kehadiran sekelompok orang 
yang bergerak mobile itu, menurut 
Bonar, semakin kentara pada tu- 
juh tahun belakangan ini. Mereka 
bergerak dan menjadi akar per- 
soalan. "Kalau pemerintah tunduk 
pada kelompok-kelompok ini, kami 
tidak tahu lagi bagaimana Indonesia 
di masa datang. Pemerintah harus 
segera menghentikan gerak kelom- 
pok intoleran itu/' tegas aktivis 
kebebasan beragama ini. 

Pemerintah tersandera 

Dari kasus-kasus tersebut, terlihat 
pula bahwa pemerintah terkesan 
membiarkan tindakan intoleransi itu 
terjadi. Hal itu dipentaskan secara 
nyata ketika aparat menghalangi je- 
maat untuk melakukan ibadahnya. 
"Pe-merintah seharusnya melaku- 
kan perlindungan dan menindak 
tegas penghalang kebebasan be- 
ragama. Kita ingin pemerintah 
sungguh-sungguh menegakkan 
negara hukum di mana salah satu 
pilarnya adalah kesetaraan/ kata 
Febi Yonesta dari LBH Jakarta. 

Sementara menurut Subhi dari 
The Wahid Institut, penghalangan 



kebebasan beribadah bukan hanya 
dialami oleh umat kristiani dalam 
pendirian gereja, tapi juga oleh 
umat agama lainnya. Hal itu, lanjut 
dia, muncul karena ada penolakan 
dari masyarakat yang merupakan 
kelompok konservatif dari agama 
tertentu. "Selama ini, saya melihat 
pemerintah mengikuti desakan 
kelompok konservatif ini. Pemer- 
intah telah tersandera dan kalah 
pada kelompok ini/ tegasnya. Fakta 
lapangan menunjukkan, meskipun 
ijin telah diperoleh gereja, tapi bila 
kelompok garis keras itu protes, 
maka pemerintah akan mengalah. 
"Ini bertentangan dengan per- 
nyataan Presiden Susilo Bambang 
Yudoyono bahwa kita tidak boleh 
kalah oleh kelompok garis keras/ 
tambahnya. 

Daerah eksklusif? 

Dari puluhan spanduk yang diben- 
tangkan di sekitar tanah milik 
warga HKBP yang biasa digunakan 
oleh HKBP Ciketing, Bekasi untuk 
beribadah, jelas terlihat bahwa 
warga setempat tidak menghendaki 
kehadiran tempat ibadah Kristen 
di tempat mereka. "Kami: Tokoh, 
Pemuda, Mas-yarakat Muslim Me- 
nolak Berdirinya Gereja di Mustika 
Jaya", merupakan salah satu contoh 
spanduk tersebut. 

Dalam ruang lebih luas, di be- 




berapa pagelaran demonstrasi di 
Bekasi, massa yang menamakan 
dirinya Forum Komunikasi Sila- 
turahmi Masjid-Mushola (FKSM) - 
seperti dikutip Republik Newsroom 
- mengumandangkan penolakan 
mereka atas kehadiran gereja. Budi 
Santoso, koordinator lapangan aksi 
unjuk rasa yang digelar pada 31 
Juli 2009 itu, menegaskan bahwa 
Walikota Bekasi telah mencederai 
amanat KH. Noer Ali, pahlawan 
nasional dari Bekasi, karena men- 
gizinkan pembangunan gereja di 
Bekasi Utara. "KH. Noer Ali bilang, 
di Bekasi Utara boleh dibangun pe- 
rumahan, bahkan kawasan industri, 
tapi jangan bangun gereja/ teriak 
Budi dalam orasinya. 

Pernyataan-pernyataan tersebut 
jelas mengekspresikan eksklusivi- 
tas wilayah yang harus steril dari 
kehadiran tempat ibadah lain. Bila 
pandangan itu terus dibiarkan 
dan diikuti oleh wilayah-wilayah 
lain di Indonesia, maka akan ada 
pengkaplingan wilayah berdasar- 
kan agama. Dan itu bertentangan 



dengan salah satu pilar kehidupan 
berbangsa dan bernegara yaitu 
Wawasan Nusantara. 

Yang paling dibutuhkan se- 
karang ini bukan mengutak-atik 
Perber 2006 dan sebagainya, tapi 
menanamkan prinsip-prinsip uta- 
ma dalam pluralitas masyarakat 
Indonesia seperti toleransi dan 
kesediaan untuk menerima per- 
bedaan. Bila masyarakat kita 
memang belum mampu menerima 
perbedaan, maka kehadiran Perber 
itu bukanlah menjadi unsur yang 
memudahkan pendirian rumah 
ibadah, tapi sebaliknya, menjadi 
penghalang pendirian rumah 
ibadah. ^Paul Makugoru 



REFORMATA 




Bincang-bincang 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/qrmata| 



Saor Siagian, SH., Koordinator Tim Pembela Kebebasan Beragama 

Jangan Memutarbalikkan Fakta 



MESKI kedua gagang 
kacamatanya telah 
lepas, Saor Siagian SH, 
tetap saja mengenakan kacamata 
tersebut dibantu rantai kacamata 
yang dikalungkan di lehernya. 
Bukan karena Koor-dinator Tim 
Pembela Kebebasan Beragama 
ini tak sanggup membeli yang 
baru. "Ini simbol perlawanan 
saya/' katanya. 

Kaca mata itu ternyata mer- 
upakan bukti kekerasan massa 
yang dilakukan atas jemaat HKBP 
Ciketing, Bekasi pada 8 Septem- 
ber 2010 yang lalu, seminggu 
sebelum tragedi pe-nusukan dan 
pemukulan pen-deta yang meng- 
hebohkaan itu. "Saat itu banyak 
wanita yang dipukul dan saya be- 
rusaha melindungi mereka. Inilah 
hasil-nya," katanya sambil menun- 
juk ke kaca matanya itu. 

Jauh sebelum peristiwa penusu- 
kan, ia telah mengikuti pergumulan 
kelompok masya-rakat yang diha- 
langi untuk beribadah dan men- 
gungkapkan imannya, termasuk 
sebagai pembela Lia Eden. Dalam 
kasus Ciketing, Bekasi, Jawa Barat, 
Saor tampil sebagai pembela para 
korban. 

Berikut bincang-bincang den- 
gan instruktur sebuah lembaga 
pengembangan SDM ini: 

Menurut Anda, mengapa 
terjadi penikaman itu? 

Saya tidak mau menduga-du- 
ga. Polisi memang masih bekerja 
untuk mengungkap secara serius 
apa motif mereka. Tapi satu hal 
yang menjadi catatan kita, ada- 
lah bahwa telah terjadi ekskalasi 
kekerasan yang diakibatkan oleh 
ketidaktegasan aparat kepolisian 
di lapangan. Sudah berbulan-bu- 
lan kita berada di lapangan, ada 
intimidasi, teror dan pengeroyokan 
serta tindakan lain-nya, tapi polisi 
tidak pernah tegas me-nerapkan 



Bang 



Repot 



Kasus penusukan jemaat Huria 
Kristen Batak Protestan (HKBP) di 
Ciketing, Bekasi, Jawa Barat, terus 
bergulir. Peraturan Bersama Menteri 
Agama dan Menteri Dalam Negeri 
No. 8/2006 dan No. 9/2006 yang 
mengatur tentang pendirian rumah 
ibadah pun digugat. Komisi VIII DPR 
dan Kementerian Agama sepakat 
mendorong percepatan pembahasan 
Rancangan Undang-Undang tentang 
Kerukunan Umat Beragama. 

Bang Repot: Kapan mau 
merevisi Perber itu? Jangan 
cuma ngomong. RUU Ker- 
ukunan Beragama? Nggak 
perlu. Kerukunan sih nggak 
perlu diatur, tauuu. Ganti saja 
dengan RUU Kebebasan Berag- 
ama dan Beribadah. 

Malam seribu lilin digelar di 
Bundaran Hotel Indonesia oleh 
setidaknya 500 orang untuk men- 
yampaikan keprihatinan atas kondi- 
si ketidakbebasan beragama di 
Indonesia (16/9). Acara yang 
diseleggarakan oleh Forum Solidar- 
itas Kebebasan Beragama (FSKB) 
itu merupakan bentuk solidaritas 
terhadap sejumlah intimidasi yang 
dialami jemaat HKBP selama lima 
bulan belakangan ini. Puncaknya 



hukum. Akibatnya, 
massa merasa mer- 
eka selalu benar dan 
membuat tindakan 
semakin serius. 

Seandainya poli- 
si bertindak sesuai 
dengan fungsinya 
sebagai penegak hu- 
kum, menangkap sia- 
pa saja yang me-laku- 
kan perusakan atas 
nama apa pun, saya 
kira tragedi itu tidak 
akan sangat serius, 
kejahatannya tidak 
akan ber-tambah seri- 
us seper-ti ini. Jadi di 
situ ada faktor polisi 
yang tidak tegas juga, 
atau polisi yang ta- 
kut, sehingga mereka 
merasa bisa mendikte 
polisi. 



Penikaman itu 
terencana? 

Rasanya memang sudah diren- 
canakan sejak awal. Terlihat dari 
bagaimana mereka jalan dari arah 
yang berlawanan, kemudian dari 
cara menikamnya. Tikamannya 
cukup dalam. Lalu teman-teman- 
nya keluar pakai cadar. Itu su- 
dah dikategorikan sebagai pem- 
bunuhan. Jadi frekuensi tindakan 
mereka dinaikkan, dari sebelumnya 
terjadi pengeroyokan lalu sekarang 
penusukan. 

Ada yang mengatakan massa 
terprovokasi karena konvoi 
yang setiap kali dilakukan 
HKBP waktu mau ke tanah 
kosong tempat kebaktian mer- 
eka? 

Itu bukan konvoi, tapi perjalanan 
yang sangat mena-kutkan. Bagi 
jemaat peristiwa pengeroyokan 
dan pemukulan serta kejadian 
pengeroyokan sekitar 15 menit 




oleh orang-orang itu pada wak- 
tu-waktu sebelumnya, sungguh 
membuat mereka sangat terpukul 
dan sangant traumatik. Hampir saja 
mereka tidak akan mau berangkat 
ke tempat tersebut lagi. 

Karena takut diserang bilang ber- 
jalan sendiri-sendiri, maka mereka 
saling mendukung dengan terlebih 
dahulu berkumpul di Puyuh Raya, 
kemudian berjalan bersama-sama 
ke lahan kosong tempat mereka 
beribadah. Jadi sekali lagi, jemaat 
tidak lagi memprovokasi, tapi saling 
menguatkan dalam perjalanan yang 
sangat me-nakutkan menuju lokasi 
ibadah itu. 

Jemaat berjalan sambil ber- 
nyanyi-nyanyi? 

Jangan putarba-likkan fakta. 
Fakta itu dicari-cari dengan tujuan 
untuk peng-giringan benturan yang 
sifatnya lebih pada SARA. Saya rasa 
agak prihatin, seperti itu. Ini provo- 



kasi yang baru yang 
mereka cip-takan. 

Waktu di kantor 
Menkopolhukam 
Slamet Effendy Yusuf 
bilang massa terpro- 
vokasi karena HKBP 
berjalan sambil men- 
yanyi-nyanyi. Saya 
marah dan bersump- 
ah bahwa saudara 
harus mencari tahu 
dari mana saudara 
dapat informasi itu. 
Kita tidak cukup han- 
ya membangun opi- 
ni yang tendensius 
dan provokatis, yang 
saya bayangkan han- 
ya akan menciptakan 
situasi yang kurang 
kondusif. 

Saya pastikan, ti- 
dak ada jemaat yang 
berjalan sambil ber- 
™ nyanyi-nyanyi. Bah- 
kan karena saat itu 
bulan puasa, jemaat HKBP itu tidak 
bawa air minum dan juga tidak 
merokok sebagai peng-hormatan 
kepada umat muslim yang sedang 
berpuasa. Spiritnya memang sep- 
erti itu. 

Ada juga yang mengatakan, 
itu bukan penyerangan tapi 
perkelahian? 

Jangan bergerak dari satu kebo- 
hongan ke kebohongan yang lain. 
Kalau gentle, ya lakukan proses 
hukum. Selama ini, kita hanya mau 
melakukan proses hukum. Ketika 
tempat ibadah kami disegel, kita 
lakukan gugatan. Kemudian seti- 
ap tindak pidana yang terjadi atas 
kami, ya kita buat pelaporan. Jadi 
kalau memang ada fakta hukum, ya 
silahkan melakukan proses hukum, 
jangan pakai katanya. Hukum itu 
selalu bicara fakta dan bukti. Jadi 
kalau merasa dirugikan, selesaikan- 



lah secara hukum. 

Bagaimana perkembangan 
kasus ini? 

Sampai sekarang sudah 10 
orang yang ditahan. Tapi polisi akan 
mengembangkan penyelidikan ke 
peristiwa pengeroyokan tanggal 8 
September di mana mereka men- 
geroyok pendeta dan jemaat. Ada 
12 warga HKBP yang terluka karena 
kekerasan itu, mereka sudah divi- 
sum oleh dokter. 

Kami melihat sekarang ini polisi 
sudah berusaha maksimal untuk 
mengungkapkan peristiwa-peris- 
tiwa yang terjadi meyangkut in- 
timidasi yang dihadapi HKBP. Ka- 
bareskrim Polri sudah bilang kalau 
merka akan tuntaskan sampai ke 
akar-akarnya. 

Saya kira ini tidak hanya sekadar 
statemen, karena aktor inilah yang 
bermain di daerah atau di rumah 
ibadah yang lain, yang kalau tidak 
serius dituntaskan, ini akan berpo- 
tensi untuk ke-hancuran bangsa 
ini. Polisi sudah melihat itu, kita 
menantikan janji mereka. Kita 
harap tidak hanya kamuflase, tapi 
merupakan ketulusan untuk kita 
betul-betul secara tuntas mengatasi 
persoalan ini, bukan hanya di Ciket- 
ing, tapi juga apa di tempat lainnya. 
ierPaul Makugoru 



pada penganiayaan dua pendeta 
HKBP, Sintua Asia Lumban Toruan 
dan Luspida Simanjuntak yang 
terjadi pada Minggu (12/9). 

Bang Repot: Indonesia me- 
mang kian gelap saja nam- 
paknya. Inilah saatnya kita 
semua menyalakan lilin di 
mana-mana. Kita harus ban- 
gkit untuk menerangi negeri 
yang sinarnya kian redup ini. 
Prihatin. 

Anggota DPR akan studi banding 
ke luar negeri lagi. Mereka bahkan 
sudah mengajukan rencana angga- 
ran untuk studi banding per tahun 
yang gila-gilaan besarnya - ratusan 
miliar rupiah. 

Bang Repot: Ada nggak sih 
hasilnya selama ini? Sudah 
mau bangun gedung baru yang 
nggak penting banget, mau 
jalan-jalan pula. Mau belajar 
pramuka saja kok pakai ke 
luar negeri. Apa nggak bisa 
melakukan studi literatur di 
dalam negeri? Mending kalau 
setelah ke luar negeri mereka 
bikin laporan kepada rakyat. 

Ratusan anggota Jamaah Ta- 
blig dicurigai menyelenggarakan 
latihan perang di Desa Kawa, Ka- 
bupaten Maluku Tengah dan Desa 
Olas, Kabupaten Seram Bagian 
Barat. Polisi kini terus mengawasi 



gerak-gerik anggota Jamaah Tablig 
itu, karena kegiatan mereka mere- 
sahkan warga setempat. "Sesuai 
hasil pantauan kami, kegiatan mer- 
eka masih didominasi siar agama, 
tapi sering dibarengi kegiatan latihan 
perang-perangan," kata Kabid Humas 
Polda Maluku, AKBP Johanes Huwae 
di Ambon, Senin (13/9). 

Bang Repot: Nah, yang kayak 
gini ini yang mestinya dikunjun- 
gi oleh para anggota DPR yang 
terhormat itu. Lihatlah, laku- 
kanlah studi, mengapa rakyat di 
sana latihan perang-perangan. 
Apa sih hubungannya dengan 
syiar agama? Memangnya mau 
perang sama siapa sih? 

Terkait tegangnya hubungan In- 
donesia-Malaysia, putera SBY yang 
anggota DPR, yakni Edi Baskoro alias 
Ibas, mengatakan bahwa TNI tak 
siap perang. Itu berarti dia sudah 
menghina bangsa Indonesia, kelu- 
arga besar TNI, sekaligus bapaknya 
(SBY) sendiri (yang adalah Panglima 
Tertinggi TNI)/' ujar aktivis Benteng 
Demokrasi Rakyat (Bendera) di Ja- 
karta, Selasa (7/9). 

Bang Repot: Makanya, jangan 
nomong sembarangan gitu loh... 
Gini-gini para pahlawan bangsa 
dulu kan jago berperang hanya 
dengan bermodal bambu runc- 
ing. Kalau soal dana yang minim, 



nggak usah kuatirlah. Tebangin 
aja tuh pohon-pohon bambu, 
lalu kita serut ramai-ramai sam- 
pai tajam seperti pedang. 

Gara-gara dikiritik Adji Suradji, 
seorang Kolonel TNI AU, secara 
terbuka di Kompas, Presiden SBY 
jadi blingsatan. Dalam pidatonya di 
depan kalangan pers nasional saat 
buka puasa bersama di Istana Neg- 
ara, SBY menempatkan soal kritikan 
Adji tersebut dalam deretan kedua 
poin pidatonya. 

Bang Repot: Ya, begitulah, 
soalnya yang "diserang" si anak- 
buah terhadap pemimpinnya itu 
kan terkait dengan karakternya 
yang gimana gitu... yang selalu 
jaga image (ja-im) itu lho., yang 
akibatnya selalu lambat da- 
lam bertindak atau mengambil 
keputusan. Emang lama-lama 
kita pegel juga sih melihat pemi- 
mpin model begitu. Kita kan 
butuh pemimpin yang berani 
bertindak tegas, bukan yang 
pandai menebar pesona. 

"Saya gelisah mendengar banyak 
keluhan rakyat. Saya juga mengama- 
ti dinamika di DPR. Sudah lima tahun 
saya banyak menghabiskan waktu di 
rumah. Saya membaca, mendengar, 
dan melihat. Kegelisahan itulah yang 
mendorong saya menulis," kata Adji 



soal tulisannya yang mengkritik 
kinerja SBY itu (7/9). Sementara itu 
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso 
menilai, Adjie telah melanggar kode 
etik sebagai perwira TNI setelah 
menulis opini di media massa yang 
mengkritik kepemimpinan Presiden 
SBY. Menurut dia, Adjie juga sudah 
berpolitik praktis. 

Bang Repot: Lho, Pak Pangli- 
ma nggak salah tuh? Soal etika, 
okelah Adjie salah. Tapi, itu kan 
gara-gara dia sudah geregetan 
melihat pemimpin yang lemah 
kepemimpinannya? Soal politik 
praktis, ngerti nggak sih apa 
yang dimaksud dengan itu? 
Mbok belajar lagi gitu loh... 

Terdakwa Muhammad Nasir, mantan 
Kepala Operasional BTN Syariah Cabang 
Makassar, yang menjadi terdakwa kasus 
korupsi Rp44 miliar pada kredit fiktif 
pengadaan kendaraan mobil dan kend- 
araan bermotor di BTN Cabang Syariah 
Makassar, divonis bebas. Ketua majelis 
hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, 
Tardi yang memimpin persidangan, 
Kamis, memberikan vonis bebas setelah 
menyatakan ketidaksetujuannya dengan 
tuntutan jaksa yang menjerat terdakwa 
13 tahun penjara. 

Bang Repot: Tidak setuju 
dakwaan jaksa sih boleh-boleh 
saja, tapi masak langsung be- 
bas. Yang bener aja... (jadi 
curiga nih, jangan-jangan ada^ 



REFORMATA 



|ire/ormata i 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 





Suara HKBP 

Jangan Khawatir 
Jadi Minoritas 



CttSMO 
F UT S AL 




c< Liu4c. Pcnnli-. Jd»ci-= 'J WC 

JHp:W2JU5Bi£*21.4£ : 2A 



DALAM rangka me- 
meriahkan HUT-nya 
yang ke-5, majalah 
bu-lanan Suara HKBP 
menampilkan 17 to- 
koh dari kalang-an 
orang Batak yang akan 
dijadi-kan sebagai In- 
spirator Batak. Ke-17 
tokoh itu an-tara lain: 
Jenderal TNI (Purn) 
Luhut Panjaitan (man- 
tan menteri per-da- 
gangan), Miranda Goeltom (mantan 
deputi senior gubernur BI), Djisman 





AMfeiptt 















■ 

















zr-w 



Simanjuntak (eko-nom), Panangian 
Simanungkalit (tokoh properti), Ra- 
den Pardede (mantan staf khusus 
menko perekonomian), dan Choky 
Sitohang (presenter televisi). 

Ada pun nama-nama lain yang kip- 
rah dan prestasinya tidak diragukan 
lagi adalah: Constantyn Hutasoit, Da- 
vid M L. Tobing, Henry Panggabean, 
Karel M Sinaga, Marwatal Hutajulu, 
Merdi Sihombing, Soy Pardede, 
Sumanggar Milton Pakpahan, Titien 
Simanjuntak, Togap Balduin Silalahi 
dan Tunggul Situmorang. 

Namun di malam acara Peno- 
batan 17 Inspirator Batak tersebut, 
sebagian dari tokoh itu tidak bisa 
hadir lantaran punya kesibukan lain 
yang tidak mungkin ditinggalkan. 
Cuaca yang tidak mendukung dis- 
ertai turunnya hujan kemungkinan 
menjadi kendala bagi beberapa tokoh 
sehingga berhalangan hadir di HKBP 
Menteng Lama, Jakarta, tempat aca- 
ra dilangsungkan. 

Menurut salah seorang anggota 
panitia, para tokoh yang tidak bisa 
hadir pada malam itu sudah men- 
ghubungi penyelenggara mem- 
beritahu tentang ketidak-hadiran 
mereka. Namun beberapa dari 
para tokoh tersebut mengundang 
panitia ke kantornya. 

Luhut Pandjaitan misalnya se- 
dang ada tugas kenegaraan. Djis- 
man Simandjuntak sedang berada 
di luar negeri. Sekali-pun demikian, 
acara bertajuk "Beritakanlah Injil, 
siap se-dialah baik atau tidak baik 
wak-tunya" (2 Tim 4: 2a) itu tetap 
berlangsung dengan meriah dan 
penuh sukacita. 

Tentang nama-nama tersebut, 
pihak penyelenggara menga- 
kui kalau pemilihan itu tidaklah 
sem-purna, tetapi sosok-sosok 
tersebut dicoba tampilkan untuk 
memberi motivasi kepada generasi 
muda untuk tidak khawatir menjadi 
minoritas. 

Sebelum acara penobatan, dia- 
dakan ibadah singkat. Dalam khot- 
bahnya, Pdt Esron Tampubolon 
MTh yang juga praeses HKBP Dis- 
trik XIX Jakarta 2 mengharapkan 
agar majalah Suara HKBP dalam 
setiap tulisan atau rubrik yang 
ada, tidak melupakan unsur-unsur 
pemberitaan Injil. 

Ada harapan dari perwakilan 
pembaca agar majalah tersebut 
lebih memperluas pemasaran, 
mengingat jemaat HKBP yang jum- 
lahnya sangat besar meru-pakan 
pasar yang sangat potensial dan 
perlu digarap. 

Hans 



REFORMATA 




Germas 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/qrmata| 



Awana Indonesia, Yayasan Pelayanan Anak 

Supaya Kita Tidak Malu 
dalam Melayani 



SEDERET perlengkapan anak 
tertata rapi pada lemari 
kaca di kantor Awana. Mulai 
dari kaos berwarna-warni, buku 
pedoman, asesoris penghar- 
gaan, semuanya memberi kesan 
penting untuk apa yang menjadi 
fokus orang-orang yang bekerja 
di kantor yang berada bilangan 
Jatinegara, Jakarta Timur ini. 

Walau tidak banyak orang di 
sana, namun mereka bergelut 
untuk sebuah misi agung, me- 
layani anak di seluruh Indonesia. 
"Menjadikan semua orang murid 
Kristus dan melayani DIA," ungkap 
Direktur Nasional Awana, Judy 
Gaskin menjelaskan kiprah dan 
pelayanan Awana. 

Tentang latar belakang berdi- 
rinya Awana Indonesia ini, Judy 
bercerita: Di tahun 1950-an di 
kota Chicago Amerika Serikat, ada 
seorang gembala, Lance "Doc" 
Latham mempengaruhi ribuan 
anak untuk mengikuti Kristus. 
Kerjasama dibangun Lance ber- 
sama dengan Art Roherheim dan 
istrinya untuk mengembangkan 
program Awana. 

Di masa depan, program unik 
untuk menjangkau anak-anak, 
kaum muda, dan orang tua ini, 
semakin berkembang luas tidak 
hanya di gereja-gereja Amerika, 
melainkan sampai ke seluruh dun- 
ia di antaranya Indonesia. 

Sepuluh tahun lalu, Awana hadir 
di Indonesia. Di masa awal berdir- 
inya itu, Papua merupakan tempat 
pertama sekaligus menjadi kantor 
pusat Awana di Indonesia. Tetapi 
5 tahun terakhir ini, kantor pusat 
Awana berpindah ke Jakarta. 

Awana memberi arti 

Awana sebagai yayasan pe- 
la-yanan anak, yang mengajarkan 
Firman Tuhan dengan cara yang 
berbeda dan menyenangkan. 
Awana hadir bukan untuk meng- 
gantikan sekolah minggu, namun 
merupakan program tambahan 
yang dapat dipakai gereja atau 
sekolah, dalam penginjilan dan 
pemuridan. 

"Approved Workmen Are Not 
Ashamed," merupakan kepan- 
jangan sekaligus arti dari nama 



Awana. Nama yang terinspirasi 
dari Alkitab, II Timotius 2:15, "Us- 
ahakanlah supaya engkau layak di 
hadapan Allah, sebagai seorang 
pekerja yang tidak usah malu." 

Latar belakang dari nama ini, 
menghadirkan Awana untuk mem- 
buka mata banyak orang agar 
tidak malu melayani. Sebaliknya, 
melibatkan setiap orang untuk 
melayani, karena melayani adalah 
panggilan bagi orang percaya. 

"Setiap orang yang hadir di 
gereja, hanya 10% yang terlibat 
melayani, karena mereka merasa 
tidak punya kesempatan dan tidak 
tahu apa yang bisa dilakukan untuk 
melayani. Contohnya: orang tua 
yang duduk di kursi roda, dapat 
melayani dengan mendengarkan 
anak menghafal ayat Firman Tu- 
han. Atau seseorang yang merasa 
minder karena tidak pandai, dia 
dapat memimpin permainan pada 
club Awana," tutur Judy penuh 
antusias. 

"Orang tua anak pada club Awa- 
na, ketika mengikuti perkemban- 
gan anaknya, dapat tertarik untuk 
terlibat mengikuti PA atau Pemuri- 
dan di Awana. Padahal sebelumnya 
lebih dikenal seorang Kristen KTP," 
kisah Misionaris Amerika ini tentang 
dampak kehadiran Awana kepada 
orangtua mereka. 

Menjangkau anak dan orang tua 
kepada Kristus melalui penginjilan. 
Melatih para pemimpin dan anak, 
untuk menjadi pemimpin melalui 
pemuridan. Ini dikerjakan Awana 
sebagai tujuan, dan Injil sebagai 
fokus. Menjadikan setiap anak 
lebih kuat ketika ada godaan dan 
cobaan, melalui kecintaan pada 
Firman Tuhan. 

Awana menarik 

Fokus Awana untuk pengem- 
bangan pelayanan anak, terbukti 
melalui setiap konsep, pelatih, 
materi/bahan, serta perlengkapan 
yang disiapkan secara sistematis 
dan menarik. Dalam program paket 
7 tahun, untuk usia 5-12 tahun. 
Inilah upaya kesadaran memandang 
betapa pentingnya anak akan hal 
baru, kreatif, dan berguna. 

Penghafalan ayat, sistem peng- 
hargaan individu, pem-belajaran 



NIfcNU 

"u: AM 

JilKmlb 



HHJO, Hk/JMUJiU 



*^ 



HjHjrinii^ mm nin jirn ul -jj-j-H.LKf, 
rTwniiLJriiin lnou-lngu : 

PrHTOiikar Album Tarbaru Ardo- 



Firman Tuhan, dan permainan 
adalah inti dari seluruh kegiatan 
Awana. Menjadikan setiap anak 
dapat belajar Firman Tuhan dengan 
sangat menyenangkan. 

Awana membangun partner- 
ship dengan gereja-gereja atau 
lembaga terkait secara global. 
Pembekalan dan pelatihan dilaku- 
kan Awana bagi setiap anggota 
yang siap membuka club Awana 
di lokasi masing-masing. 

Ada 3 kegiatan besar yang ada 
dalam club Awana yaitu permainan, 
buku pedoman, dan kebersamaan. 
Setiap kegiatan diberikan waktu 40 
menit, suasana diciptakan rileks 
dan dinamis. Ini disebut program 
reguler. Setiap anak wajib memba- 
yar Rp 100 ribu per tahun, untuk 
men-dapatkan seluruh kelengkapan 
sebagai anggota club. Pertemuan 
sekali seminggu, yang dapat diatur 
sesuai keinginan setiap club. 

Program baru Awana berikutnya 
adalah penanaman benih. Awana 
menyediakan pelatih serta pro- 
gram/bahan. Gereja lokal menye- 
diakan para pemimpin, komunitas, 
dan sumber daya untuk mengikuti 
pelatihan selama 5 hari. 

Awana menjadikan anak-anak 
dapat mencintai Firman Tu- 
han dengan program menarik. 
Firman Tuhan yang dihafal, 
dimengerti dan diaplikasikan 
dalam kelompok. Membangun 
kesadaran anak untuk bersaksi, 
selanjutnya belajar memimpin. 

Awana melihat pentingnya 
anak dibangun dengan ke- 
cintaan akan Firman Tuhan. 
Menuntunnya untuk menjadi 
murid Kristus yang giat me- 
layani. Anak yang terlahir untuk 
Tuhan. 

^Lidya 




&m* 






Berdiri 22^1 1375 

l< LI T | i r h KhlllH.Ttti! BerpFiL^nhiiT] 1111 

[El K.il,iM..jil i i L" !"n.i iiV.jp 
Kah. Si iriifc-li]ir:ii]ii. 

JJ, B*(H KttHf No r 31 

P. Siantar Z1 1 Z - Sumut 

Tel. (OA22) 2G104 - 21TD7 

FAX : 2&30O 



•M Pelita Batak 



90.7 FM 



JUJUR & KONSISTEN 

riji M.rmhinp^ihnH-ian 3MI7fcilUT P«tI7MaQ]5'IT 



REFORMATA 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Kredo 





Manajemen Keuan- 
gan Keluarga 



Pdt. Poltak YP Sibarani, D.Th* 

( www.poltakypsibarani.com ) 

KARENA hampir semua 
kebutuhan hidup keluarga 
dibeli dengan uang pada 
masa modern ini, maka mau tidak 
mau, keuangan keluarga pun harus 
diperhatikan keberadaannya secara 
seksama. Bila uang dalam keluarga 
tidak ditata dengan baik, maka 
akan muncul banyak masalah. 
Bahkan, tidak sedikit suami-isteri 
bercerai karena alasan keuangan. 
Di sinilah pentingnya manajemen 
keuangan dimiliki dan diterap- 
kan dalam kehidupan keluarga. 
Manajemen memiliki pe-ngertian 
"mengatur', 'mengelola', 'menem- 
patkan', "menyusun' dan beberapa 
pengertian yang sejenis. Tuhan 
Yesus menghimbau agar murid-mu- 
rid-Nya memiliki kecer-dasan dalam 
menggunakan uang yang mereka 
miliki. Orang-orang percaya seha- 
rusnya lebih cerdas dalam menggu- 
nakan uang dari-pada orang-orang 
yang tidak percaya (lih. Luk. 16: 
8). Mereka diingatkan Tuhan agar 
"mengikat persahabatan dengan 
memper-gunakan mamon (uang) 
yang tidak jujur selama mereka be- 
rada di dalam dunia ini (Luk. 16: 9). 
Tuhan mengatakan bahwa mamon 
memang tidak bersifat kekal dan 
tidak dapat menye-lamatkan jiwa, 
namun selama hidup di dunia ini, 
mamon harus benar-benar diper- 
gunakan dengan efektif. "Barang 
siapa setia dalam perkara-perkara 
kecil, ia setia juga dalam perk- 
ara-perkara besar. Dan barang 
siapa tidak benar dalam perka- 
ra-perkara kecil, ia tidak benar 
juga dalam perkara-perkara besar" 
(Luk. 16:10). 

Dalam II Raja-Raja 4 ada sebuah 
kisah mengenai seorang janda 
yang miskin yang memiliki banyak 
utang. Karena utang yang sangat 
banyak itu, kedua anaknya harus 



'dijual' sebagai budak untuk mem- 
bayarnya. Ia datang kepada Nabi 
Elisa. Nabi Elisa berdoa baginya 
dan memberikan beberapa "perin- 
tah'. Perintah tersebut dikerjakan 
dengan baik oleh perempuan 
itu dan terjadilah mukjizat di 
mana dari sebuah buli-buli yang 
minyaknya tinggal sedikit, keluar 
sangat banyak minyak, hingga 
memenuhi banyak bejana. Setelah 
bejana-bejana tersebut penuh, ia 
tidak segera menggunakannya, 
namun kembali mendatangi Nabi 
Elisa sambil bertanya mengenai 
apa yang harus dilakukan se- 
lanjutnya. Kemudian, Nabi Elisa 
membimbing perempuan tersebut 
untuk menjual minyak tersebut 
dan menggunakannya dengan 
tepat. Apa yang dilakukan oleh 
janda tersebut patut diteladani, 
yaitu bertanya kepada Tuhan agar 
dapat menggunakan uangnya 
dengan tepat. 

Surat Yakobus berpesan agar 
'apabila seseorang kekurangan 
hikmat, hendaklah ia memintanya 
kepada Allah yang selalu bersedia 
memberikannya dengan sukarela' 
(Yak. 1:5). Berkat Tuhan bukan 
masalah jumlah tetapi bagaimana 
menggunakannya. 

1. Pentingnya manajemen 
keuangan keluarga 

Manajemen keuangan keluarga 
diperlukan untuk memperhatikan 
keluar-masuknya uang keluarga. 
Pada dasarnya mengatur ke-uan- 
gan keluarga berarti adanya kes- 
eimbangan antara penge-luaran 
dan pemasukan. Penem-patan 
atau pengalokasian keuangan ha- 
rus dilakukan seefisien dan sepro- 
porsional mungkin. Pengeluaran 
keuangan dalam keluarga harus 
memper-hatikan mana yang lebih 
utama (skala prioritas), seperti 
bunyi sebuah peribahasa: 'jangan 
lebih besar pasak daripada tiang'. 
Artinya, jangan lebih besar penge- 
luaran dari pada pendapatan. 
Berkat Tuhan tidak pernah kurang 



bagi orang-orang percaya yang 
rajin bekerja dan selalu berharap 
kepada-Nya. Seringkah, karena 
berkat Tuhan tersebut tidak dikelola 
dengan baik, maka terjadilah krisis 
ekonomi dalam keluarga. 

Suatu ketika ada bapak, yang 
adalah anggota sebuah gereja, 
mendatangi pendetanya sambil 
berkeluh-kesah begitu rupa. Ia 
memohon dengan sangat agar 
pendeta itu berdoa untuknya, 
karena ia sangat kebingungan 
tentang ekonomi keluarganya. Ia 
mengatakan bahwa di tempat ia 
berdagang (toko) terdapat banyak 
'tuyul' dan "belalang pelahap'. Hal 
ini diindikasikan oleh kerugian yang 
ia selalu alami di mana setiap akhir 
bulan selalu rugi, padahal menurut 
pengakuan bapak tersebut, pelang- 
gannya sangat banyak dan tidak 
seharusnya merugi. Si Pendeta 
heran dan segera berdoa dalam 
hatinya. Tuhan memberikan hikmat 
kepadanya untuk menanyakan 
beberapa hal sehubungan dengan 
cara-cara penyimpanan dan penge- 
luaran keuangan yang biasa dilaku- 
kan pedagang tersebut. Setelah 
sekian lama berbincang-bincang, 
akhirnya didapatkan kesimpulan 
bahwa sesungguhnya di dalam 
tempat usaha orang tersebut tidak 
ada 'tuyul' atau "belalang pelahap'. 

Penyebab dari kekacauan keuan- 
gan pria tersebut adalah karena 
manajemennya yang tidak benar. 
Memang, setiap hari ia mendapa- 
tkan untung yang cukup banyak, 
namun setiap hari ia juga memiliki 
pengeluaran yang juga banyak, 
bahkan tampaknya lebih ban- 
yak. Tokonya cukup besar, namun 
dianggap masih dapat dikelola 
sendiri. Ia dibantu oleh beberapa 
karyawan, namun semua pengelu- 
aran dan pemasukan keuangan ia 
yang mengaturnya. Di sinilah letak 
permasalahannya, yaitu karena 
ia tidak memiliki pembukuan dan 
catatan pengeluaran yang jelas dan 
terencana. Apabila anaknya pulang 
sekolah dan mampir di toko, maka 



si bapak akan membayar ongkos 
Bajai dari uang toko, tanpa men- 
catatnya. Ketika istrinya datang 
meminta sejumlah uang untuk 
membeli keperluan rumah tangga, 
pria tersebut juga akan memberi- 
kannya dari uang toko, tanpa men- 
catatnya. De-mikian pula dengan 
banyak hal pengeluaran lainnya. 
Ia memang selalu mencatat jum- 
lah pema-sukan, namun ia sangat 
jarang mencatat pengeluaran. 
Pantaslah, apabila pada setiap akhir 
bulan, ia selalu kebingungan. Di 
akhir pembicaraan, Sang Pendeta 
memberikan 'pelajaran singkat' 
yang sangat sederhana bagai-mana 
membuat catatan pemasuk-an dan 
pengeluaran keuangan sekaligus 
bagaimana membuat perencanaan 
penggunaan ke-uangan. Menden- 
gar hal itu, ang-gota gereja terse- 
but meng-angguk-angguk tanda 
mengerti dan akhirnya pulang 
dengan tersenyum gembira. Bag- 
inya sekarang sudah menjadi jelas 
bahwa manajemen keuangan dapat 
mengalahkan tuyul dan belalang 
pelahap. 

2. Bentuk-bentuk pengelu- 
aran keluarga 

Dalam keluarga Kristen, biasanya 
pengeluaran keuangan dibagi ke 
dalam beberapa kategori, antara 
lain: (1) pengeluaran rutin; (2) 
pengeluaran tak terduga; (3) 
pengeluaran untuk meningkatkan 
kualitas perlengkapan hidup; (4) 
pengeluaran yang berhubungan 
dengan kegiatan gerejawi dan kegia- 
tan kerohanian; dan (5) pengeluaran 
sebagai tabungan. Secara prinsipil, 
semua pengeluaran ini merupakan 
satu paket, artinya semuanya mer- 
upakan satu kesatuan. Pengeluaran 
harus disesuaikan dengan pema- 
sukan. Sebagaimana pengeluaran 
dilakukan secara bersama-sama, 
maka pemasukan juga harus dip- 
ikirkan dan dipenuhi secara bersa- 
ma-sama. Namun, kita tidak boleh 
terjebak ke dalam angka-angka, 
karena nilai produksi suami dengan 



nilai produksi isteri dan anak dapat 
berbeda kuantitas atau nominalnya. 
Siapakah yang harus memegang 
kendali keuangan keluarga? Tidak 
harus salah satu suami atau isteri, 
namun sebaiknya diputuskan secara 
bersama-sama, sekalipun sebaiknya 
ada semacam 'kasir' atau 'bendahara 
keluarga'. Selain 'keuangan bersama' 
seharusnya ada juga 'keuangan 
pribadi' dari setiap anggota keluarga. 
Selain kebutuhan bersama dalam 
setiap keluarga, tidak boleh dilupakan 
adanya kebutuhan yang bersifat prib- 
adi dari setiap anggotanya. Memang 
kebutuhan bersama keluarga adalah 
lebih penting dan harus selalu diprior- 
itaskan daripada kebutuhan pribadi. 
Namun, bukan berarti kebutuhan 
pribadi tidak penting untuk diper- 
hatikan. Setiap anggota keluarga, 
suami, isteri dan anak-anak, memiliki 
kebutuhannya masing-masing, yang 
dapat berbeda. Pemahaman mere- 
ka tentang penggunaan uang juga 
dapat berbeda, misalnya tentang 
perlunya memberi sedekah kepada 
pengemis atau jumlah persembahan 
dan perlu atau tidaknya memberikan 
persepuluhan secara rutin. ♦ 

*Penulis adalah Pendiri Sekolah 
Pengkhotbah Modern (SPM), Ketua 
STT Lintas Budaya, dan Gembala 
Sidang Jakarta Breakthrough Com- 
munity (JBC). 




REFORMATA 




Jadwal Gereja 



GBI RUMAH KASIH 

ImIh 5idnng : PdL Jajyl MinmiLiy MI'M 
" GBI Rumah K«PP> - 



1 



v 



Komunitas- Umtt Tuhan mit-y£ HiNng nvang-iBlPiPR 

niFnriiiJitLrin rtjtn rTUTihnngun 

Kami b*rtb*d*h ««tiap = 



HbfI : Minggu f Ad-n Sekolah Minggu } 

jam i i «,gp - 1 1 .on wi 9 

T*rinpat ; Twln Plan Hausi LLZ 

Ruang VIaujI 

Hbv 93-M Slip I Jakarta 

Marilah Hhng fcwrtwisH kfls-ih twraflma 
P>l*i RMmflh K-kpF> Fampfy rujiku M*Enb«rfc*TI. 
t #*zk.*?i&*i A^-kHtnbi gr«tP9- s-t+l-sp harpv-abtv 
J*m lfl s M - Ij-M dli BnlUglo PtatLriferttii 
Kaw^AJn hihi^ hurtincpJn &Jrac Ha i ir.E4.J 

Arca P-arklr Larvtal LGA6 r Ruang Doa :- 



:;> 



... 



Informasi : D21 



D-:.l 51 iJU 2 t Ml 6-1 313 2M7 



-LL-.L UX * 1 4 X'.l 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/or^ta| 



JAMMU. UUKIULH UHUH 

■-■: . j ■■ .UjMjIi-jiii hduiL-dd ^irdil 'uliri 



iartw.-i F-mhn 



n.ar.u-waj 



■ *«.IVI 



10 

n 

■■ 



b h. | K-L-n 

■ 

rM:KiPtr lf¥ t,t 



H LCUJ-fciy 



|'JI St^i .h 

m -'j A i-.u. 

rvi Kim i;-k 



Kpulu 

T li! 



IIT 

II 
H 

■ 



IVJ« :"jLL /i b 
IVi liip.u.nT-iiF 
N: r4*i^j.flL-Sii4i 



IbiAkAPrvi kudba 
TJl tt^jfl Ml 

IMi 'hi- : ■•■ 

l'Jl |llld MlIM 



Tempat Kebaktian : 

Gedung Panin Lt. 6, Jl. Pecenongan No. 84 Jakarta Pusat 

Sekretariat GKRI Petra : 

Ruko Permata Senayan Blok F/22, Jl. Tentara Relajar I (Patal Senayan) 
Jakarta Selatan. Telp. (021) 5794 1004/5, Fax. (021) 5794 1005 



Bagi Anda yang 

ingin memasang 

jadwal ibadah 

gereja Anda, 

silakan 

menghubungi 

bagian iklan 

REFORMATA 

JL Salemba Raya 

No: 24A-B, 

Jakarta Pusat 

Telp: 021-3924229, 

HP: 0811991086 

Fax:(021) 3148543 



VEHUOAGOWELHINISTR-V 



PmPCHAH : HL Dn. Vidi D. PutnA. H TTi 



■:ii- hi : n, Iv-j Gid rq iifpemiJ IKKi u. ] hth ■ JL kikird Ut. \ifi 
MVfi W*j jH]*J Tit> IC']J:-- - riL-»:0i > OillunUFu. (OIL) J5 U lt h 



h=HuJjJu*Ni:ubui 




Klf. LT. : 



UDWAL KEBAKTIAN MENEUJ 



OKTDDf H EDI* 



UH^J. 



o t*- 



WCni 



iJ»i 






JUJBffl- 



PKL \UXf 



PULUT.» 



PH I Cut' 



CU lt.* 



mp 









rcr. c v nt mei & m ion. 



POT D W. KEA D. hWUOOL 



BrTffl at,vui^D.HyLa*. 



_par<:iiq.BH^w|un 



ror d.m%yiij eluulol 



CUT D K-VlD"D.HUlfll 



F PT. D'. nMlEJ-Di FNIDUL 



AH:iin 



pp^MiANIUDuS 



mpjujujiiJDun 



i* K - .jj«jAyiupu5 



4 :t=apiH iy^a A-iii«-« 

Hi&i ■ rr.L nMi$. AyoLOiuri 

TAM : lf.D^WID 



JUA . 1I.C-0WID 

IBADAH TCA4MLAM 



JJIM. fcfl-.MWH 

HLpa-ri TINDAH UINCJ4^ 

i-ld tl Pc+l , k'AFAli. ■] J ftl i vii I u 

J.>v« "^ '3'^ v> : 



Nfc- fifiUKIW JAD WjS L JM H J u,' JMAAW £N KTT HIMEMALt LT 2 £10X A 



IBAU&H TE>ffl4lf AMN^4ll 

RUi v TQ| . KUAJR hd c^ i 9AT4 
10-.DD W11 



zx 



JADWAL KEBAKTIAN TENGAH MINGGU 
GEREJA REFORAAASI INDONESIA 



Persekutuan Oikumene 
Rabu, Pkl 12.00 WIB 

6 Oktober 2010 20 Oktober 2010 

Pembicara: Bpk. Harry Puspito Pembicara: Bpk Sugihono subeno 

13 Oktober 2010 27 Oktober 2010 

Pembicara: Ibu. Imelda Wiguna Pembicara: Bpk. Rudi Hidayat 



Antiokhia Ladies Fellowship 
Kamis, Pkl 11.00 WIB 



7 Oktober 2010 
Pembicara: Pdt. Erwin NT 
14 Oktober 2010 
Pembicara: Pdt. Bigman Sirait 



21 Oktober 2010 



Antiokhia Youth Fellowship 

Sabtu, Pkl 16.30 WIB 

2 Oktober 2010 23 Oktober 2010 

Pembicara: Pdt. Bigman Sirait Pembicara: Pdt. Yusuf Dharmawan 

9 Oktober 2010 30 Oktober 2010 

Pembicara: Ibu Juaniva kebersamaan ATF &AYF 
16 Oktober 2010 
Pembicara: Bpk. D.F.Manao 



ATF 
Sabtu, Pkl 15.30 WIB 



2 Oktober 2010 
Pembicara: Pak Karly 
9 Oktober 2010 
Pembicara: Pak Saut 
16 Oktober 2010 
Pembicara: Ibu Juaniva 



23 Oktober 2010 

Pembicara: Bpk. Jemmy 

30 Oktober 2010 

kebersamaan ATF &AYF 



WISMA BERSAMA Lt.2, 
Jin. Salemba Raya 24A-B Jakarta Pusat 



SEMINAR 



& 



M WIW I - IH K'.tLII 



u .: ()o,>kon dan HadJrHah 



uNclr',:-rL. ! Ji 1 kii > 



k^hmlinn iVi-nggi: - : j Cinlahir ■2U 1 iU 
^.FMKPUZJLd4» bnf UJ2 lfe=rvi Vbn* 
JC Lftiu.S Phx-rEn K-xr 43-t^ icruhi Bkmd 

H, 1« H MY^I^rr-n^. 

J_#l tailV FUj.b^iuLH hnUu taa| 

Pta.lT.M Pn li-AliPi] 



1 -hirtPUUji 




. :-j !j L..kii 
■W. Bl*i r. AU 



»Whdklnli «JlrFjr.. - 31 Ok^h-r- Hl t 



JI.I#lK*i I- 



Pi 1D IE 



|V-r. .1 V 1-r. ,, Li... I 
lu. "J 44 ..A-i-1 ■ hi.-Bl 

Pd. Uprxn Hiii 
N4- Ku>>.— Eli.Ji 



w*c '.?: 



^^^^_^^^^_ 



MbnL->a»^|h«v- la-pL-^lic* jgia 
i. nm plixaj tfa T iii lu ■uwaj'rtkMJ 

II 'iilin.3. Funcr ln ■? 3- W 4 IzJ-nm | 
■Bj.-l-TJI Ml U^i-b-.t^k 

n 1QA| Titi liar-wii^-H 

i. P'! i«irlli A4.. |Mrdl-. -- . . I..I .r I 



K.-Lzilrrinn i^inggu - ]q LVrtubpr ^dlD 
■L hlrii- ii iJii Kir 13-h4 iiuiu iiin 

n. PT 14 m i.i.i.-iL— *h Ti .j 

H. ICI M M- i 

3-PI P«i«hd 

Fh.TJ.H frl.hcnmllTi: 



Hiz-zkliz- FfFm-zjn E+^cp K-zri -Ift ra qqL 
I. TiaiM F"L1Xh. cH-eh Tc-«f.- Li 3 4i«|VhMJ 
n LHipH-i. 3. Puno luk ?3-H r 

-34n»l> S"» C-c^:-a-ll-JF-iIlc4.Tl| 

-IB-Jii 311 PLb^L uO. Li^Albfe i^LViI 

- -i lu Kik hrk» KL» I Cw ri_JL i- ^ 

- MHDfe HIP bUmkni -■# M 



REFORMATA 



ire/ormajai 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



r 





LetjieSampingan 

Konser Kasih untuk 30 
Tahun Peyananan 



5-^iF.i^S tFP*TU 





= M> 


FDFlr» iPUh 












"■"■""■n 











TKV^t 



LETJIE Sampin- 

gan, worship lead- 

er yang 

sudah tidak asing 

bagi umat kristiani 

se-Jabo-detabek, 

malam itu, Kamis 

2 September 2010, 

tam-pak sumrin- 

gah. Malam itu, 

ber-tempatdi Balai 

Sarbini, Jakarta, 

dia mengadakan 

konser sebagai 

ucapan syukur atas anugerah 

Tuhan yang sudah memberinya 

kesempatan melayani DIA sela- 







ma 30 tahun. 

Ratusan undangan tampak 
menghadiri acara yang juga 
dimeriahkan sejumlah penyanyi 
gereja. Ada 10 lagu yang dib- 
awakan Letjie, terdengar sangat 
powerful dan tetap merdu. 
Nama-nama yang tampil an- 
tara lain: Thea Da Costa, Lidya 
Noorsaid, Deasy Fitri, dan Diana 
Nasution dengan membawakan 
lagu-lagu pilihan mereka, serta 
kesaksian mengharukan saat 
melayani bersama Letjie. 

Sejak tahun 1980-an, wanita 
kelahiran Sanger Talaud, Sulut 
18 Mei 1964 ini telah melayani 
sebagai worship leader (WL) di 
berbagai acara rohani Kristen. 
Kesempatan berkarya yang 
diberkati Tuhan, membuat anak 
bungsu dari 5 bersaudara ini, 
dapat menghadirkan 26 album 
sepanjang 30 tahun melayani di 
ladang Tuhan. 

Rasa syukur tak terhingga 
dapat dinikmati pemilik album 
Kudatang KehadiratMu ini, da- 
lam hari-hari melayani Tuhan. 
"Hidup kita apa yang mau kita 
bawa setelah mati. Hidup kita 
ini, hanya untuk menye-nang- 
kan Tuhan. Melayani Tuhan ada- 
lah sukacitaku dan kekuatanku/' 
ungkap Letjie berbinar akan 
pengalaman yang telah dirasakan 
bersama Tuhan. 

Konser yang memikat hati 
banyak orang, karena berkat 
yang dirasakan membuat Letjie 
mendapat kesempatan untuk 
menjadi host, melalui acara Sen- 
andung Kasih, Indovision- chan- 
nel 70, mulai 4 Oktober nanti, 
dalam 3 kali tayangan setiap 
minggunya. 

Followup dari konser ini, Let- 
jie akan melakukan perjalanan 
konser di beberapa kota: Sanger 
Talaud, Manado, dan Jawa Ten- 
gah, mulai Oktober nanti. 

Saat-saat mempersiapkan 
Konser Kasih ini sejak April, ada 
suka duka yang dirasakan Letjie, 
ketika ada nada-nada yang tidak 
yakin jika konser ini dapat ber- 
langsung baik dengan dapat di- 
hadiri banyak orang. Namun, kini 
Letjie tersenyum penuh syukur: 
'Tuhan menjawab doa saya, saya 
sangat bersukacita mendapatkan 
banyak respon yang baik dari 
berbagai pihak karena diberkati 
melalui konser kasih ini," urai 
Letjie penuh kebahagiaan. 

Lidya 



REFORMATA 




Konsultasi Hukum 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



|ire/qrmata| 



n 

An An Sylviana, SH, 



Pengadilan Tidak Gampang Pu- 
tuskan Perceraian 



Bapak Pengasuh yang terhormat. Saya dan istri baru menikah selama 
kurang lebih 6 bulan. Jujur saja selama pernikahan, saya belum bisa 
membahagiakan istri dengan materi, karena penghasilan saya hanya 
cukup untuk makan saja, bahkan terkadang tidak mencukupi. Saya 
bekerja sebagai buruh harian. Istri berasal dari keluarga yang cukup 
berada. Permasalahannya adalah istri saya minta bercerai dengan alasan 
desakan orang tuanya. Istri saya sendiri masih mencintai saya, tapi takut 
melawan kehendak orang tuanya tersebut. Apa yang harus saya lakukan 
menghadapi masalah saya ini. Terus terang saya masih sangat mencintai 
istri saya. Oh ya perlu saya kemukakan bahwa meskipun kami sangat 
berkekurangan, saya dan istri jarang sekali bertengkar, boleh dibilang 
hampir tidak pernah. 

Nanan 
Jakarta 



Sdr. Nanan yang terkasih. Tujuan 
perkawinan adalah untuk 
membentuk keluarga yang 
bahagia kekal dan sejahtera, 
maka UU Perkawinan yang ada 
menganut prinsip untuk mem- 
persukar terja-dinya perceraian. 
Harus ada alasan-alasan tertentu 
serta harus dilakukan di depan Si- 
dang Pengadilan. Perceraian hanya 
dapat terjadi karena alasan atau 
alasan-alasan sebagai berikut: a) 
Salah satu pihak berbuat zinah 
atau menjadi pemabok, pema- 
dat, penjudi, dan lain sebagainya 
yang sukar disembuhkan; b) 
Salah satu pihak meninggalkan 
pihak lain dan tanpa alasan yang 
sah atau karena hal lain di luar 
kemampuannya; c) Salah satu 



Hikayat 




Hans P.Tan 



MENGENASKAN sekali nasib 
bangsa ini. Sementara 
bangsa lain sudah ada yang 
sibuk dengan program luar ang- 
kasa—mencari planet baru untuk 
hunian umat manusia di masa de- 
pan—bangsa kita malah lebih suka 
berkubang dalam konflik yang men- 
yangkut rumah ibadah. Di sejumlah 
daerah, keberadaan rumah ibadah 
bisa menjadi persoalan besar yang 
menguras banyak tenaga dan 
pikiran. Hanya gara-gara sebuah 
tempat ibadah, bisa pecah ben- 
trokan berdarah antarwarga yang 
berbeda keyakinan. Entah apa yang 
sedang merasuk jiwa dan pikiran 
bangsa ini sehingga semakin tidak 
bisa menerima perbedaan yang 
sudah menjadi takdir dari Yang 
Kuasa. 

Gereja sebagai tempat ibadah 
warga minoritas menjadi sasaran 
tembak bagi sekelompok orang 
yang tidak mampu menerima 
keberagaman. Gereja yang sudah 
berada di suatu tempat selama 
balasan tahun bisa ditutup dengan 
alasan yang dicari-cari, semisal ti- 
dak punya ijin atau keberadaannya 
mengganggu. Alhasil umat yang 
jumlahnya mencapai ratusan atau 
ribuan jiwa itu pun telantar dalam 
urusan ibadah. Sebagian mungkin 
ada yang terpaksa pindah ke gereja 

R^b^?PB[ a banyak juga yang 



pihak mendapat hukuman penjara 
5 (lima) tahun atau hukuman lebih 
berat setelah perkawinan berlang- 
sung; d) Salah satu pihak melakukan 
kekejaman atau penganiayaan berat 
yang membahayakan pihak lain; e) 
Salah satu pihak mendapat cacat 
badan atau penyakit dengan akibat 
tidak dapat menjalankan kewajiban- 
nya sebagai suami/istri; f) Antara 
suami dan istri terus-menerus terjadi 
perselisihan dan pertengkaran dan 
tidak ada harapan akan hidup rukun 
lagi dalam rumah tangga. 

Alasan terakhir inilah yang sering 
digunakan untuk alasan terjadinya 
perceraian. Namun sebagaimana pen- 
gakuan Saudara yang menya-takan 
bahwa selama perkawinan ber- 
langsung, hampir tidak pernah 



akhirnya beribadah di lapangan 
terbuka, atau menggelar kebaktian 
di trotoar dekat gereja mereka yang 
disegel massa atau pemerintah 
setempat. 

Bagi sebagian orang, gereja 
bagaikan momok yang sangat 
menakutkan, sehingga tidak boleh 
ada di wilayah mereka. Orang-orang 
ini kelihatan sekali alergi dengan 
gereja sebab bagi mereka tempat 
ibadah umat kristiani ini identik 
dengan kristenisasi alias pe-mur- 
tadan. Berpindah keyakinan adalah 
sesuatu hal yang dianggap sangat 
tabu. Maka aktivitas yang dinilai 
berpotensi memancing pemur- 
tadan dianggap sangat berbahaya. 
Jangankan ibadah gerejawi, anak- 
anak sekolah minggu yang sedang 
menyanyikan kidung-kidung pujian 
sambil bertepuk tangan pun bisa 
dianggap sebagai ancaman seh- 
ingga perlu dilarang. Kelompok ini 
tidak rela jika ada anggotanya yang 
berpindah keyakinan, sebaliknya 
sangat senang bila ada umat lain 
yang meninggalkan iman lamanya 
dan memeluk agama mereka. 

Adalah sangat menyesakkan bila 
ada gereja yang ditutup padahal 
sudah berada di suatu tempat 
selama puluhan atau belasan ta- 
hun. Jika alasannya adalah IMB, 
tentu bisa dilengkapi secepatnya 
bila memang semua pihak punya 
itikad baik untuk itu. Ada pula yang 
beralasan bahwa keberadaan ge- 
reja mengganggu dan meresahkan 
padahal cuma seminggu sekali 
digunakan untuk beribadah. Bisa 
saja gereja dinilai mengganggu bila 



Saudara dan istri bertengkar, ter- 
masuk di dalamnya karena mas- 
alah ekonomi. Dengan demikian 
jelas bahwa tidak ada satu alasan 
pun yang dapat digunakan untuk 
memutuskan ikatan perkawinan 
saudara dengan istri, kecuali ada 
kriteria sebagaimana diuraikan di 
atas yang dapat dipenuhi. 

Alasan perceraian karena per- 
mintaan orang tua istri saudara, 
dan istri saudara takut kalau tidak 
menaatinya, jelas bukan merupa- 
kan alasan yang diperkenankan 
oleh UU, dan oleh karenanya pasti 
ditolak oleh pengadilan. 

Perlu Saudara ketahui, waktu 
Saudara dan istri menyatakan ke- 
hendak untuk menikah, tentunya 
telah melalui berbagai prosedur 
yang terlebih dahulu harus Saudara 
dan istri Saudara penuhi, sehingga 
tidak ditemukan halangan per- 
kawinan menurut UU. Singkatnya, 
Saudara dan istri saudara dianggap 
telah masak jiwa dan raganya untuk 
dapat melangsungkan perkawinan, 
agar supaya dapat mewujudkan 
tujuan perkawinan secara baik 
tanpa berakhir pada perceraian 
dan mendapat keturunan yang baik 
dan sehat. 

Memang Saudara tidak men- 
jelaskan apakah perkawinan yang 
Saudara dan istri lakukan, atas 
seijin orang tua istri saudara atau ti- 
dak. Undang-undang mengisyarat- 





kan bahwa untuk melangsungkan 
perkawinan seorang yang belum 
mencapai umur 21 tahun harus 
mendapat izin kedua orang tuan- 
ya. Namun dengan telah 
dapat dilaksanakannya perkawinan 
Saudara dengan istri dengan baik, 
maka saya beranggapan bahwa 
Saudara dan istri telah memenuhi 
seluruh syarat-syarat untuk dapat 
dilangsungkannya suatu perkaw- 
inan. Akan tetapi apabila orang 
tua istri Saudara beranggapan 
perkawinan Saudara dengan istri 
tidak memenuhi syarat-syarat un- 
tuk melangsungkan perkawinan, 
dapat saja orang tua istri Anda 



Gereja 




aktivitas ibadah berlangsung saban 
hari sambil berteriak-teriak meng- 
gunakan pengeras suara. Apabila 
setiap kebaktian gereja dilengkapi 
alat pengeras suara yang ditujukan 
ke segala arah, wajarlah bila ada 
orang lain yang merasa terusik. 
Namun andaikata pun gereja dinilai 
menimbulkan gangguan dan ke- 
resahan, hal-hal semacam ini pun 
mestinya bisa dinegosiasikan tanpa 
harus mengenyahkan tempat ibadah 
tersebut. 

Gereja di Indonesia sering di- 
tuding sebagai warisan kaum 
penjajah. Tapi ada pendapat 
bahwa gereja sudah hadir di Bumi 
Nusantara jauh sebelum kolonialis 
datang. Syekh Abu Salih al-Armi- 
ni, penulis sejarah yang menulis 
mengenai gereja-gereja di benua 
Asia dan Afrika mengatakan bah- 
wa agama Kristen telah masuk ke 
pantai barat Sumatera Utara sejak 
abad ke-7 Masehi. Pada masa itu 



para pedagang Arab, Persia dan 
India yang Kristen sering juga 
membawa pendeta. Me-nurut 
Al-Armini, Fanshur (Barus) adalah 
kota yang terkenal karena kapur 
barusnya. Dia juga menulis kalau di 
sana terdapat banyak gereja, salah 
satunya Gereja Saidat al-Adhara 
al Thaharat Martamiryam (Santa 
Maria Perawan yang Murni). 

Apabila ulasan Al Armini di atas 
benar, maka penulis sejarah kita 
memang terlalu buru-buru meny- 
impulkan bahwa agama Islam pasti 
telah masuk sejak abad pertama 
Hijriah di Nusantara dengan ala- 
san karena sudah ada orang Arab. 
Jangan lupa, di Arab waktu itu 
masih banyak orang Kristen. Harus 
diingat bahwa orang-orang Kristen 
Arab waktu itu masih sangat ber- 
pengaruh dalam politik, ekonomi. 
Justru pe-dagang-pedagang Arab 
Kristen-lah yang lebih banyak 
bergerak waktu itu. Berdasarkan 



mengajukan permohonan pembat- 
alan perkawinan kepada pengadilan 
dalam daerah hukum di mana 
perkawinan dilangsungkan atau di 
tempat tinggal kedua suami istri, 
suami atau istri. 

Lepas dari alasan alasan hukum 
tersebut di atas, saya menyarankan 
agar dibangun komunikasi yang 
baik, baik dengan istri maupun 
dengan keluarga istri. Yakinkanlah, 
baik istri saudara maupun keluarga 
istri bahwa Saudara sangat mencin- 
tai istri Saudara, dan Saudara akan 
melakukan yang terbaik dengan 
segala daya dan kemampuan yang 
saudara miliki untuk membaha- 
giakan istri. 

Membangun keluarga dari nol 
adalah lebih baik, sehingga Saudara 
dan istri Saudara dapat menikmati 
setiap kemajuan yang Saudara 



*Managing Partner pada kantor Ad- 
vokat & Pengacara 
An An Sylviana & Rekan 



fakta ini dapat dikatakan bahwa 
gerejalah yang pertama ada Nu- 
santara (Sumatera), bukan tempat 
ibadah umat lain. Maka adalah 
tindakan keliru apabila gereja 
mendapat penolakan di berbagai 
kawasan. 

Terlepas dari penolakan itu, ge- 
reja harus berani introspeksi. Umat 
dan pimpinan gereja sudah saat- 
nya menyadari bahwa ada yang 
"salah" dan kebablasan da-lam 
perjalanan gereja. Beragam-nya 
aliran membuat umat ter-pecah- 
pecah dalam berbagai denominasi, 
di mana setiap denominasi meng- 
inginkan gereja sendiri. Rasanya 
prihatin menyak-sikan orang-orang 
sekeluarga setiap hari Minggu 
harus menem-puh jarak puluhan 
kilometer menuju tempat ibadah 
padahal di dekat rumah ada gereja. 
Siapa pula yang tidak bingung dan 
pusing melihat ada lebih dari satu 
gereja dalam satu areal? Tentu lebih 
memalukan lagi apabila antargereja 
diam-diam terlibat persaingan atau 
perang dingin. Apakah kondisi sema- 
cam ini yang dimaui Sang Kepala 
Gereja? Maka gereja harus berani 
mengambil hikmah dari penganiayaan 
yang saat ini dialaminya. Bisa saja 
ini rencana Tuhan agar umat-Nya 
bersatu dalam berbakti. ♦ 



r 



IRE/ORMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Konsultasi Teologi 





Menolong Teman 
yang Krisis Iman 



Pdt. Bigman Sirait 



Bapak Pengasuh yang kami hormati, perjalanan seseorang untuk 
mengikut Kristus tidak selamanya mulus. Persoalan sering membuat 
mereka meninggalkan imannya. Saya memiliki seorang sahabat yang 
sedang dilanda persoalan beruntun, dan membuatnya begitu down. Dia 
marah kepada Tuhan dan tidak ingin pelayanan bahkan ikut ibadah di 
gereja. Atas kondisi itu, saya ingin bertanya: 1) Apakah sahabat saya 
sedang mengalami krisis iman yang berat? 2) Peristiwa yang terjadi 
dalam keluarganya secara beruntun membuat dia marah kepada Tuhan. 
Apakah dengan membiarkan dia tidak ke gereja/tidak terlibat melayani 
saat ini, adalah cara yang baik untuk dia bisa tenang sejenak? 3) Dia 
menjadi begitu pesimis dengan semua yang dia lakukan. Apa yang harus 
dilakukan untuk menolong dia, baik secara pribadi maupun komunitas? 

Hanni Herlina 

Bogor 



HANNI yang dikasihi Tuhan, 
apa yang Anda tanyakan 
sungguh cerminan sebuah 
kepedulian yang kristiani. Jalan 
hidup memang tak selalu mulus, 
dan Alkitab memang tak pernah 
menjanjikan hal itu. Namun sema- 
kin hari memang semakin banyak 
khotbah yang sangat menina-bob- 
ok-kan. Menggambarkan hidup ber- 
sama Tuhan itu mulus tanpa pergu- 
mulan. Bahwa orang percaya akan 
menjadi kaya dan selalu sehat. Inilah 
yang dipahami kebanyakan orang 
Kristen sehingga menjadi rentan 
terhadap berbagai kesulitan hidup, 
yang biasa kita sebut pencobaan. 
Padahal fakta Alkitab bercerita lain. 
Yesus Kristus sendiri berkata dengan 
jelas, bahwa mengikut Dia berarti 
menyangkal diri, dan memikul salib. 
Paulus sebagai rasul Kristus ber- 
kata kepada jemaat di Filipi (1: 



29), bahwa kepada orang pilihan 
dianugerahkan bukan hanya percaya 
tetapi juga menderita untuk Kristus. 
Lalu di Korintus jelas pula dikatakan 
bahwa pencoban-pencobaan yang 
terjadi tidak melebihi batas ke- 
mampuan diri (1 Korintus 10: 13). 
Artinya jelas kita akan mengalami 
berbagai pencobaan. Banyak atau 
sedikit, berat atau ringan, adalah 
terjemahan kita sendiri. Yang pasti 
tidak melebihi kekuatan diri untuk 
menanggungnya. 

Dalam perjalanan beriman Alkitab 
juga mencatat keguncangan yang 
dialami oleh para nabi dan rasul. 
Ingat betapa tertekannya Musa 
dengan perilaku Israel dan kebin- 
gungannya dalam bersikap sebagai 
pengantara Tuhan. Dalam tekanan 
yang terasa berat bahkan Musa 
berbuat salah dengan memukul 
batu, padahal perintah Tuhan jelas 



agar Musa berbicara pada batu itu. 
Akibatnya Tuhan menghukum Musa 
hingga tiba hanya di gunung Nebo, 
dan tidak menjejakkan kaki di Tanah 
Perjanjian. 

Lalu kisah Elia yang juga kecewa 
dengan hasil pelayanannya, ketika 
melihat Israel tak juga bertobat, 
padahal ratusan nabi Baal sudah 
dikalahkan. Tentu sangat jelas juga 
kisah penyangkalan Petrus bagi 
semua kita bukan. Begitu juga to- 
koh Alkitab yang lainnya. Jadi yang 
pertama, adalah lumrah pergumulan 
keimanan dalam kehidupan orang 
percaya, termasuk ketidakber- 
dayaan menghadapinya. Terjadi 
sebuah krisis keberimanan. Tetapi 
juga ingat, semua berlangsung 
dalam sebuah periode yang selalu 
diakhiri dengan gegap gempita 
keme-nangan, yang pada akhirnya 
se-makin memperkokoh keimanan 
orang percaya. 

Soal yang kedua bahwa dia tidak 
ingin terlibat dalam pelayanan, 
sangat situasional. Itu sah-sah 
saja sebagai suasana untuk cooling 
down. Tapi berhenti kegiatan pe- 
layanan tidak sama dengan meng- 
hentikan persekutuan de-ngan 
Tuhan. Karena itu dalam masa jeda 
pelayanan tadi harus diikuti dengan 
pendampingan. Sebagai seorang 
sahabat, Anda bisa memainkan 
peran yang maksimal bagi dia. 
Jangan membiarkannya hanyut da- 
lam kesendirian karena itu kurang 
baik bagi dirinya. Dia bisa semakin 
tenggelam dalam pergumulannya, 
dan semakin sulit untuk keluar 



dari sana. Jadi pendampingan itu 
sangat penting, sekalipun mungkin 
dia sangat pasif atau cenderung 
menolak. Namun sebagai orang 
yang lebih tenang dan lebih kuat 
(paling tidak di situasi itu, karena 
tidak dalam tekanan khusus), kita 
harus memahami kondisinya, ber- 
empati dan tidak meninggalkan dia 
sendirian. 

Dalam pendampingan, kita perlu 
terus mengingatkan dia akan fakta 
bahwa banyak hal lain yang patut 
disyukuri dalam hidup ini. Semua 
yang sudah Tuhan berikan. Men- 
gajak seseorang untuk menghitung 
kasih Tuhan sangat menolong untuk 
kita bersyukur. Dan bersyukur akan 
menjadi energi bagi diri untuk berdiri 
dalam menghadapi persoalan hidup 
ini. Yang berikut, jelaskan pada rekan 
kita kebenaran beriman, yaitu bahwa 
Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup 
yang tanpa persoalan. Sehingga dia 
diingatkan bahwa persoalan adalah 
bagian dari proses pembentukan diri. 
Tetapi ingatkan juga rekan kita agar 
tidak membandingkan persoalannya 
dengan orang lain. Apalagi menyimpul- 
kan persoalan orang lain lebih ringan, 
sementara persoalannya sangat berat. 

Tiap orang dibentuk Tuhan dengan 
cara yang khas, tidak akan pernah 
sama sekalipun ada kemiripan. Lalu 
ingatkan pula akan janji Tuhan yang 
akan memberikan kita kekuatan un- 
tuk menghadapi berbagai persoalan. 
Ambil cerita-cerita Alkitab bagaimana 
para tokoh Alkitab menghadapi per- 
soalan mereka. Jika orang merasa 
persoalan adalah yang paling berat, 
lebih dari yang lain, ingatkan dia 



kisah Ayub. Di kolong langit ini tidak 
ada persoalan yang lebih besar dari 
yang dihadapi Ayub, dan hebatnya 
lagi, semua dalam posisi Ayub hidup 
benar, menjauhkan diri dari dosa, 
beribadah dengan sungguh, tetapi 
tetap ditimpa bencana. Tapi Ayub 
menang. 

Akhirnya, waktu akan menjadi fak- 
tor penting dalam proses pengem- 
balian dia kepada iman yang sehat 
dan kuat. 

Jadi jangan jenuh mendampingi 
dan menceritakan Alkitab, atau 
kesaksian rekan seiman lainnya. Ko- 
munitas akan sangat menolong dan 
bisa dimulai dari kegiatan bersama 
yang ringan, seperti jalan jalan atau 
lainnya. Kemudian pergi bersama ke 
ibadah, saling mendoakan. Perhatian 
komunitas akan menjadi kesegaran 
yang mempercepat pemulihan seseo- 
rang dari persoalan yang dihadapinya. 
Yang sulit adalah jika komunitasnya 
mengabaikan dia. Dan juga cukup 
menolong melengkapi rekan kita 
dengan berbagai CD lagu lagu rohani 
atau pun khotbah. Pilihkan yang 
bisa menjadi bahan penghibur bagi 
dirinya. 

Jadi, Hanni yang dikasihi Tuhan, 
ada banyak hal yang bisa kita laku- 
kan bagi seorang yang tertekan yang 
ditimpa masalah. Selain menolong 
dia, kita juga sedang menolong diri 
kita sendiri. Puji Tuhan. Semoga 
ini boleh menjadi berkat bagi kita 
semua. Selamat melayani sesama. ♦ 



Garam Bisnis 




NEGERI EKOR 



Hendrik Lim, MBA* 

getex@cbn.net.id 

COMPETTnVENESS level dari suatu 
negara adalah barometer dari tingkat 
kemakmuran dan kesejahteraan pen- 
duduknya pada hari ini. Memikirkann- 
ya juga mencerminkan prioritas dan 
strategi yang akan Anda ambil bagi 
nasib bangsa tersebut pada hari esok. 
Diktum yang sama juga berlaku bagi 
organisasi maupun individu. 

Manusia Indonesia, menurut Hu- 
man Development Index UNDP, 
berada pada urutan ke-107 dari 177 
negeri yang disurvei. Itu berarti kita 
berada di penggalan ke tiga ujung 
dari rangkaian gerbong. Anda bisa 
membayangkan apa yang akan bisa 
didapat dari sebuah Lomba Titah 
Global Pasar Bebas, kalau dalam 
suatu perlombaan memperebut- 
kan kue pangsa pasar, kegesitan 
dan kelincahan kita berebut kue di 
panggung tersebut: tertatih-tatih, 
gemuk, letih, gamang, lamban dan 
norak— merasa diri selalu benar dan 
tidak merasa ada masalah (business 
as usual, everything is fine), namun 
menemukan fakta bahwa ada 106 
peserta saingan lainnya yang sudah 
lebih cepat, lebih kencang, dan lebih 
dulu sampai ke tempat perebutan 
kue tersebut. Urutan bontot seperti 
itu hanya mendapatkan sisa-sisa kue 
yang terinjak-injak atau yang sudah 



jatuh ke tanah, dan tidak begitu lagi 
diperhatikan orang lain. 

Kemampuan daya saing akan me- 
nentukan apakah jasa dan pelayanan 
kita masih dibutuhkan. Kalau kelom- 
pok lain bisa menawarkan jasa yang 
sama, dengan tingkat kompetitif yang 
lebih baik, maka pekerjaan akan 
pindah, kepercayaan akan bergeser, 
harga diri akan tercampak dan dan 
kita akan tenggelam ditelan oleh 
bebagai himpitan persaingan (down) 
dan akhirnya hilang (out) dari radar 
utama market place. 

Terhimpit dan kalah, akibat kuran- 
gnya competitivenes level membuat 
orang merasa terlilit dan kelelahan, 
sehingga saraf kesabaran dan ke- 
warasan menjadi pendek. Anda akan 
melihat setiap hari, ada letusan dan 
letupan yang muncul ke permukaan: 
kemarahan, kekerasan, putus asa, 
tidak tahu harus berbuat apa lagi, tidak 
memiliki alasan valid untuk merayakan 
kehidupan. Kalaupun mulut secara 
fisik ikut bersuara dalam pujian, tetapi 
pikiran dan perasaan tidak mengal- 
aminya. Orang menjadi kering dan 
suram, terjerat dan terkuras secara 
mental dalam lingkaran setan, menjadi 
bangsa yang lelah. 

Survival test 

Dalam tataran indvidu, kalau 
s ebuah organisasi bilang: your 
services is not longer required: itu 
berarti Anda harus minggir, diber- 
hentikan dari orginsasi, karena 
dianggap tidak bisa memberikan 
kontribusi terhadap pencapaian 




organisasi. Kalau Tuhan bicara 
dengan saya, "keberadaan dan 
pelayananmu tidak diperlukan lagi", 
maka saya tidak punya dasar untuk 
meneruskan hidup lebih lanjut, 
dalam arti sebuah hidup yang mem- 
beri kebermaknaan bagi saya, dan 
harus tamat, masuk dalam nisan 
bertuliskan: R.I.P 

Begitu juga dalam tataran global. 
Kalau jasa, pelayan dan produk 
kolektif kita tidak diperlukan, maka 
kita akan bergeser masuk dalam 
kumpulan negeri terbelakang. 
Negeri terbelakang jarang dilirik 
orang, kecuali ada prahara dan keti- 
daknormalan yang besar, sehingga 
menciptakan bad news. Dan setiap 
bad news adalah lahan subur atau 
good news bagi pemberitaan, seh- 
ingga makin menciutkan nyali, dan 
membesarkan keputusasaan, dan 
merampok pengharapan. Tidak 



kompetitif, berarti harus terelimina- 
si dari seleksi alam survival 

Menjadi ekor 

Menurut janji dan warisan Abra- 
ham, kita harusnya menjadi kelom- 
pok atau bangsa yang sanggup 
mendemonstrasikan bahwa adalah 
kelompok yang akan terus menan- 
jak menjadi kepala, bukan ekor, 
terbang laksana rajawali ke tempat 
yang makin tinggi, bukan seperti 
burung pipit yang jatuh ke tempat 
yang makin rendah dan makan 
sisa-sisa di got. Namun fakta 
memberitahu kita janji Abraham 
belum bisa kita bentangkan dalam 
statistik, ia baru ada dalam tataran 
declaratives, belum dalam tataran 
translation atau produktif. Ia masih 
terbelenggu dalam podium mimbar 
khotbah. 

Menjadi negeri yang kompetitif, 



berarti menjadi kelompok mas- 
yarakat yang memiliki sebuah ke- 
mampuan yang tidak apa adanya, 
tidak sedang-sedang saja. Sebagai 
contoh Anda atau organisasi Anda 
akan lebih maju daripada orang 
lain, kalau memiliki sesuatu yang 
tidak dimiliki oleh pesaing Anda. 
Hal-hal yang kita punya secara unik 
dan tidak dimiliki orang lain, akan 
menjadikan kita unique, punya nilai 
jual, dan sanggup menawarkan 
differentiating factor dengan harga 
premium. Kalau kemampuan yang 
kita miliki, itu kurang lebih sama 
saja dengan yang dimiliki kelompok 
lain, maka kita akan berakhir da- 
lam bangsa komoditas: barangnya 
banyak tetapi tidak ada harganya. 
Sifat komoditas adalah jamak, tidak 
ada unique values preposition, dan 
gampang ditekan harga. 

Menjadi kompetitf, berarti tahu: 
apa hal-hal yang Anda paling 
senang kerjakan, dan Anda akan 
melalukannya dengan peniuh rasa 
keterlibatan, baik dalam tataran 
pikiran, kejiwaan psikologis mau- 
pun kehendak. Kemudian memba- 
ngun disiplin untuk mendapatkan 
kualifikasi kemampuan seperti yang 
disyaratkan. Dan di balik itu semua, 
hal-hal yang Anda suka lakukan dan 
punya kualifikasi tersebut, harus 
merupakan solusi bagi orang lain. 
Tanpa memenuhi prasyarat yang 
terakhir itu, kita tidak bisa meme- 
kikkan thanksgiving dalam senyum 
kepuasaan.* 



REFORMATA 



Senggang 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



E/"OR, ViATA 




2>V- J^'^HJJ ^£P ^°"*iju 




M-P 



Oleitn 



EPERTINYA kini semakin mudah menemukan Glenn Fredly dalam kegiatan kemanusiaan atau pun suara kebangsaan. Penyanyi terkenal kelahiran Ambon, 30 
September 1975 ini semakin menunjukkan kepeduliaannya di bidang yang tidak ada kaitannya dengan dunia tarik suara yang membesarkan namanya itu. Tapi, pria 
bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo itu hadir di sana, namun tetap dengan gaya dan ekspresi musiknya. 

Solidaritas 

Malam itu, Kamis (16/9/2010) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, pelantun Cukup Sudah ini hadir dalam aksi keprihatinan terhadap kebebasan berag- 
ama di Indonesia. Acara unjuk rasa ini sendiri diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas atas penganiayaan 
massa terhadap dua pemuka dan jemaat HKBP Pondok Timur Bekasi, empat hari sebelumnya. Sebagaimana 
ramai diberitakan, pada Minggu (12/9) lalu, rombongan jemaat HKBP Pondok Timur yang hendak menuju 
tempat ibadah diganggu beberapa orang. Bahkan seorang anggota majelis ditikam. Sedangkan pendeta 
yang menolong malah dihantam pakai balok. 

Glenn Fredly pun terusik nuraninya dan ikut unjuk keprihatinan untuk memprotes kebiadaban itu. 

"Presiden SBY harus tegas. Dia mestinya berada di garis depan untuk membela hak asasi umat yang 

tertindas di bangsa ini. Presiden SBY harus menjadi pemimpin yang berani menolak kekerasan. Jangan 

hanya bisa bersikap tegas/' seru Glenn dengan suara lantang, di tengah ratusan warga yang prihatin 

akan kondisi Indonesia. 

Usai berorasi, Glenn menyanyikan sebuah lagu untuk menyadarkan kita betapa cinta terhadap sesama itu 
harus kita miliki. Suara merdu Glenn yang khas itu pun memecah kepedihan malam itu dengan karyanya Semua 
Karena Cinta. "Hanya cinta yang bisa menyatukan kita, untuk mengatasi persoalan ini/' tandas Glenn penuh harapan 
untuk pemulihan Indonesia. 

Ternyata keprihatinan Glenn tidak hanya untuk kasus HKBP Pondok Timur. Esok harinya, Jumat (17/9/2010) di Komunitas 
Utan Kayu, Jakarta, dia hadir dalam acara "Keprihatinan atas Merebaknya Intoleransi dalam Kasus HKBP dan Ahmadiyah", 
yang diselenggarakan oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk). "Ini adalah alarm calling bagi kita semua. Bangsa 
ini butuh pemimpin yang tegas karena ini sudah menyentuh dasar kehidupan manusia/' cetus Glenn. 

Band baru 

Kehadiran Glenn di acara-acara kemanusiaan tersebut di atas memang mengejutkan bagi banyak orang. Apalagi sempat 
beredar isu kalau dia sudah mundur dari dunia musik. 

Tentang isu ini, Glenn menegaskan, "Saya nggak pernah bilang mau mengundurkan diri. Saya hanya bilang 
mau istirahat dulu. Sebagai manusia kan wajar mengalami kelelahan/' tutur Glenn saat ditemui di Studio Penta, 
Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (20/9). 

Terbukti kini, Glenn menghadirkan band baru yang diberi nama: Lake of Three (L03). Proyek musik untuk 
kemanusiaan menjadi tujuan hadirnya L03, memberi harapan dengan menggerakkan perubahan di tengah 
permasalahan bangsa yang makin rumit. 'Pita Hitam' dan 'New Day' adalah dua lagu baru yang hadir bersama 
kehadiran mereka. 

Glenn, sosok muda yang memberi warna prestasi di Indonesia. Kepedulian yang kini hadir untuk kemanusiaan 
dan kehidupan berbangsa, memberi kesempatan penuh untuk Glenn tampil dalam keseharian masyarakat. 






L C* 



h* 



'i ' 'Xri^W*'^^ ; 




REFORMATA 



pp 



ORMATA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 -31 Oktober 2010 



Muda Berprestasi 




Stefanus Lie, Siswa SMAK I Penabur, Jakarta 

Ukir Prestasi di 
Olimpiade Matematika 



#n¥H*P°&)f 



MESKI terasa lelah penerbangan lima 
jam dengan pesawat Turkish Air 
lines dari Turki menuju Almaty, 
dan selanjutnya 3 jam dari Almaty 
menuju Astana, Kazakhstan, 5 Juli 
2010 (tiba pukul 8 malam waktu 
Kazakhstan), senyum sumringah Ste- 
fanus Lie tak pernah memudar. Hal 
ini tentu bukan semata lantaran dia 
sudah menginjak negeri Kazakhstan, 
namun terutama dambaannya kembali 
mengikuti kompetisi tingkat internasi- 
onal terwujud. Siswa kelas 2 SMAK I 
Penabur,Tanjung Duren, Jakarta Barat 
ini, adalah salah satu dari 6 peserta 
mewakili Indonesia mengikuti kompetisi 



Olympiade Matematika Internasional 
yang diselenggarakan pada 7-8 Juli 
2010. 

Malam pertama di Kazakhstan, Stefanus 
dan kelima rekannya nginap di Hotel Duman, 
di pusat Kota Astana. Besok paginya, Selasa, 
6 Juli 2010, selama 3 jam mereka mengikuti 
opening oelebration kompetisi tersebut yang 
berlangsung di Independen Hall, Astana, yang 
dibuka oleh Menteri Pendidikan Kazakhstan. 

Usai opening celebration, Stefanus dan 
kawan-kawannya diantar menuju asrama Bal- 
dauren, sebuah tempat yang terletak di pinggir 
kota. Di tempat inilah mereka melaksanakan 
perlombaan selama dua hari. Jumlah peserta 
yang mengikuti perlombaan 600-an orang itu 



berasal dari kurang lebih 100 negara. 

Peserta lomba dibagi dalam tiga ruan- 
gan, setiap ruangan terdiri dari 200 orang. 
Setiap hari tes terdiri dari tiga soal. Untuk 
tiga soal durasi waktu yang dibutuhkan 
hanya 4,5 jam. Soal-soalnya berupa pe- 
mecahan masalah. Jumlah 6 soal tersebut 
mencakup 4 bidang materi, antara lain: 
Aljabar, Teori Bilangan, Geometri, dan 
Kombinatorik. 

Sambil menunggu pengumuman hasil 
perlombaan, selama tiga hari, tanggal 
9-11 Juli 2010, Stefanus dkk melepas lelah, 
selain menikmati tempat-tempat bersejarah 
di sekitar Astana, juga nonton konser dan 
balap kuda di sana. 




Tanggal 12 Juli 2010 hasil perlombaan 
pun diumumkan. Nama Stefanus Lie 
disebut sebagai peraih perunggu. Sebuah 
prestasi luar biasa disandang anak Indone- 
sia terlukis di Kazakhstan. Kebahagiaan pun 
tersembul dari wajahnya meski diakuinya 
hasil itu sebenarnya bukan targetnya. 
'Target saya dapat emas/' ujarnya. Hanya 
saja, aku dia, saat mengerjakan soal-soal 
tersebut kurang maksimal karena beberapa 
faktor tak terduga sehingga medali emas 




pun tak tergaet olehnya. 

Meski demikian, meraih perunggu 
dalam perlombaan Matematika di tingkat 
internasional sudah termasuk prestasi yang 
sangat memuaskan dan membanggakan. 
Tak heran, saat kembali ke Tanah Air, di 
Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 17 Juli 
2010, Stefanus disambut gembira oleh 
anak sekolah seluruh Indonesia, yang 
diwakili oleh beberapa pejabat Depdiknas, 
serta didampingi kepala Sekolah SMAK I 
Penabur, Tanjung Turen. 

Lolos seleksi 

Menuju Olympiade Matematika di Ka- 
zakhstan bukanlah perjuangan mudah. 
Beberapa kali Stefanus mengikuti tahap 
seleksi yang dilakukan di Indonesia. 
Seleksi awal dilakukan pada saat pehobi 
catur dan olahraga lari ini mengikuti 
perlombaan Olympiade Sains Nasional 
(OSN) pada 2-8 Agustus 2009 yang 
diselenggarakan Depdiknas, di Jakar- 
ta. Saat itu peserta 120 orang. Yang 
mendapat medali hanya 30 orang, dan 
Stefanus meraih medali perak. 

Selanjutnya, Oktober 2009, siswa 
kelahiran Jakarta, 22 April 1994 ini 
dipanggil Depdiknas (juga termasuk 
peserta seniornya 10 orang yang per- 
nah mengikuti olympiade serupa di 
mancanegara) untuk bersama-sama 
mengikuti seleksi tahap pertama di 
Yogyakarta, 13 Oktober sampai 13 
November 2009. Dari peserta 40 orang, 
terpilih 14 orang, termasuk Stefanus. 

Seleksi tahap kedua dilakukan di 
Malang, 12 Februari sampai 12 Maret 
2010. Dari 14 peserta, terpilih 9 peserta, 
salah satunya Stefanus. Selanjutnya, 
seleksi tahap ketiga dilaksanakan di UI 
Depok (25 April sampai 25 Mei 2010). 
Hasilnya terpilih 6 orang yang dipasti- 
kan berangkat ke Kazakhstan. Salah 
satunya Stefanus. 

Setelah itu, Stefanus dan 
kawan-kawannya mengikuti simulasi 
matematika di Bandung, 7-31 Juni 
2010. Simulasi soal matematika dibuat 
semirip mungkin dengan soal-soal IMO 
(Internasional Mathematics Olympi- 
ade). Kemudian 1 Juli 2010, Stefanus 
dan kawan-kawan dipanggil ke Kantor 
Depdiknas untuk mendapat arahan dari 
Menteri Pendidikan RI M. Nuh. Sejak 1 
Juli sampai 3 Juli, mereka menginap di 
Cilandak, Jakarta Selatan dalam rangka 
persiapan menuju Kazakhstan. 

Cepat paham 

Stefanus, remaja imut dan periang. 
Pembawaannya terlihat santai, tapi siapa 
sangka kalau dia tergolong anak jenius. 
Dia memiliki potensi bem'kir (menalar) dan 
menghitung yang luar biasa. Rumus-rumus 
hitungan yang diajarkan gurunya di sekolah, 
dengan cepat dipahaminya. Tak heran setiap 
soal-soal matematika atau hitungan dapat 
dia selesaikan dengan mudah. 

Kejeniusan putra tunggal Jimmy dan 
Sukiana ini, tidak hanya karena kemam- 
puannya yang cepat menyelesaikan 
soal matematika dengan rumusan baku 
sebagaimana diajarkan guru, tapi teru- 
tama pada kemampuannya menemukan 
metode-metode baru dalam menyelesaikan 
soal matematika. Metode yang ditemuinya 
akurat, efektif, dan tepat. 

"Hingga kini, metode atau rumusan baru 
itu belum dinamakan. Soalnya, terkadang 
konsep rumusannya bisa berubah mesti 
harus menyelesaikan satu bentuk soal 
matematika yang sama/' tutur Stefanus. 

Karena kemampuannya ini, Stefanus di- 
juluki si "cabe rawit" karena postur tubuhn- 
ya kecil tapi otaknya sangat cerdas. Ada 
pula yang menyapanya sebagai "kalkulator 
hidup" karena sering menyelesaikan soal 
matematika tanpa kalkulator tapi kemam- 
puan otak. Bahkan dia bisa lebih cepat 
dari kalkulator. Alasannya, "karena kalau 
menggunakan kalkulator berarti kita harus 
mencari kalkulatornya dulu, melihat dan 
memencet tombol angka yang diinginkan, 
dan seterusnya". ^Stevie Agas 

REFORMATA 




Editorial 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



r, 



iRE/ORMAJA 



Pencitraan Itu Palsu 



Victor Silaen 

(www.victorsilaen.com) 



MENYUSUL terjadinya 
Tragedi Ciketing 12 Sep 
tember lalu, seorang aktivis 
kebebasan beragama menulis se- 
buah esai singkat di sebuah milis. 
Intinya, esai tersebut menyesalkan 
sikap Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) yang dinilainya 
lebih mementingkan karir daripada 
mengurusi rakyat. Esai tersebut 
diakhiri dengan sebuah kalimat 
pendek demikian: "Go to hell pemi- 
mpin pencitraan!!!" 

Bisa dibayangkan, dengan tiga 
tanda seru yang menutup kalimat 
pendek tersebut, si penulis sangat 
mungkin sedang marah terhadap 
SBY. Ada apa dengan SBY? Men- 
gapa sang presiden harus menjadi 
tumpuan kemarahan? Tentu bukan 
karena SBY secara pribadi bersalah 
kepadanya, melainkan karena SBY 
sebagai presiden tak mampu me- 
menuhi harapannya sebagai rakyat 
yang merindukan sosok pemimpin 
yang baik. Pertanyaannya, apakah 
SBY bukan seorang pemimpin yang 
baik? 

Menjelang Pileg 2009, dalam 
sebuah acara panel diskusi politik, 
seorang seniman yang juga ketua 
umum sebuah partai politik men- 
gatakan begini tentang SBY. "Is 
he a good man? Yes. Is he a good 
leader? No." Alasannya, menurut 
dia, pemimpin identik dengan risk 
taker. "SBY bukanlah seorang risk 
taker," kata seniman sekaligus 
politikus itu. Saya yang sama-sama 
semeja dengannya sebagai panelis 
saat itu langsung berespon di da- 
lam hati: "Benar/' 

Saya setuju dengan pendapat- 
nya bahwa SBY bukanlah seorang 
pemimpin yang baik. Memang, ada 
banyak definisi tentang kepemim- 
pinan dan kriteria pemimpin yang 
baik yang bisa dijadikan referensi. 
Tapi satu hal yang pasti, pemi- 
mpin yang baik adalah pemimpin 
yang berani membuat keputusan 
untuk kebaikan, meski ada risiko 
yang akan dihadapinya. Mungkin 
saja sang pemimpin bukan tipikal 
seorang pemberani. Namun, demi 
kebaikan orang banyak yang dip- 
impinnya, dia berani mengambil 
sebuah keputusan yang berisiko. 
Itu berarti, dia rela dan siap berkor- 
ban untuk sesuatu yang diyakininya 
baik. Dia sanggup bersikap tegas 
untuk itu, meski mungkin saja 
jabatannya menjadi taruhan. 



Jika kita jeli mengamati, selama 
ini mungkin hanya dua kali SBY 
menunjukkan sikap tegasnya se- 
cara terbuka terkait isu-isu penting 
yang menjadi sorotan publik. Perta- 
ma, dalam kasus tewasnya seorang 
praja Institut Pemerintahan Dalam 
Negeri (2007). Kedua, dalam kasus 
diculiknya bocah Raisya (2007). 
Terkait peristiwa-peristiwa lainnya, 
SBY memang bicara juga, tapi 
cenderung kurang atau bahkan 
tidak tegas. Mungkin lantaran it- 
ulah maka mantan Gubernur DKI 
Jakarta Sutiyoso pernah menga- 
takan, diperlukan nyali luar biasa 
untuk menjadi pemimpin bangsa 
di masa men-datang. "Kalau tidak 
maka tidak bisa membenahi negeri 
bermasalah ini," ka- 
tanya dalam se-buah 
diskusi politik men- 
jelang Pileg 2009. 

Terkait ganggu- 
an atau ancaman 
ter-hadap kebe- 
basan beribadah 
yang te-lah berulang 
kali di-alami jemaat 
gereja HKBP di Ciket- 
ing maupun GKI di 
Bo-gor, apakah SBY 
pernah berkomentar 
keras? Tidak. Bah- 
kan setelah jemaat 
HKBPmelak-sanakan 
kebaktian di depan 
Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 15 
Agustus lalu, yang dihadiri pula oleh 
pelbagai komunitas pendu-kung ke- 
bebasan beragama dan beribadah, 
SBY tetap bergeming. Sungguh 
membingungkan melihat sikapnya. 
Padahal, terkait kasus beredarnya 
video porno dua sejoli yang mirip 
Ariel-Luna Maya dan Ariel-Cut Tari, 
SBY tercatat telah berkomentar tiga 
kali. Padahal, terhadap rencana 
pembakaran Al-Quran oleh Sekte 
Evangelis Florida, Amerika Serikat, 
pimpinan Terry Jones, SBY secara 
proaktif mengirim surat resmi ke- 
pada Presiden AS Barack Obama, 
meminta agar aksi pembakaran 
tersebut dicegah demi perdamaian 
global. Bukan main... apa yang 
terjadi di luar negeri diurusinya, 
padahal persoalan yang sudah be- 
rulang kali terjadi di dalam negeri 
nyaris dibiarkannya. 

Begitulah sang presiden pilihan 
rakyat langsung dengan perolehan 
suara lebih dari 60 persen itu. Pen- 
gelolaan 



kesan (impression management) 
seakan menempati urutan teratas 
dalam skala prioritasnya. Tujuan- 
nya, tentu saja, demi pencitraan 
dirinya sebagai pemimpin. Tak 
heran jika terkait isu-isu yang se- 
benarnya tak terlalu penting namun 
tengah menjadi sorotan publik, SBY 
menyem-patkan diri untuk menge- 
luarkan pernyataan politik. 

Tatkala Indra Azwan, seorang 
pencari keadilan dari Kota Malang 
(yang anaknya tewas ditabrak 
seorang perwira polisi) berjalan 
kaki ke Jakarta untuk menemui 
SBY, adakah sang presiden terketuk 
hatinya untuk menemui Indra ba- 
rang beberapa menit saja? Tidak. 
Tetapi, begitu Indra menjadi so- 



PM 


m k > r- '4m 



rotan publik lantaran ia kemudian 
"mengadu" kepada patung gorila 
di Ragunan dan aksinya ditayang 
secara khusus oleh MetroTV, SBY 
langsung memerintahkan stafnya 
untuk memanggil Indra. 

Menurut Kari Rove, penasihat 
strategi pencitraan mantan Pres- 
iden Amerika Serikat George W. 
Bush, taktik jitu untuk mengalahkan 
lawan politik adalah "menyerang 
kekuatannya, bukan kelemahann- 
ya". Bukankah dalam konteks SBY, 
apa yang dikatakan Rove itu be- 
nar? Citra diri yang positif sebagai 
pemimpin yang "tenang, santun, 
simpatik, berwibawa" merupakan 
kekuatan yang selama ini selalu 
diandalkan SBY. Boleh jadi karena 
didorong oleh obsesi untuk terus 
mem-pertahankan citra diri yang 
positif itulah maka SBY lebih ker- 
ap terlihat lambat daripada cepat 
dalam bersikap dan bertindak 
terhadap pelbagai masalah krusial. 
Bukankah "kelemahan" itu yang 



kemudian dimanfaatkan Jusuf 
Kalla, dalam kampanye Pilpres 
2009, dengan mengklaim dirinya 
sebagai sosok pemimpin yang 
"lebih cepat lebih baik"? 

Pencitraan sesungguhnya baik 
dan positif jika ia bersifat alami, 
dalam arti tidak secara sengaja 
dibangun. Itulah yang oleh Wooden 
(2006) disebut innate image, ses- 
uatu yang berkaitan dengan karak- 
ter. Sebaliknya, pencitraan menjadi 
tak baik dan negatif jika orang yang 
ber-sangkutan secara sadar men- 
gelolanya demi tujuan meraih rep- 
utasi atau me-ningkatkan popu-lar- 
itas. Ia bahkan menjadi sesuatu 
yang palsu jika tidak didukung 
dengan fakta-fakta sesuai dengan 
apa yang hendak 
digambarkan oleh 
citra yang dimak- 
sud. Menurut Covey 
(1989), citra diri sep- 
erti itu tak ubahnya 
topeng. Itulah yang 
disebut Wooden se- 
bagai social image: 
sesuatu yang terlihat 
dari luar bagus tapi 
tidak otentik seka- 
ligus tidak jujur, dan 
karenanya juga tidak 
sejati. 

Di tengah ke- 
hidupan bersama, 
sesuatu yang palsu 
di dalam diri seseorang lambat-laun 
niscaya terungkap juga. Seiring 
makin terbukanya hal-hal yang asli 
di balik topeng itu, reputasi atau 
po-pularitas orang yang bersang- 
kutan pun akhirnya melorot, karena 
pada saat bersamaan orang banyak 
mulai meninggalkannya atau meli- 
hatnya tak lagi sebaik dan sepositif 
sebelumnya. 

Terkait SBY, apakah presiden 
yang mampu menggubah lagu- 
lagu sendu itu kini mulai men- 
galami pelorotan citra diri? Silakan 
menyimpulkan sendiri. Yang jelas, 
popularitasnya berdasarkan hasil 
survai kian merosot dari waktu ke 
waktu. Pula, kian lama kian banyak 
pihak dan kalangan yang secara te- 
gas mengatakan "stop pencitraan" 
terhadap SBY. 

Tak pelak, SBY pun kerap terlihat 
goyah akhir-akhir ini. Sebagai con- 
toh, ketika suatu kali seorang ak- 
tivis muda membawa-bawa seekor 
kerbau dalam aksi demonya, SBY 
memerlukan diri untuk merespon- 



inya secara khusus dalam sebuah 
rapat terbatas di Istana Cipanas 
dengan mengatakan hal itu "tidak 
sopan". Padahal, saat bersamaan, 
ketika kader Partai Demokrat yang 
juga anggota DPR, Ruhut Sitompul, 
berkata "bangsat" dan "burung" 
dalam sidang wakil rakyat yang 
terhormat, SBY tidak berkomentar 
sedikit pun. 

Contoh lain, ketika Adjie Suradji, 
seorang anggota TNI AU aktif mem- 
buat tulisan opini di sebuah media 
massa yang berisi kritikan terhadap 
Presiden, SBY lagi-lagi memerlukan 
diri untuk meresponi-nya secara 
khusus dalam pidatonya di Istana 
Negara, 8 September lalu, usai 
buka puasa bersama dengan para 
pemimpin redaksi media massa. 
Herannya, isu "opini Adjie Suradji" 
menempati peringkat kedua dalam 
delapan isu yang dibahas SBY. Se- 
demikian pentingkah kritikan Adjie 
di mata SBY? Tidakkah lebih pantas 
"persoalan kecil" itu diselesaikan 
secara internal saja di institusi TNI? 
Terkait itu SBY agaknya punya 
pertimbangan sendiri: Adjie sudah 
"menyerang" citra dirinya selaku 
pemimpin yang di lingkungan mi- 
liter sebenarnya tabu untuk dikritik 
secara terbuka. Setali tiga uang, 
Adjie pun punya pertimbangan 
sendiri: SBY sebagai pemimpin 
lebih memen- 
tingkan pencitraan daripada 
menyelesaikan pelbagai masalah 
yang sebenarnya mampu diberes-kan 
dengan cepat asalkan ada keberanian 
dan ketegasan. Itulah yang membuat 
Adjie akhirnya geregetan, sehingga ia 
kemudian secara sadar memutuskan 
"melanggar" tabu tersebut. Demi 
mengingatkan sang pemimpin, Adjie 
rela berkorban dan siap menghadapi 
risikonya. 

Tragedi Ciketing sudah berlalu, dan 
SBY sudah bersuara untuk itu. Tapi kita 
masih wait and see, bahwa presiden 
pilihan rakyat dua kali berturut-turut itu 
benar-benar peduli terhadap sekelompok 
umat yang kesulitan beribadah di negeri 
yang konon religius ini. 




Radionya Orang Pamone 

j&|ur Trtik Temu Seggla l^la 

Sarana Informasi £ Musik 



Jin. Mawar No.2 

Tentena S4663 Kab, Poso Prov, SULTENG 

Tfllp. 0458 21 305 HP. 061341338833 



REFORMATA 



RADIO SYALL0M 
FM 90,2 MHZ TO BELO 

i a ■iliT.il-.r -.i iJ tara > 

The vo ice of T"n* nsformation 
Media Pjiing tepat untuk 

hihi PfeD«n*si Ihilu 

and.H dnKnlhjpdtoib 

Halrn itipr.i llEnrj ^^ ■ 

diri^jliu .'*TTfl afp-iri r«*ip 
mEn?*4<ah*n PHjjji *■««*-£ ^rti 
lu-mii-rum* iilwh-:ha 
■wn> sirip iipli v' mflra p?4 




Ikihunjl^in-i: 

KMMmLLM FHM.J MEM 

■ fc| ■ I..... :j .lk.-.Jk. I BUfl riflll 1 Tl ■ tia frip-i 




™ «K.iB» " 






tararr Ikhn dan farmrtOrtn . Q$\3A472Q3C3 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Manajemen Kita 





Etika Kristen 



Harry Puspito 

(harry.puspito@yahoo.com)* 

SEPERTI sudah dibahas 
sebelumnya, masalah etika 
adalah masalah moral, yai- 
tu soal benar dan salah dalam 
suatu tindakan. Nilai-nilai yang 
menjadi standar seseorang dalam 
mene-tapkan sesuatu benar atau 
salah sudah barang tentu berbe- 
da-beda bergantung kepada latar 
belakang, lingkungan, keyakinan 
dan kedewasaan seseorang. 

Satu sumber utama etika adalah 
Alkitab yang menghasilkan etika 
Kristen. Etika Kristen berdasarkan 
kehendak-kehendak Allah seperti 
yang diwahyukan kepada manusia 
melalui Alkitab. Karena Allah adalah 
Sang Pencipta dan yang maha-kua- 
sa, mahatahu dan kekal, etika 
Kristen bersifat mutlak, yaitu selalu 
benar, tidak bergantung kepada 
waktu, tempat dan lingkungan. 
Etika Kristen juga bersifat mengikat 
bagi umat-Nya, yaitu menuntut 
umat mematuhinya. 

Berbeda dari sistem-sistem etika 
lain, etika Kristen berpusat kepada 
tugas Cduty centered') atau aturan 
tidak kepada hasil dari tindakan. 
Dalam sistem ini aturan-aturan 
adalah utama. Aturan-aturan etika 
yang akan mene-tapkan hasil, 
bukan sebaliknya. Aturan-aturan 
menjadi dasar seseorang bertin- 
dak. Dan aturan-aturan dipandang 
baik tidak bergantung kepada hasil 
dari menjalankannya. Dan bah- 



kan suatu hasil harus 
dinilai berda-sarkan 
aturan-aturan yang 
ada. Seseorang boleh 
kaya, namun jika itu 
didapat dari korupsi, 
dia adalah orang yang 
beretika buruk. Dia 
lebih buruk diband- 
ingkan dengan orang 
miskin yang mendapa- 
tkan penghasilannya 
dari usaha-usaha yang 
jujur. 

Lawan dari sistem 
etika duty centered 
adalah end centered 
atau berpusat kepada tujuan. 
Dalam sistem ini yang lebih utama 
adalah hasil dari suatu tinda- 
kan. Dengan kata lain hasil yang 
diinginkan akan menetapkan 
aturan-aturan yang diambil dan 
hasil menjadi dasar tindakan ses- 
eorang. Suatu aturan dinilai baik 
karena memberikan hasil yang 
diharapkan. Karena itu kadang- 
kadang demi hasil aturan dilang- 
gar, sehingga aturan-aturan sering 
tidak bersifat mutlak. 

Di dalam sistem etika Kristen 
ada prinsip adanya hukum moral 
yang lebih tinggi karena adan- 
ya suatu kebaikan atau prinsip 
yang lebih tinggi daripada yang 
lain. Misalnya, manusia dituntut 
untuk mengasihi Allah lebih dari 



\ 




manusia (Lihat Matius 22: 36 - 38) 
bahkan dirinya sendiri. Lukas 14: 
26 bahkan mengatakan "Jikalau 
seorang datang kepada-Ku dan ia 
tidak membenci bapanya, ibunya, 
isterinya, anak-anaknya, sauda- 
ra-saudaranya laki-laki atau per- 
empuan, bahkan nyawanya sendiri, 
ia tidak dapat menjadi murid-Ku." 
Sudah barang tentu kita harus ha- 
ti-hati dalam menerapkan prinsip 
ini, tidak dengan semena-mena 
tapi dengan hati-hati dan dengan 
hati yang tulus. 

Manusia harus mengasihi sesama 
manusia lebih daripada materi (lihat 
Matius 22: 39), termasuk harta, 
posisi, prestasi, nama, waktu, dsb. 
Manusia bagi Alkitab adalah utama 
sedangkan materi ada-lah sekunder. 
Alam se-mesta dengan segala isinya 



dicipta Tuhan untuk 
dieksplor oleh manusia 
dan diguna-kan un- 
tuk kesejahtera-annya 
(Kejadian 1: 28). Untuk 
menebus manu-sia dari 
akibat dosa Allah rela 
mengirimkan Anak-Nya 
yang tung-gal, Yesus 
Kristus, datang ke dun- 
ia, men-derita bahkan 
mati di kayu salib yang 
hina. Karena Allah be- 
gitu mengutamakan 
manusia, orang per- 
caya pun harus meng- 
utamakan sesama ma- 
nusia. 

Manusia diminta mengasihi orang 
lain lebih daripada dirinya seperti 
diungkapkan dalam ayat yang 
sering disebut sebagai the golden 
rule dalam hubungan antarmanusia 
(Matius 7: 12). Kita diminta memiliki 
empati terhadap orang lain dan 
memperlakukan mereka seperti 
keinginan kita sendiri untuk diper- 
lakukan orang lain. Manusia pada 
dasarnya memiliki sifat ego-sen- 
tris, sedang orang yang mau ikut 
Yesus harus menyangkal diri, yaitu 
tidak memusatkan perhatian pada 
diri sendiri tetapi kepada sesama 
manusia. 

Dan walaupun Alkitab juga me- 
merintahkan manusia tunduk ke- 
pada pemerintah, namun manusia 
harus mematuhi Allah lebih daripa- 



da pemerintah (KPR 5: 29). Kisah 
pembunuhan bayi-bayi oleh Firaun 
dalam Keluaran 1 menjadi ilustrasi 
sikap ini. Para bidan Yahudi yang 
takut Allah tidak mematuhi perin- 
tah Firaun itu sehingga bayi Musa 
selamat. Kisah Daniel yang tidak 
mau menyem-bah patung Darius 
sehingga akhirnya harus dihukum 
dimasuk-kan ke dalam kandang 
singa, dan kisah Sadrak, Mesak 
dan Abednego yang menolak 
perintah menyembah patung yang 
dibuat Raja Nebukadnesar juga 
menggambarkan manusia harus 
lebih taat kepada Allah daripada 
kepada pemerintah, raja atau 
pemimpin ketika apa yang mereka 
perintahkan tidak etis, yaitu ber- 
tentangan dengan prinsip-prinsip 
Firman Tuhan. 

Banyak orang tidak ingin memba- 
has masalah etika karena di negeri 
yang korup ini etika sulit dijalankan. 
Banyak orang melakukan hal-hal 
yang tidak etis tapi dianggap biasa 
oleh banyak orang. Namun orang 
percaya harus concern dengan etika 
dan hidup berdasarkan etika kristiani 
jika dia ingin berkenan kepada Allah 
dan memberikan dampak di lingkun- 
gannya. Tuhan memberkati. ♦ 



GALERI CD 



Nada Ceria dalam Pergumulan 




NADA-nada indah dalam kemerduan 
vokal Cindy menghadirkan arti yang 
mendalam. Syair-syair yang terdengar, 
menoreh kisah pergumulan seorang Cin- 
dy, dalam goncangan kehidupan, namun 
kembali dikuatkan untuk bangkit berke- 
menangan. 



Album kerinduan 
untuk berkarya dan 
dapat didedikasikan 
untuk kemuliaan Tu- 
han, dipersembahkan 
Cindy melalui album 
perdana ini. 

Sepuluh lagu yang 
hadir di saat yang te- 
pat, menjadikan tit- 
ik balik bagi Cindy. 
Lagu-lagu baru yang 
diciptakan khusus di 
waktu dan kondisi yang 
tepat, yang memberi 
warna baru untuk hid- 
up penuh syukur dan 
kekuatan. 

Aransemen yang pas, 
vokal yang merdu, na- 
da-nada dan syair yang 
penuh arti, semuanya memberi makna 
untuk hidup baru yang lebih ceria. 
Blessing Music menghadirkannya bagi 
Anda. Selamat menikmati, dan temu- 
kan Tuhan melalui setiap persoalan. 
^Lidya 



(r 



Judul 

Vokal 

Produser Eksekutif 

Produser 

Distributor 



: Cindy 
Cindy 

Blessing Music 
Amos Cahyadi 
Disc Tara 



=^\ 



-JJ 



Kerinduan Jiwa Memilih Kekekalan 



m 



e r u p a K a n 



ALBUM ini 
kumpulan 10 karya Pdt. 
Erastus Sabdono, sebagai 
wujud inspirasi perjalanan 
hidupnya sebagai hamba 
Tuhan. "Agar jiwa-jiwa 
dientaskan dari pola hidup 
'worldly' menjadi berpola 
hidup 'heavenly' adalah 
harapan dibalik kehadiran 
album ini. 

10 lagu yang ada din- 
yanyikan oleh be-berapa 
penyanyi, selain Pdt. Eras- 
tus di antaranya: Wawan 
Yap, Viona Paays, Dewi 
Guna, Fanny Eras-tus, Jef- 
fry Rambing, Nathania, Al- 
bert Fak-dawer, dan Angel 
Karamoy. 

Setiap syair-syair yang 
dilantunkan menjadi ker- 
induan jiwa untuk lebih 
memilih pada kekekalan bukan kehidupan 
sesaat di dunia ini. Penjiwaan dan pembawaan 
lagu yang beraneka, dengan vokal-vokal yang 
indah menjadikan album ini tepat untuk dimiliki. 

Album karya seorang anak Tuhan dalam per- 
jalanannya sebagai musafir. Lagu-lagu teduh 
yang mengharukan hati, untuk berpaut pada 



kebenaran. Mengajak hati untuk hidup 
dalam bait-Nya dan terus mengasihi Yesus. 
Solagracia menghadirkan album ini bagi 
Anda. Selamat menikmati dan menjadikan 
album ini pilihan, berpaut pada-Nya. 

^Lidya 



fr 



^\ 



Judul 
Vokal 
es 
Produser 



Songs of Compassion 

Pdt. Erastus Sabdono, Wawan Yap, Dewi Guna 

Thomas Goenawan 



^ 



dJ 



REFORMATA 



Profil 



"SAYA ini cuma sebatang pensil 
kecil di tangan Tuhan untuk menu- 
liskan surat cinta kepada dunia!" 
Demikian pengakuan jujur Mother 
Teresa dari Kalkuta tentang kip- 
rah sosialnya, ter-utama dalam 
menolong dan menjadi sahabat 
bagi para miskin di Calkuta, In- 
dia. Ungkapan bernas itu diambil 
pula oleh Drs. Herman Wutun, 
MBA., sebagai salah satu moto 
hidupnya. "Kata-kata itu mau 
menunjukkan bahwa kita tidak 
perlu sombong atas karya-karya 
kita bagi kemanusiaan. Sebab 
kita ini hanya alat Tuhan untuk 
menuliskan surat cinta bagi 
dunia. Kita hanya pensil kecil 
yang tak berguna jika tangan 
Tuhan tidak menggerakkan 
kita/' jelas ketua umum 
Induk KUD (Koper 
Unit Desa) ini. 

Posisiya se 
orang nomor s 



EDISI 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



liRE/ORMATA 






1 



di Induk KUD, menurut pria kelahiran 
UrOr, Lembata 8 Juli 1954, ini semata 
merupakan sebuah rekayasa ilahi. 
"Saya sendiri heran, kenapa saya bisa 
berada di sini/' katanya. Namun dia 
percaya bahwa semuanya itu merupa- 
kan penyeleng-garaan Tuhan. "Kalau 
bukan karena penyertaan Tuhan, saya 
pasti tidak bisa berada di sini/' katanya 
sembari menambahkan bahwa sehelai 
daun pun tidak akan jatuh ke tanah 
bila Tuhan belum mengijinkan daun 
itu lepas dari tangkainya. 

Karena keyakinannya itu pula, 

maka di sentral ruangannya yang 

sangat luas, ada tempat doa dengan 

lilin yang selalu bernyala. "Saya tidak 

tahu sudah berapa lilin yang saya 

pasang di situ sejak tahun 2003/' 

kata penganut Katolik yang 

taat ini. Sebagai pucuk 

pimpinan, ia menga-ku 

sering menda-pat- 

kan godaan dan bisa 

"dihantam" oleh 

I berbagai "kekua- 
tan". Bila orang 
lain akan mencari 
"pegangan", Herman 
mengaku hanya per- 
caya pada kekuatan 
doa. "Senjata saya 
hanyalah berdoa 
dan berdoa," 
kata pria yang 
setiap ma- 
suk kan- 
tor selalu 



menyempatkan diri untuk berdoa 
dan merenung Kitab Suci secara 
pribadi ini. 

Yakin bahwa posisi dan tanggung 
jawab yang dipikul sekarang ini 
merupakan karya ilahi, Herman 
mengaku selalu merasa kuat dalam 
melangkah. Ia senantiasa ber- 
pegang pada Mazmur 127 ayat la: 
"Jikalau bukan Tuhan yang memba- 
ngun rumah, sia-sialah usaha orang 
membangunnya!" Pesan ilahi ini 
senantiasa menyadarkannya bahwa 
kalau bukan Tuhan yang menyertai, 
maka tidak akan berhasil apa pun 
yang dikerjakannya. "Kalau bukan 
Tuhan yang menjadi Ketua Induk 
KUD melalui diri saya, tidak bisa 
kita urus organisasi ekonomi yang 
punya sisi sosial yang begitu ban- 
yak dan besar ini," katanya. 

Suami dari Petronela Peni San- 
ga ini juga sangat percaya pada 
kekuatan hati. "Pikirkanlah dengan 
hati, jangan hanya dengan otak 
semata karena dalam kedalaman 
hati bersemayam Tuhan," kata 
ayah dari Mawalni, Ros, Pedroz dan 
Matilda Oliander ini. Ketika orang 
sungguh bekerja dengan hati, 
lanjutnya, akan muncul keikhlasan, 
kecerdasan orisinal dan pandangan 
positif. 

Selalu dilamar 

Tamat dari SMEA (Sekolah Me- 
nengah Ekonomi Atas) Santo Ga- 
briel, Maumere, Flores, pada tahun 



1973, Herman kembali ke kampung 
halaman dan diminta oleh rekannya 
untuk mengajar di SMP Budi Bhakti 
dan beberapa sekolah lainnya. 
Untuk memperlengkapi dirinya se- 
bagai guru, ia juga sempat belajar 
PGSLP jurusan ilmu pasti. 

Tahun 1976, Herman berangkat 
ke Kupang, NTT untuk melanjutkan 
studi di fakultas ilmu administrasi, 
jurusan administrasi niaga. Tahun 
1977, ia dilamar seorang teman 
untuk menjadi pegawai tata usaha 
di SMP Naikoten dan kemudian 
ikut mengajar di sekolah tersebut 
hingga tahun 1982. Pada tahun itu, 
lagi-lagi ia dilamar oleh Pusat KUD 
NTT sebagai manajer keuangan. 

Setahun kemudian, ia lulus sarja- 
na dan diminta oleh Rektor Undana 
untuk mengajar di almamaternya. 
Tawaran itu diterimanya. Tahun 
1985, Herman lulus ujian PNS dan 
menjadi dosen tetap di Universitas 
Negeri Nusa Cendana itu. Tapi ia 
tak lama mengajar karena, lagi-la- 
gi, dilamar untuk menjadi Direktur 
di Pusat KUD NTT. Kiprahnya terus 
naik. Tahun 2003, ia terpilih sebagai 
salah seorang pengurus Induk KUD, 
tepatnya sebagai Ketua Bidang 
Usaha. Setahun kemudian, karena 
Ketua Induk KUD saat itu Nurdin 
Halid diberhentikan karena terkena 
kasus hukum, secara aklamasi, 
Herman diminta sebagai pejabat 
sementara ketua umum. Dan pada 
25 November 2004, secara aklam- 



asi ia terpilih sebagai Ketua Umum 
Induk KUD ketika Nurdin masuk 
tahanan. Tanggal 30 September 
2005, dalam Rapat Anggota di 
Surabaya, ia dipilih secara aklamasi 
sebagai ketua umum hingga 2008 
dan kemudian dipilih lagi untuk 
periode 2008-2013. 

Perlu kerjasama 

Sebagai Ketua Umum Induk 
KUD, ia mengaku terus melakukan 
tero-bosan usaha untuk mengem- 
balikan eksistensi dari Induk KUD 
dengan jaringannya ini sebagai 
suatu koperasi sekunder tingkat 
nasional yang punya jaringan 
sampai ke pelosok tanah air. Ke 
dalam negeri, diperjuangkan agar 
KUD dengan kekayaan jaringannya, 
kembali eksis sebagai distributor 
pupuk bersubsidi. Selain pupuk, 
juga dalam bidang pengadaan 
pangan nasional. 

Ke luar negeri dilakukan dengan 
membuka perwakilan di beberapa 
negara, seperti di Taiwan, Malaysia 
dan Korea Selatan. Tugas perwakilan 
ini adalah mempromosikan Induk 
KUD yang merupakan satu jaringan 
besar sekali yang ada di Indonesia 
dan beranggotakan para petani dan 
nelayan yang selama ini dalam po- 
sisinya sangat termajinalkan. "Jadi 
perlu ada kerja sama dengan para 
insvestor dari luar, untuk mengatasi 
orang kecil. Tugas perwakilan kita 
adalah melakukan sosialisasi dan 





1 ■ 







REFORMATA 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Konsultasi Kesehatan 





Memperkaya 
Protein dari Mie Instan 



dr. Stephanie Pangau, MPH 



Salam kenal Dokter. Nama saya Yanna, perempuan, usia 19 ta- 
hun, mahasiwi fakultas ekonomi di salah satu universitas swasta 
di Jakarta. Saya ingin bertanya seputar masalah makanan. Begini, 
Dok, sebagai mahasiswa yang indekos saya sering tidak sempat 
mempersiapkan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk diri sendiri 
karena kesibukan saya. Jadinya saya lebih sering makan seperti 
mie instan yang praktis dan cepat saji serta ngemil biskuit-biskuit 
manis di kala lapar. 

Yang mau saya tanyakan: (i) Kenapa belakangan ini saya jadi 
makin ketagihan untuk makan mie instan dan kue-kue cemilan. Say- 
angnya berat badan saya dalam 3 bulan terakhir ini kok bertambah 
sekitar 4 kg, apakah ini pengaruh dari bahan makanan yang saya 
konsumsi? Terus kata orang, mie instan tidak ada gizinya (junk- 
food). Benarkah Dok? (ii) Bagaimana membuat mie instan supaya 
menjadi makanan yang cukup bergizi? Atas jawaban dokter saya 
haturkan banyak terima kasih. 

Yanna 

Rawamangun Jakarta Timur 



YANNA, memang bagi or 
ang yang sering sekali 
mengonsumsi mie instan 
akan terasa gurih dan enak karena 
jenis makanan yang tinggi karbo- 
hidrat ini diberi bermacam-macam 
penyedap dengan berbagai rasa 
membuat makanan menjadi lebih 
sedap sehingga dapat menye- 
babkan orang akan memakannya 
secara berlebihan, bahayanya 
makanan jenis seperti ini bila tidak 
hati-hati bisa menyebabkan orang 
menjadi kegemukan (obesitas), 
belum lagi bila ditambah dengan 
cemilan-cemilan yang kemungk- 
inan besar banyak mengandung le- 
mak, protein, garam dan gula pasti 
akan sangat cepat pengaruhnya 
untuk meningkatkan berat badan. 
Mie instan memang bisa memberi 
energi karena mengandung karbo- 
hidrat dalam jumlah besar, tapi bila 
hanya itu saja tanpa dimodifikasi 



untuk dijadikan makanan dengan 
gizi seimbang maka makanan 
mie instan hanya akan menjadi 
makanan kosong yang hanya bisa 
menggemukkan badan kita kare- 
na kelebihan karbohidrat dalam 
tubuh akan dengan cepat diubah 
menjadi trigliserida (lemak) yang 
selanjutnya akan disimpan dan 
ditumpuk dalam jaringan lemak 
tubuh. Untuk membuat mie instan 
menjadi makanan yang bergizi 
cukup, silakan tambahkan telur, 
bakso, ayam, udang, sayur sawi hi- 

ian Han lain-lain saat - mpma<;aknva 



sehingga akan memperkaya nilai 
proteinnya dari mie itu sendiri. 
Selamat menikmati. Tuhan mem- 
berkati. ♦ 



Koordinator Pembinaan Pelatihan 

Yayasan Prolife Indonesia (YPF 




PEMIMPIN KRISTIANI: 

Otoritas Bukan Otoriter 




Kepemimpinan 



Raymond Lukas 

KATA "otoritas" memiliki arti 
yang sangat dalam. Kata ini 
mempunyai makna yang 
sangat besar di mana dengan 
penggunaan otoritas secara te- 
pat dan benar maka seseorang 
bisa melakukan dan memberikan 
banyak hal bagi banyak orang. 
Karena otoritas tersebut tidak saja 
memberikan hak otoritas namun 
juga kuasa (power) atau kekuatan 
untuk melakukan apa saja. 

Kamus Wikipedia menjelaskan 
bahwa otoritas berasal dari baha- 
sa Latin 'auctoritas' yang berarti 
kreasi, nasihat, pikiran, pengaruh 
atau pun perintah. Secara esensi 
otoritas dilakukan oleh pihak yang 
lebih tinggi (atasan) kepada pihak 
bawahan. Selanjutnya secara ilmu 
manajemen dikatakan sebagai 
pemberian otoritas secara formal 
dan sah kepada seorang mana- 
jer proyek untuk bertindak atas 
nama seorang 'sponsor executive' 
(atasan) mewakili organisasi. 

Dalam Alkitab kita membaca 
misalnya dalam Matius 10 : 1 sbb: 
"Yesus memanggil keduabelas 
murid-Nya dan memberi kuasa 
ke-pada mereka untuk mengusir 
roh-roh jahat dan untuk melen- 
yapkan segala penyakit dan segala 
kelemahan". Selanjutnya juga 
dikatakan dalam Lukas 10 : 19 - 
20 sbb: " Sesungguhnya Aku telah 
memberikan kuasa kepada kamu 
untuk menginjak ular dan kalajen- 
gking dan kuasa untuk menahan 
kekuatan musuh, sehingga tidak 
ada yang memba-hayakan kamu. 
Namun demikian janganlah ber- 
sukacita karena roh-roh itu takluk 
kepadamu, tetapi bersukacitalah 
karena namamu ada terdaftar di 




surga . 

Dari ayat-ayat di atas kita melihat 
bahwa otoritas dan kuasa yang 
Tuhan Yesus berikan kepada mu- 
rid-murid-Nya merupakan otoritas 
dan kuasa dari surga. Jadi otoritas 
dan kuasa tersebut datangnya 
dari Allah, oleh sebab itu harus 
dipergunakan sebaik-baiknya demi 
kemuliaan nama Allah. Bahkan ayat 
tersebut juga mengajar kepada kita 
bahwa walaupun kemudian karena 
otoritas dan kuasa yang diberikan 
tersebut kita mampu mengusir 
roh-roh jahat, maka kita tidak perlu 
bangga dan bergembira karena 
sudah menaklukkan roh-roh terse- 
but. Tetapi kita harus bergembira 
karena nama kita sudah tercatat 
di surga. 

Bagaimanakah manifestasi 
penerimaan otoritas dan kuasa 
di dunia usaha saat ini? 

Dalam dunia usaha dan peker- 
jaan, otoritas banyak dipahami 
sebagai sebuah kekuasaan yang 
dimiliki seseorang atas diri orang 
lain/pihak lain. Dengan otoritas 
yang diperoleh seseorang maka 
biasanya kekuasaan mutlak men- 
jadi milik orang tersebut. Kekua- 
saan itu melingkupi kekuasaan 
untuk mengatur, mengawasi dan 
memutuskan sesuatu. Maka, den- 
gan kekuasaan dan otoritas yang 
demikian besar, apabila otoritas 
tersebut tidak diberikan kepada 
orang-orang yang tepat, maka 
otoritas tersebut tidak akan ber- 
guna untuk membangun sebuah 
sistem yang baik, malahan akan 
menghancurkan sistem yang ada 
dan menciptakan suatu penjajahan 
baru manusia atas manusia lainn- 



ya. Hal tersebut biasanya dikenal 
dengan istilah otoriter atau kekua- 
saan yang semena-mena. 

Pada mulanya otoritas yang di- 
maksudkan untuk dipergunakan 
secara baik, untuk tujuan terbaik 
bagi banyak orang, namun kalau 
otoritas tersebut jatuh ketangan 
orang yang tidak tepat maka akan 
menciptakan kekacauan baru. Kita 
bisa melihat praktek-praktek tangan 
besi yang sudah terjadi di banyak 
pemerintahan dunia atau pun 
dalam perusahaan-perusahaan di 
dunia. Dalam konteks sejarah mis- 
alnya kita lihat pemerintahan Hitler, 
Mussolini atau pun junta militer 
Myanmar yang mempergunakan 
otoritas mereka sebagai alat kekua- 
saan. Dalam konteks perusahaan, 
kita mungkin sudah terlalu sering 
membaca, mendengar atau pun 
melihat sendiri perusahaan-peru- 
sahaan yang didemo karyawannya 
karena praktek otoriter manajemen 
perusahaan-perusahaan tersebut. 
Terkadang protes-protes tersebut 
berakibat kerusuhan besar yang 
perlu penanganan serius untuk 
mengatasinya seperti yang terjadi 
baru-baru ini di Pulau Batam di 
mana tindakan supervisor asing 
yang semena-mena mengakibat-kan 
kerusuhan dan korban yang besar. 

Seorang rekan yang sedang 
bersama-sama berolahraga den- 
gan saya menceritakan pengala- 
man-nya sewaktu bekerja di sebuah 
bank. "Saya diminta memproses dan 
menyetujui kredit fiktif yang tidak 
jelas untuk apa peng-gunaannya," 
ceritanya. "Se-waktu saya menolak, 
atasan saya mengatakan bahwa 
saya tidak bisa berkerja di bank 
dengan sikap saya yang seperti 



itu. Bahkan saya terancam dip- 
indahtugaskan ke kota lain yang 
lebih me-merlukan keahlian saya, 
sebagai alasan untuk menyin- 
gkirkan saya yang dianggap tidak 
kooperatif. "Pilihannya saya harus 
mem-proses kredit tersebut dan 
menyetujuinya atau dipindahkan 
ke kota lain". "Itu adalah bentuk 
penyalahgunaan otoritas menjadi 
otoriter," lanjutnya. "Namun, saya 
memilih untuk keluar dari peru- 
sahaan tersebut daripada harus 
melakukan hal-hal yang tidak 
benar dan tidak sesuai dengan 
nurani saya. Setelah saya keluar, 
proses kredit tersebut disetujui 
oleh pengganti saya dan kemudian 
macet," sambung rekan saya tadi. 

Rekan pemimpin dan pengu-sa- 
ha Kristen yang budiman, kejadian 
seperti di atas bukan tidak mun- 
gkin terjadi di perusahaan-pe- 
rusahaan yang notabene dikelo- 
la pemimpin-pemimpin Kristen. 
Banyak cerita-cerita "horor" yang 
diceritakan pleh pekerja-pekerja 
kristiani dalam 'sharing session' 
dengan saya. Bahwa bos kristiani 
mereka tidak 'walk the talk' sesuai 
dengan iman kristiani mereka, na- 
mun bahkan berlaku lebih parah. 
Seringkali otoritas yang dimiliki 
mereka digunakan sebagai alat 
kekuasaan untuk mencapai tu- 
juan-tujuan pribadi para pemimp- 
in. Sikap "Saya orang nomor satu 
dan saya berhak melakukan apa 
saja dengan otoritas saya. Anda 
harus mengikuti atau Anda keluar 
dari perusahaan ini " menjadi hal 
yang lumrah. 

Rekan pemimpin, mungkin ada 
baiknya kita menyimak lagi dari be- 
berapa ayat-ayat di atas sewaktu 



Tuhan Yesus Kristus memberikan 
'otoritas' dan 'kuasa' kepada mu- 
rid-murid-Nya. Kita tahu bahwa 
'otoritas' dan 'kuasa' tersebut 
diberikan untuk satu tujuan mulia 
yaitu membagikan kasih Kristus, 
memberikan kabar baik bagi 
seluruh dunia sebagai kesatuan 
karya keselamatan bagi seluruh 
umat manusia. Dengan menyela- 
mi tujuan yang jelas dari otoritas 
dan kuasa yang kita terima akan 
memudahkan kita sebagai pemi- 
mpin kristiani untuk memahami 
bagaimana kita harus mempergu- 
nakan setiap otoritas dan kuasa 
yang kita terima. Saya yakin, 
pengusaha dan pemimpin kristiani 
pasti bisa menerima otoritas dan 
tanpa harus menjadi otoriter. ♦ 



Trisewu Leadership Institute 
Founder: Lilis Setyayanti 
Co-founders: Jimmy Masrin, Harry Puspito 
Moderator: Raymond Lukas 
Trisewu Ambassador: Kenny Wirya 



* Untuk pertanyaan, silakan kirim e-maifl 
ke: seminar@trisewuleadership.com. 
Kami akan menjawab pertanyaan Anda 
melalui tulisan/artikel di edisi selanjutn- 
ya. Mohon maaf, kami tidak menjawab 
e-mail satu-persatu." 



REFORMATA 




Liputan 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



r, 



iRE/ORMAJA 



Blessing Music 

Launching Album Per- 
dana Cindy 




RABU 22 September 2010 di 
Seasons City Mali diadakan 
launching album perdana Cin- 
dy. Acara yang digelar Blessing 
Music ini menjadi istimewa bagi 
seorang Cindy yang diapresiasi 
oleh kehadiran orang-orang yang 
dicintainya. 

Selain keluarga Cindy, hadir 
pula bintang AFI 2 yang juga 
menampilkan lagu-lagu mereka. 
Di antaranya Lia, Rindu, Pasha, 
dan Adi. 

Acara semakin indah meng-ha- 
rukan dengan performance Cindy 
menyanyikan lagu-lagunya di 
album terbarunya. "Ini merupa- 
kan album perdanaku. Album 
kerinduanku untuk ber-karya dan 
dapat mende-dikasikannya kepa- 
da Tuhan. Album yang memberi- 
kan kehidupan baru, titik balikku 
untuk lebih baik dari hari kemarin. 
Album yang menceritakan pergu- 
mulanku untuk melihat keceriaan 
kembali di dalam Tuhan/' urai 
Cindy meneteskan air mata. 

Vokal yang merdu, serta penji- 
waan yang hidup dari pengalaman 
nyata Cindy, semakin menegas- 



kan album ini benar-benar dapat 
menjadi berkat bagi banyak orang. 

Pemilihan Blessing Music untuk 
menerbitkan album Cindy, selain 
karena sosok Amos Cahyadi se- 
bagai produser, arranger, drumer, 
bahkan komposer bagi sosok kela- 
hiran Jakarta, 28 Maret 1982 ini, 
tapi juga karena Cindy memiliki 
kemampuan dalam menyanyikan 
semua gendre musik. 

"Album Cindy memiliki nilai jual 
yang besar/' ungkap Kiki Hastono 
yakin. Dukungan ini terlihat den- 
gan mencetak 5.000 copi album 
Cindy. Promosi album dilakukan 
melalui perjalanan ke Bali dengan 
men-dapat respon sangat baik. Se- 
lan-jutnya promo akan dilanjutkan 
ke Bandung dalam waktu dekat. 

Nuansa ceria yang ditampilkan 
Cindy melalui balutan pakaian 
warna-warninya, memberi ekspresi 
tersendiri dalam memaknai setiap 
pergumulan yang telah mengubah 
hatinya. 

Lidya 



SKM Makedonia 

Goal Setting untuk 
Guru dan Karyawan 




SABTU 21 Agustus 2010 
diadakan seminar Goal Set- 
ting di Sekolah Kristen Makedo- 
nia (SKM), Ngabang Kalimantan 
Barat. Seminar ini dihadiri oleh 
para karyawan dan guru SKM, 
mulai dari SD sampai SMA. 
Acara berlangsung rileks dan 
santai di ruangan terbuka yang 
menyejukkan. 

Seminar yang digelar dalam 4 
sesion ini dari pukul 07.00 hing- 
ga pukul 21.00 Wib, dibawakan 
oleh penulis buku Goal Setting 
sendiri, yang juga adalah penulis 
tetap rubrik Manajemen Kita di 
REFORMATA, yakni Harry Puspito 
M. App.Sc. 

Belajar menggunakan waktu 
dengan efektif, untuk meng-eval- 
uasi kegagalan dan keber-hasilan 



sehingga dekat dengan kesuksesan, 
adalah tujuan yang dicapai melalui 
seminar berarti ini. Mulai dari Men- 
gapa Goal Setting dan proses goal 
setting merupakan isi seminar 
yang disampaikan oleh President 
Director MRI (Marketing Research 
Indonesia) ini. 

Acara berakhir dengan menyadar- 
kan setiap peserta untuk dapat 
melihat pentingnya goal setting dan 
memotivasi peserta untuk membuat 
goal setting pribadi. 

Seminar berarti yang membekali 
SDM SKM untuk semakin optimal 
melayani dan mengabdi dalam 
menciptakan generasi muda yang 
berguna untuk INDONESIA. 



Lidya 



Film 

"Siapakah Aku Tuhan" 

Telah Hadir 



SEIRING 
terciptanya alat 
komunikasi canggih 
seperti Blackber- 
ry, dll, kede-katan 
relasi antara suami 
istri atau orang tua 
dengan anak dirasa 
pelan-pelan luntur. 
Pasalnya, di era kini, 
tak sedikit komuni- 
kasi suami istri atau 
orang tua dengan 
anak memanfaatkan 
sarana komunikasi canggih tersebut 
meski pada saat yang sama berada 
dalam satu rumah. Sapaan langsung 
dari muka ke muka secara perian 
tergantikan. 

Itulah salah satu fenomena dari 
sekian banyak kenyataan lain yang 
tengah melingkari hidup anak-anak 
Tuhan. Banyak orang Kristen yang 
hidupnya jauh dari esensi melayani 
Tuhan dan tak mengenal dirinya 
sendiri. Semuanya larut dalam kes- 
ibukan. Sampai waktu untuk bersa- 
ma-sama dengan anakpun tak ada. 

Berangkat dari keprihatinan itu- 
lah film "Siapakah Aku Tuhan..?", 
dibuat. Film yang berkolaborasi 
dengan Hollyworld Entertainmen 
ini diisi soundtrack lagu 'Tuhan 
Perlindunganku dan Syukur", yang 
merupakan album ketiga dari Olga 




Victoria, yang dalam film ini Olga 
juga berperan sebagai Lulu. 

Dalam film berdurasi 72 menit itu 
diceritakan Vincent dan Dicky dua 
sahabat yang hobinya bermain bas- 
ket. Tapi hobi itu membuat Martha 
ibu Vincent dan Paul ayah Dicky 
kesal. Martha dan Paul seharusnya 
tekun belajar. Lulu adik Vincent 
yang membela kakaknya itu malah 
kena marah Martha. Omelan, protes 
dan marah dari orang tua mereka 
selalu didapat ketiga anak itu se- 
tiap hari. Akibatnya anak-anak itu 
memilih diam dan bergelut dengan 
dunianya. 

Martha punya suami bernama 
Anthony, seorang pengusaha suk- 
ses yang sibuk, sedangkan Martha 
sendiri sibuk di gereja sebagai ang- 
gota majelis. Ia selalu memberikan 
pelayanan yang baik bagi semua 

RS Cikini 



jemaat. Sayangnya, 
sebagai manusia ia 
larut dalam sanjun- 
gan sehingga selalu 
berusaha keras men- 
jaga images. Paul 
ke gereja seminggu 
sekali saja. Ia adalah 
single parent yang 
punya kafe di rumah, 
seorang yang kasar 
dan to the point na- 
mun sebenarnya dia 
pribadi baik. Karena 
hidup tanpa istri, dia tidak tahu 
bagaimana mendidik Dicky sehingga 
terus berbenturan dengan Dicky. Paul 
pun jadi langganan curhat ke Ratna 
seorang hostes di bar. 

Vincent dan Dicky sebenarnya dua 
siswa yang cerdas di sekolah, tapi 
selalu dianggap remeh guru mereka, 
Dian. Dian perempuan kaku dan 
keras hati. Ia mendidik dengan tan- 
gan besi. Satu hari, di kelas Vincent 
kedatangan siswi baru, Sari. Ia cantik 
dan supel dan Vincent menaksirnya. 
Saat Vincent me-ngambil hatinya, 
Sari mengelak halus sebab dia 
menyimpan satu rahasia. Tapi apa 
yang disembunyikannya ketahuan 
juga. Sebuah tayangan film yang 
amat menyentuh hidup beriman. 
^Stevie Agas 



Sukses Transplantasi Ginjal Ke-300 



PADA Sabtu 18 Sep 
tember 2010, Ru-mah 
Sakit PGI Cikini melakukan 
transplantasi ginjal (cang- 
kok ginjal) yang ke-300. 
Ini meru-pakan prestasi 
yang membanggakan dan 
diakui dunia, tak heran jika 
RS PGI Cikini me-rupakan 
tempat rujukan bagi pasien 
penyakit ginjal hipertensi 
dari seluruh Indonesia. 
Sejak 1977, RS PGI Cikini 
mendapat predikat rumah 
sakit swasta pertama di 
Indonesia yang berhasil melakukan 
transplantasi ginjal, dengan dipra- 




karsai oleh Prof. dr. R. P Sidabutar 
(alm). Pelayanan RS tertua ini, 
telah mem-buktikan pengabdian 



pe-layanan kesehatan yang 
berarti di Indonesia sejak 
1898. Museum Rekor Indo- 
nesia (MURI) di tahun 2009, 
memberikan peng-hargaan 
atas keberhasilan RS PGI 
Cikini melakukan transplan- 
tasi ginjal pada pasien yang 
bertahan sehat terlama lebih 
dari 31 tahun atas nama dr. 
Antonius Anon Surendro, 
PAK. 

Lidya 



Kebebasan Beribadah 
HKBP Ciketing Ibadah di Gedung OPP 



SETELAH diusik beribadah 
selama beberapa minggu tera- 
khir, akhirnya jemaat Huria Kristen 
Batak Protestan (HKBP) Pondok 
Timur Indah (PTI), Mustika Jaya, 
Kota Bekasi, dapat beribadah 
dengan tenang di gedung bekas 
organisasi pemenang pemilu (OPP) 
di Jalan Chairil Anwar, Bekasi 
Timur, Minggu (26/9/2010) pagi. 
Sekitar 300 jemaat beribadah 
tanpa adanya gangguan dari 
kelompok penentang pembangu- 
nan gereja. 

Untuk menuju lokasi ibadah se- 
mentara itu, para jemaat diangkut 
dengan bus yang disediakan pihak 
Pemkot Bekasi dari lapangan di 
Jalan Puyuh Raya. Sebagian je- 
maat lain langsung menuju lokasi. 

Hanya saja, gedung itu kelihatan- 
nya kurang mampu menampung 
ratusan jemaat yang hadir, sehingga 
sebagian jemaat terpaksa berdiri di 



luar gedung sambil mengikuti acara 
peribadatan. Ibadah dimulai pukul 
10.05. 

Di dalam gedung tidak banyak hi- 
asan-hiasan seperti di kebanyakan 
gereja. Di dalam gedung berukuran 
sekitar 8x8 meter itu hanya ada 
satu meja mimbar kecil, tempat 
pendeta berkhotbah, dan satu salib 
kecil yang terpasang di atas. Satu 
spanduk dukungan warga Kristiani 
Papua terpasang di ruangan. Meski- 
pun kondisi udara di dalam relatif 
panas, jemaat tetap beribadah 
dengan tenang. 

Di luar gedung, puluhan polisi 
berjaga-jaga. "Kita mensyukuri apa 
yang ada. Kita ingin yang terbaik 
bagi semua/' ucap Pendeta Luspida 
Simanjuntak, pendeta jemaat yang 
beberapa waktu lalu (12/9) menjadi 
korban penganiayaan saat menolong 
seorang majelis jemaat yang terluka 
ditusuk sekelompok orang yang me- 



nentang adanya gereja di kawasan 
Mustika Jaya. 

Sebelumnya Saor Siagian, peng- 
acara jemaat HKBP Pondok Timur 
Indah mengatakan, pihaknya me- 
nerima opsi pemerintah setelah 
mempertimbangkan masukan dari 
berbagai pihak. Pihak HKBP, kata 
Saor, telah meninjau lokasi yang 
ditawarkan, yakni di lahan fasos PT 
Timah di Mustika Sari. Pihaknya juga 
sudah melakukan pertemuan dengan 
pemda, muspida, dan pengembang 
untuk membicarakan pembagunan 
gereja di atas lahan yang masih 
berbentuk sawah itu. 

"Kami terima dengan catatan 
pihak kepolisian menangkap seluruh 
pelaku penganiayaan (terhadap 
penatua Sihombing dan Pendeta 
Luspida Simanjuntak) dan mengusut 
tuntas kasus itu," jelas Saor. & 
Hans/Suryaonline 



REFORMATA 



r 



iRE/ORMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Liputan 




STT Setia 

Masih Terus "Mengem- 
bara" 




HINGGA kini, SETIA belum 
memiliki gedung pengganti 
kampus lamanya di Kampung 
Pulo, Jakarta Timur. Akibatnya, 
para mahasiswa masih tersebar 
di beberapa lokasi yang jaraknya 
saling berjauhan. Minimal ada 
empat lokasi hunian dan pem- 
binaan mahasiswa teologi yang 
berasal dari dan akan diutus ke 
daerah-daerah ini. Di Perumahan 
Kalideres Permai dihuni kurang 
lebih 300 orang mahasiswi ditam- 
bah staf pengajar dan pendidik. 
Di Jalan Daan Mogot, persisnya di 
KM 12, dihuni 276 mahasiswa. Di 
Transito, sekitar 300 mahasiswa. 
Sementara Mahasiswa Pascasar- 
jana berada di Kota Wisata. Total 
mahasiswa sekitar 997 orang. 

Memasuki tahun ajaran baru, 
sekolah teologi yang terus 
"mengembara" ini kedatangan 
mahasiswa-mahasiswi baru se- 
banyak 230-an orang. "Aneh juga, 
kita tidak mencari, tapi mereka 
datang sendiri dari daerah-daerah 
kurang mampu/' kata Ketua SE- 
TIA Pdt. Dr. Matheus Mangentang. 

Meski letaknya berjauhan, 
Matheus mengakui bila proses 
belajar mengajar bisa berjalan 
dengan normal. "Memang beda 
bila kita telah mendapatkan lokasi 
yang permanen. Tapi terus beru- 
saha maksimal agar pendidikan 
anak-anak tidak terbengkelai/' 
katanya sembari menambahkan 
bila hingga kini, pihak SETIA 
belum mendapatkan lokasi per- 
manen untuk pendirian kampus 
baru setelah dipaksa keluar dari 
Kampung Pulo, Jakarta Timur. 



"Proses tukar guling belum final. 
Kita masih tungguh dari Pemda/' 
tukasnya. 

Memecat pendeta? 

Beberapa saat silam, SETIA 
digoyang sedikit masalah. Beber- 
apa mantan dosen dan pelayan di 
SETIA mengajukan protes kepada 
Ketua SETIA Pdt. Matheus Man- 
gentang karena dianggap telah 
memecat mereka dan meminta 
ganti rugi. Proses pemecatan itu, 
demikian release yang dikeluarkan 
Pdt. Yohanis Henukh, M.Th. dan 
kawan-kawan, dilakukan secara 
halus. 

Menanggapi hal itu, pihak SETIA 
menegaskan bahwa pemecatan itu ti- 
dak pernah terjadi. Yang sebenarnya 
terjadi adalah penguatan komitmen 
para dosen dan pendamping maha- 
siswa untuk tetap berkarya di SETIA. 
"Surat itu dikeluarkan karena adanya 
staf SETIA yang melalaikan tugas 
utamanya sehingga pekerjaannya 
terbengkelai pascatragedi terusirnya 
SETIA dari Kampung Pulo menjadi 
terbengkelai. Juga ada beberapa staf 
yang sudah memulai STT yang baru. 
Jadi kita meminta komitmen semua 
dosen untuk meningkatkan kinerja 
secara keseluruhan/' kata Matheus 
sambil menambahkan, bahwa SETIA 
tidak memecat, tapi merekalah yang 
mengundurkan diri. 

^rPaul Makugoru 



Sebuah yayasan Kristen di Jakarta 
Membutuhkan: 



1. Kepala Bagian Finance/Accounting 

Syarat: 

1. SI Akuntansi 

2. Pengalaman Kerja 2 thn 

3. Menguasai Software Aplikasi Akuntansi 

4. Menguasai Pembuatan Laporan Keuangan dari Jurnal-Neraca 

5. Menguasai Ms Office & Internet 

2. Staf Akuntansi 
Syarat: 

1. D3 Akuntansi/SMA + kursus Akuntansi 

2. Pengalaman Kerja 1 thn 

3. Menguasai Pembuatan Jurnal & Inventaris 

4. Menguasai Ms Office 

3. Staf Humas 
Syarat: 

1. D3 Sastra/Public Relation 

2. Suka & Mampu menulis Artikel 

3. Menguasai: Photo Shop, Corel Draw & Publiser 

LAMARAN DILENGKAPI DENGAN: 
CV, Foto Kopi KTP, Foto Copy Ijazah & Transkrip Nilai terakhir, Pas Foto 



Dikirim Via Email ke: fil0805@yahoo.com 



Artistica Art's Education Center 

Upaya Melestarikan 
Budaya Indonesia 



HINGGA kini, 
sudah ada 32 
karya kreatif tradisi 
Indonesia yang di- 
duga dicuri, dipat- 
enkan, diklaim atau 
dieksploitasi secara 
komersial oleh kor- 
porasi asing atau 
oleh Negara lain. 
Malaysia menjadi 
negara yang paling 
banyak mengklaim 
budaya Indonesia se- 
bagai miliknya. Sebut 
misalnya Batik Pa- 
rang dari Yogyakarta, 
Tari Pendet dari Bali, dan alat musik 
angklung. Sementara Vietnam 
mengklaim Tanaman Kadala Ular 
yang berasal dari Papua sebagai 
miliknya. Sementara seorang warga 
Amerika mengakui design Kerajaan 
Perak dari Bali sebagai kreasinya. 

"Kita tidak bisa hanya menuntut 
pengakuan dari negara-negara itu 
bahwa kitalah yang menciptakan 
ragam kreasi budaya itu. Lebih dari 
itu, kita harus membuat semua 
masyarakat Indonesia mencintai 
kreasi budaya anak bangsa, baik 
yang telah mentradisi, maupun 
yang merupakan kreasi-kreasi 
baru/' kata Elisabeth S. Linggodig- 

i 




do, pendiri Artistica Art's Education 
Center (AAEC). Cara untuk mem- 
bangkitkan kecintaan, demikian 
Direktur Kawai Musik ini adalah 
melalui pendidikan kesesenian. 

Dalam rangka itulah maka pihak- 
nya membuka AAEC yang ditandai 
dengan Grand Opening lembaga 
pendidikan kesenian ini pada Sabtu 
(25/9/2010) yang lalu. "Lembaga 
ini didirikan sebagai rasa kerinduan 
akan adanya sarana dan prasarana 
apresiasi seni dan budaya Indone- 
sia dan memasukkan unsure seni 
dan budaya internasional untuk 
memperkaya khazanah seni dan 
budaya Indonesia/' kata Elisabeth. 



Dalam pusat pen- 
didikan kesenian ini 
akan digelar pro- 
gram seni mem- 
batik, seni gambar 
dan lukis, seni tari, 
seni pertunjukan, 
merangkai bunga, 
MC dan presenter, 
Ballet serta keraji- 
nan khas Indone- 
sia dengan fasilitas 
dan sarana leng- 
kap, nyaman dan 
bertrandard serta 
layanan terbaik di 
bidang seni. "Ten- 
tu didukung oleh pengajar yang 
Professional di bidangnya mas- 
ing-masing dan dengan program 
serta materi pengajaran yang telah 
teruji/' tambahnya. 

Dalam grand opening AAEC di 
gedung Kawai Musik itu ditampil- 
kan pula peragaan macam-macam 
kegiatan seni seperti merangkai 
bunga, membatik, menggambar, 
modern dance, ballet dan bebera- 
pa acara lainnya. 

^Paul Makugoru. 



-z>% 



re/ormata 



FORMULIR 6(=RLA*0&ANAN 
(PororflngBnl 



M* .... Fii ■■Jtj. im|H ■■!■ ■ ■ *> -t* 
1 n ■ jt ^Vi k 1 1 1 ■ W r ■ ■ n jjjj- i ■ i 



OtaHihiinnE 

|JD--i rdmlUi-ka 

INI Nll 



DTuu nTwuta 




....,-.■„.■.. 
HL.-L-"d'l-]C-3l[ll 



ItU 



*". l*rf.VTljdl 

i .w.mii.ji i.iiT.vi'i.nni 

hjjcc jw iioirniw 



h.hr :MIHrihHMUMMlA MUKIM H M AUMI WMUU 
■■n .■k'ini ....f pr-H niiru KWy/f y[«|py«*"P^U"-' iMRlfV. 



I4UVH*. 



—4 




byi Iii-iiiiiiibI ■ 
l-U-iiu | ll-H^JC- 

AHPfl LrrtfMi 
OTPW-TWv 



.ii ii \i\ hh/rr lili 

L'lriB l-ifl 



I HbIuii||||bii 






■■HtiPin 



H" 



A iji i iijAj Lm/Li.ifl Ij '■j '/.,- .jiiji^uiuii min . ■ 1 1 ■ 
L- yi \W \,f JTJriJJI 



REFORMATA 




EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Iire/ ormata 




REFORMATA 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



lesensi Buku 





Waktunya Anda 
untuk Bangkit 



Judul Buku 


: It's Your Time 


Penulis 


: Joel Osteen 


Penerbit 


: Immanuel Publishing 


Cetakan 


: 1 


Tahun 


:2010 


Tebal Buku 


: 372 Halaman 



PERSOALAN hidup yang dialami 
orang, tak sedikit yang membuatnya 
lalu begitu terikat dan terkonsentrasi 
pada persoalan itu sendiri, hingga 
mengabaikan kesempatan-kesem- 
patan, meskipun itu dalam bentuk 
percikan-percikan kecil, namun 
mampu berdampak besar. Banyak 
orang terjerat persoalan yang begitu 
berat lantas menjadi lupa dengan 
anugerah Tuhan lalu dengan kekua- 
tan sendiri mencoba Ikeluar dari 
cengkraman masalah. Entah karena 



memang sudah lupa atau karena 
fokus pikiran hanya pada masalah 
itu sendiri. 

"Its Your Time", ya, sekaranglah 
waktunya! Inilah waktu Anda! Seti- 
daknya begitulah yang Joel Osteen 
urai dalam bukunya "Its Your Time". 
Inilah waktu Anda untuk Percaya; 
Inilah waktu anda untuk Mendapat 
Kemurahan; Inilah waktu anda 
untuk Pemulihan; Inilah waktu anda 
untuk Yakin; dan Inilah waktu anda 



untuk Memperluas. Dalam bukunya 
ini Joel Osteen ingin meyakinkan 
kembali pada pembacanya agar 
kembali optimis, meskipun itu sulit 
- apalagi di tengah-tengah resesi 
multidimensi seperti sekarang ini 
yang dampaknya bisa sangat buruk, 
berpengaruh terhadap fisik orang. 
Hidup seolah-olah dalam jurang 
persoalan yang tidak ada jalan 
keluarnya. Tapi Osteen yakin dan 
hendak mengingatkan kembali pada 
pembacanya bahwa jalan keluar 
itu ada dalam Tuhan, karena itu 
percayalah! Sebab ini adalah waktu 
Anda untuk percaya. 

Dalam buku yang terbagi lima 
bagian ini Osteen juga mengar- 
ahkan orang menuju kemurahan 
Tuhan. Sebab Ini adalah waktu 
Anda untuk kemurahan! Osteen 
tidak perduli di mana pun Anda 
berada, dan seperti apa keadaan 



Anda, yang jelas menurutnya, Anda 
tidak pernah sendirian, sebab Allah 
tetap ada, sekalipun di tengah per- 
masalahan seberat apa pun. Sebab 
semakin berat dan besar beban yang 
Anda tanggung, semakin besar pulan 
berkat-berkat dan kemurahan Allah 
yang akan Anda terima. Karena itu 
percayalah inilah waktu Anda untuk 
Kemurahan! Meresponi kemurahan 
yang Allah berikan ini, Osteen men- 
ganjurkan kepada pembacanya agar 
senantiasa menaikkan Doa dengan 
berani, termasuk mengucapkan ka- 
ta-kata yang penuh iman. Niscaya 
kemurahan Tuhan akan dilepaskan 
untuk masa depan Anda. 

Di bagian ke tiga buku ini Osteen 
juga mengingatkan kembali kepa- 
da pembaca tentang Pemulihan 
yang Allah mampu lakukan. Se- 
bab menurut Osteen, Tuhan tidak 
menginginkan Anda hanya bertahan 



hidup dalam kondisi yang buruk, 
seperti dialami banyak orang. 
Menghadapi masa-masa yang 
sulit Tuhan menginginkan umat- 
nya semakin bertumbuh. Osteen 
juga memberikan harapan kepada 
pembacanya bahwa Tuhan akan 
memberi kesempatan bagi Anda 
untuk dapat membumbung lebih 
tinggi, melampaui kondisi sebelum 
anda mengalami cobaan yang be- 
rat. Sebab menurutnya setiap umat 
Tuhan diberikan kuasa pemulihan 
yang memampukan orang untuk 
kembali bangkit, ditengah kondisi 
seburuk apa pun. 

Dalam buku yang inspiratif ini, 
anda akan menemukan banyak 
dorongan-dorongan positif, baik 
dukungan secara moral maupun 
nasihat spiritual. Buku ini niscaya 
mampu mengantarkan Anda untuk 
dapat bangkit kembali, keluar dari 
kondisi buruk, dengan segala per- 
masalahannya yang menjerat. Tak 
hanya akan mengubah pandangan 
anda lebih positif dalam menyikapi 
hidup, tapi juga optimisme yang 
tinggi dalam menjalani hidup. Buku 
yang diwarnai dengan banyak kisah 
orang, baik yang Osteen kenal 
langsung maupun tidak, niscaya 
dapat menginspirasi anda. 

Slawi 



GBI Mawar Saron 

Rev Reinhard Bonnke 
Akan Hadir di Jakarta 



JAKARTA, 28 Agustus lalu, 
Pdt. Jacob Nahuway beserta 
jajaran pengurus gereja GBI 
Mawar Saron mengadakan per- 
temuan dengan wartawan di Ho- 
tel Shangrila Jakarta. Pertemuan 
itu membahas konvensi tiga 
tahunan yang akan diadakan 
Asia Mission Association (AMA) 
pada 3-7 November mendatang 
di Jakarta. Rencananya kegiatan 
yang diberi tema "Asian Church- 
es in Global Mission ini akan 
dihadiri oleh sekitar dua puluh 
negara dari Asia dan seluruh 
dunia. 

Melalui konvensi AMA ke-10 
ini diharapkan setiap peserta 



yang terdiri dari para pendeta 
dan pelayan Tuhan yang berasal 
dari berbagai denominasi gereja 
dan badan misi dapat diperleng- 
kapi, didorong dan disegarkan 
kembali. Acara konvensi akan 
diisi dengan berbagai seminar, 
workshop, dan KKR. 

Ketika mendengar bahwa Ja- 
karta akan menjadi tuan rumah 
dari konvensi AMA tahun ini, 
Rev. Reinhard Bonnke, penginjil 
dunia yang banyak melayani di 
negara-negara Afrika merasa 
terpanggil untuk hadir juga ke 
Jakarta dan turut serta memberi 
dorongan misi kepada gereja 
dan badan misi di Indonesia agar 




Liputan 



dapat terlibat aktif dalam misi 
dunia. Rev. Reinhard Bonke 
akan mengadakan kebaktian 
kebangunan rohani (KKR) pada 
tanggal 23-24 Oktober 2010. 

Baik acara AMA maupun KKR 
tersebut akan diadakan di Ge- 
reja Bethel Indonesia jemaat 



Mawar Saron Kelapa Gading 
Permai Jakarta. Hal ini juga 
bertepatan dengan akan segera 
diresmikannya gedung gereja 
baru yang berkapasitas 10.000 
tempat duduk. Menurut Pdt. Ja- 
cob Nahuway, tujuan dari semua 
rangkaian kegiatan ini adalah 



supaya Tuhan Yesus diper- 
muliakan, Kerajaan-Nya 
diperluas, dan banyak jiwa 
dimenangkan. 

Selain itu pembangunan 
dari gereja ini juga bertu- 
juan agar dunia melihat bah- 
wa di Indonesia yang sering 
didera oleh berbagai konflik 
SARA, Tuhan ijinkan berdiri 
sebuah gereja yang besar. 
Lewat gereja yang besar ini 
kiranya dapat memikul tang- 
gung jawab Amanat Agung 
dan Perintah Agung yang 
lebih besar pula. Peresmian 
gedung gereja yang berkap- 
asitas 10.000 tempat duduk 
ini akan dilaksanakan pada 3 
November 2010 mendatang. 
/ Jenda Munthe 




io 










tt*H r 9±its 



Ck-nii 

PP — Mil—— ^Bfc— i 

fd-u Hs Memuji -n»envcn*ah Tuhan -di pbgl twi 

v "** t » *-*n* ir*. \wLrQQ - im.m uiiii 



Biru CriiLy 



Hamba ^mnn pL 2 S. DO 22_3fl wlta 

n«uiJWMTMBmnni^niMn^^iM»i 



SfmpOIll Malam MatjWmMjNH tTrm.ni luhun il. i' 

Brrgktegr. tBgu-i*gu Pjd^uiI 

ph. J?. 1 lll IMI UI' wl.i 

setop hari Senen malam pk. 21.3D wiu 



Cnsty w 




fcMfrSpHI,- l^lHHfrltfl 1 



Knntnr/StLidir/ htndin Crinty 

k M. n i: j \.->. N 1 1 H> M.^ri-HLHr SUiimnl Skihil^'i 

Td^. (1)11] J CSEiLl-j B707I3 i"-fl*. f IMI I) B3MBLI 

t-mflll- iTmhy.il'-- "ilr: -«r ntfcfcj " 



* ip iff r rV r .J ^ r TtMjj ■*■■ r " f 



SWflT SBIKD ftF TMI «CM 
MIIINI TIE 11FE II BETTER 




'70.10 M Ei k 



VISI tlin MISI: 

IU R HJA N<1 |G A (J 1ANP "t|T?AiC T H K J 4-H-G FT. ^ | nA N 
DIBAWA. PADA Y I: S L" b- flECAtH. UHILKACH TEUrLEl 

MrMHEUI TiAW.ATA.Jf "B A P. U' BAUT YA.KH 

kkLIM.A'rJL'.AM UaR^PaA frGH^Alt 

M B w-Jir \ I7-I-K K A N r L KM AY fUH/N HK »AU A I 

SG L Ubi i;]JI£ WflRLIr Ifi ANSWLH1 

Clril MtUifti-S-l l' Lintmi II. 
J I. KtdcJjii N lp. II UH.T4Vpi-Wilaj*ji%h , 
Tip. 03B7<*4I 70a p C I 106 Fux. 0347-GZff 52 



REFORMATA 




Ungkapan Hati 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



r, 



SRE/ORMAJA 



Imelda Wigoena, Mantan Juara Dunia Bulu Tangkis 

Pengalaman Mengiringnya untuk Men- 



genal Tuhan 



BANGSA Indonesia terutama 
penggemar olahraga 
bulutangkis, tentu akrab den- 
gan nama Imelda Wigoena. Era 
1970-an sampai 1980-an, Imelda 
mengharumkan nama Ibu Pertiwi 
dengan prestasinya meraih banyak 
gelar juara dalam berbagai ke- 
juaraan bulutangkis inter-nasional. 
Sebagai manusia, Wigoena sadar 
bahwa dirinya tidak selamanya 
menang. Kegagalan bisa saja hadir 
dan melemahkan semangatnya. 

Saat-saat mengikuti ke- 
juaran Asian Games di Bangkok, 
pada 1978, Imelda mengalami 
ketegangan yang luar biasa. Dia 
tidak bisa tidur dan makan. Sep- 
uluh hari sebelum event, baginya 
saat yang paling menegangkan. 
Tekanan itu dia rasakan begitu 
besar. Dia menjadi sangat ku- 
rus, sakit, dan hopeless. Saking 
terpuruknya kondisi mental saat 
itu, dia sempat berpikiran, "Saya 
tidak mungkin menang kali ini". 

Kondisi yang lemah mem- 
buat wanita kelahiran Slawi, 
Jawa Tengah, 12 Oktober 1951 
ini, tidak lagi memiliki harapan 
untuk menang. Namun semua 
kekha-watirannya tidak beralasan, 
sebab dalam pertandingan dia suk- 
ses dan malah mendapat medali 
emas untuk ganda putri. Baginya, 
bila berlatih serius dan bertanding 
mati-matian, sudah seharusnya 
menjadi juara. Namun saat itu da- 
lam keadaan tidak mampu menjadi 
juara, dia malah juara. Di situlah 
ibu dua anak ini mulai berpikir 
kalau Tuhan itu ada, dan tanpa 
pertolongan-Nya dia tidak mungkin 
memenangkan per-tandingan. 

Dalam kejuaraan Ali England 
pada 1979, menjelang event, 



Imelda sakit karena latihan ber- 
lebihan. Menurut dokter ada dalam 
perutnya yang robek. Anjuran 
dokter agar Imelda beristirahat, 
karena takut robekan itu melebar, 
diabaikan Imelda. 

"Luar biasa, dalam keadaan 
seperti itu, saya mendapat dua 
gelar sekaligus sebagai pe-menang 
ganda putri dan campuran. Sulit 
memecahkan rekor ini/' ungkap 
Imelda dengan ekspresi bahagia. 

Pengalaman-pengalaman sema- 
cam ini semakin mem-bentuk 
Imelda untuk mendekat pada 
Tuhan dan Firman-Nya. "Dalam 
kelemahan kuasa Allah menjadi 
sempurna," ujar peraih medali 
emas SEA Games 1985 untuk 
ganda putri dan campuran ini. 

Perubahan 

Pengalaman-pengalam 
"ajaib" di atas diam-diam 
mengi-ringi per-jalanan iman 
Imelda untuk terus mengenal 
Tuhan yang sejati. Firman 
Tuhan tentang keselamatan, 
menghantar Imelda bertobat 
pada 1981. 

"Harga diri 
merupakan mi- 
lik yang selalu 
diagungkan, 
namun Ye 
sus tidak 
mempedu 
likan hal 
itu. Dia 
m a 
menyer- 
a h k a n 
n y a 
wa-Nya 
keagun- 
g a n 



untuk manusia yang berdosa. 
Agar manusia diselamatkan," kata 
Imelda. Dan dia mengaku, firman 
ini benar-benar merobek ke-an- 
gkuhan seorang Imelda, untuk 
menyerahkan hidupnya kepada 
Tuhan. 

Setelah memasuki kehidupan 
pernikahan, faktor usia yang ber- 
tambah, serta hadirnya anak, 
membuat Imelda memutuskan 
berhenti bermain. Gelora untuk hid- 
up bersaksi dan mencintai Tuhan, 
semakin membakar kehidupan ibu 
dari Joshua dan Yeheskiel ini. Wa- 
lau ada penyesalan: "Kenapa baru 
sekarang bertobat, jika dari dulu 
waktu aktif saya pasti bisa bersaksi 
ke banyak orang." 

Perjalanan hidup memang ti- 
dak selamanya mulus dan 




menye-nangkan. Sebuah hentakan 
mewarnai kehidupan Imelda. Ge- 
jolak kehidupan mulai mendera. 
Usaha yang dibangun Imelda dan 
keluarga mengalami kebangkru- 
tan. Masalah keuangan mulai 
membelenggu, uang dibawa kabur 
orang, mobil disita, bahkan rumah 
pun hampir hilang. 

"Saya menjadi hard feeling. Iman 
saya terseret-seret. Teman, sauda- 
ra seiman, orang-orang dekat men- 
jadi pengkhianat dan tidak peduli 
dengan kami. Fitnahan, hubungan 
bisnis menjadi kacau, dan mas- 
alah-masalah lain yang berke-cam- 
buk. Kehidupan terasa sangat 
berat. Tuhan ada di ma-na?," kisah 
Imelda me-ngenang masa sulit itu. 
Se-lama 12 tahun dia melewati 
peliknya masalah, dengan doa, 
tangisan, serta kerja keras. 
Semua rintangan itu di- 
hadapi dengan tabah 
oleh Imelda bersama 
suaminya. 

Kini Imelda beru- 
cap, "Tuhan baik. 
Dia membela saya. 
Persoalanku bisa 
terselesaikan, 
karakterku 
diubahkan, 
itu muk- 
jizat-Nya 
yang 
m e m u - 
lih-kanku. 
Ternyata 
benar, 
sabar 
dan ber- 
doa, itu 
sikap 
yang 
| tepat 



Suara Pinggiran 



Gilu, f u ka ng D dmg 

lOtEESI 




untuk menghadapi kesulitan". 

Penginjil 

Doa yang tak terucapkan, kini 
dijawab Tuhan. Kerinduan untuk 
bersaksi kepada banyak orang, 
benar-benar kini dijalani jemaat 
GKI Panglima Polim ini. Setiap ke- 
sulitan yang telah dilewati Imelda 
menjadi pengalaman hidup yang 
membentuk Imelda untuk dapat 
menguatkan orang lain. 

Imelda, kini dipercayakan men- 
yampaikan Firman Tuhan di berb- 
agai ibadah karyawan dan gereja. 
Aktivitas sebagai pelatih bulutan- 
gkis tetap dijalaninya, dan punya 
kesempatan memotivasi mereka 
tentang nilai-nilai hidup yang dia- 
jarkan Firman Tuhan. 

Suami dan anak-anak yang 
mencintai dan mendukung Imelda, 
membuatnya tetap terlihat kuat, 
bahagia, dan cantik. "Hidup kita 
dalam rancangan Tuhan. Jangan 
bergantung kepada manusia, 
nanti kecewa. Manusia jahat, tapi 
Tuhan tidak. Please, tenang saja. 
Tuhan selalu membekali kita untuk 
menghadapi sesuatu di depan, 
supaya kita kuat," tandas Imelda. 

Lidya 




LELAKI usia 54 tahun itu terlihat 
sehat dan kuat dengan senyum 
yang selalu tersungging di pip- 
inya. Dia adalah Alijaro Gulo, salah 
seorang korban gempa yang meng- 
hantam Pulau Nias, tempatnya lahir 
dan berdomisili sebelum akhirnya 
pindah ke Jakarta 2 tahun lalu. 
Dia memutuskan meninggalkan 
tanah leluhur karena kehilangan 
rumah dan semua yang dimilikinya 
akibat gempa yang melanda pulau 
di barat Sumatera itu. Dia menuju 
Jakarta bersama sang istri, Ritina 
Gea, serta anaknya Rohani Gulo 
dan menantu Artime Batee, serta 
4 orang cucunya. Di Jakarta, 

tepatnya di sekitar pasar kawasan 
Alfa Indah, Jakarta Barat, mereka 
mulai kehidupan baru dengan 
menyewa 2 kios ukuran 2 x 3 meter. 
Di sanalah delapan anggota kelu- 
arga itu tinggal dengan peralatan 
apa-adanya. Untuk mandi, masak, 



atau mencuci mereka harus mem- 
beli air. Tidur beralaskan tikar, kain, 
dan kasur tipis. Bila tidak ada uang 
untuk membeli makanan, mereka 
pun terpaksa berpuasa. Demikian 
mereka menghadapi kesulitan jika 
tidak punya uang. Alijaro tidak 
memiliki ijazah. Dia harus meng- 
gunakan tenaga yang dimilikinya 
untuk berjuang menghidupi diri dan 
keluarga. Dia mulai dari pemulung 
hingga sebagai tukang odong-odong. 
Kekuatan mengayuh roda gerobak 
odong-odong, menyetel kaset lagu 
anak-anak, merupakan modalnya 
untuk tetap bertahan di Jakarta. Mu- 
sim hujan merupakan penghambat 
untuk mendapatkan uang. Dari Pasar 
Alfa Indah, Alijaro harus berkeliling 
hingga ke Kreo-Tangerang, demi 
untuk mendapat pelanggan yang 
sudah tentu anak-anak. Dia melaku- 
kan aktivitas itu mulai dari pukul 
07.30 hingga 11.30 WIB, dilanjutkan 



sampai pukul 15.30 sore sampai 
menjelang malam. Lalu bagaimana 
penghasilannya? Setiap anak yang 
naik odong-odongnya dikenai tarif 
Rp 1.000 untuk tiga buah lagu. Jika 
ada empat anak sekaligus, tentu 
akan lebih besar pendapatannya. 
"Tapi kalau cuaca buruk dan sepi, 
itu mengurangi pendapatan per 
hari," ungkap suami Ritina Gea ini. 
Dengan jerih payahnya itu, per hari 
Alijaro bisa membawa pulang Rp 
20 ribu, paling besar Rp 50 ribu. 
Jika menyewa odong-odong orang 
lain, maka pendapatan harus dibagi 
dua. Syukurlah, Alijaro memiliki 
odong-odong sendiri meskipun 
rodanya sudah mulai rusak dan di 
sana-sini harus di-las. Dia dibantu 
menantunya, Artime Batee. Putrinya, 
Rohani menambah penghasilan den- 
gan bekerja di rumah orang, mulai 
dari mencuci atau membersihkan 
rumah. Sebaliknya Ritina bertugas 



REFORMATA 



menjaga ke-4 cucunya. Walau 

mereka sering puasa, namun ke-4 
cucu Alijaro ini tetap terlihat sehat. 
"Ada beras saja, itu sudah cukup. 
Bisa dibuat bubur dan makan dengan 
garam, buat anak-anak. Kalau kami 
yang dewasa, puasa tidak masalah," 
ungkap Rohani dengan meneteskan 
air mata. "Ebenhaezer (anak sulung 
Rohani-Artime) ingin sekali berse- 
kolah, namun kami tak punya uang 
untuk dapat mengabulkan permint- 
aannya. Semoga impian ini dapat 
dikabulkan Tuhan," tambah Artime 
penuh harap. Jika harus kembali 
ke Nias, mereka sudah tidak punya 
apa-apa di sana. Hidup di Jakarta 
penuh dengan perjuangan bahkan 
terus dililit kesulitan selama 2 tahun 
di Jakarta, namun Alijaro bisa be- 
rucap: "Kami hanya bisa bersyukur, 
kuasa Tuhan selalu datang segera. 
Kadang-kadang tidak ada beras, 
niat hati tidak didengar orang lain. 
Saya hanya berdoa dalam hati: 
"Tuhan tolonglah kami ini". Tiba-tiba 
ada orang yang peduli atau tetang- 
ga yang mengantarkan makanan, 
menawarkan bantuan," urai Alijaro. 
Alijaro memang mengalami lilitan 
kesulitan yang sepertinya memen- 
jarakan kehidupannya, namun tetap 
ada senyum bahkan ucapan syukur. 
Profesi sebagai tukang odong-odong 
tetap dilakoninya, untuk mencukupi 
kebutuhan hidup yang tak mudah 
di Jakarta. Membayar kontrakan 
tempat tinggal, makan, membeli air, 
gas, bahkan kebutuhan yang tidak 
terduga. Alijaro dan keluarga kini 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



Khotbah Populer 





Pdt. Bigman Sirait 



APAKAH setiap doa akan 
dijawab? Jawabannya bisa 
bervariasi, tetapi Alkitab 
dengan jelas mengatakan bah- 
wa sikap hati kita sudah mer- 
upakan jawaban atas doa kita. 
Artinya, sikap hati yang buruk 
maka jawaban hati buruk. Se- 
baliknya sikap hati yang benar 
maka jawabannya pun pasti 
benar. Kalau begitu bagaimana 
jawaban-jawaban atas doa kita? 
Dalam Yesaya 59: 1-2 dikatakan 
bahwa sesungguhnya tangan Tu- 
han tidak kurang panjang untuk 
menyelamatkan dan pende-nga- 
ran-Nya tidak kurang tajam untuk 
mendengar... 

Allah mengerti dan tahu semua, 
tetapi tidak mau mendengar- 
kan doa karena kejahatan yang 
dilakukan oleh manusia, hidup 
dalam gelimang dosa. Kita mau 
datang kepada Tuhan tetapi tidak 
mengampuni orang yang berdosa 
kepada kita, bagaimana Tuhan 
mau memperhatikan doa kita? 
Karena itu, ketika kita berdoa kita 
perlu mengakui dulu dosa-dosa 
kita. Sebelum berdoa kita perlu 
membereskan sikap hidup kita, 
periksa baik-baik. Bagaimana kita 
berdoa kalau dosa-dosa kita tidak 
mau kita akui? Tuhan tutup kuping, 
sehingga tidak ada dialog, yang 
ada monolog, pernyataan Saudara 
dalam doa. 

Kalau kita berdoa dengan benar 
kita pasti mengalami perubahan. 
Tetapi kita tidak berubah meski 
selalu menaikkan doa di dalam geli- 
mang dosa. Kita selalu menaikkan 
doa tetapi dalam kejahatan yang 
kita lakukan. Kita tidak pernah 



Berdoa dalam 
Gelimang Dosa 



mau membereskan persoalan dosa 
kita dengan Tuhan. Kita memang 
paling ngotot supaya Tuhan jawab 
doa kita. Kita tidak mau melihat 
seperti apa maunya Tuhan. Kita 
kecewa sama Tuhan, kalau Tuhan 
tidak mengabulkan permintaan kita. 
Tetapi kita tidak pernah mau berta- 
ya apakah kita juga mau melakukan 
kehendak-Nya? 

Apakah doa akan dijawab? Per- 
tama, Tuhan tidak akan menden- 
garkan doamu karena kejahatan 
dan dosa-dosamu. Maka kau perlu 
mengakui dosa-dosamu supaya ada 
dialog dengan Tuhan. Kalau tidak, 
doamu cuma monolog, tidak tahu 
siapa yang mendengarnya. 

Jawaban kedua adalah: tidak. 
Kau sudah minta ini dan itu kepada 
Tuhan berulang-ulang, tetapi tidak 
dikabulkan karena kau meminta un- 
tuk kepuasan dirimu. Kau meminta 
bukan untuk kemuliaan Tuhan. 
Dalam hal seperti ini kita harus ha- 
ti-hati sekali, itu sebab kita jangan 
membuka peluang dalam doa kita 
jika hanya untuk memuaskan diri kita 
sendiri (baca Yakobus 4: 3). 

Jadi jangan pikir, sekali berdoa 
pasti dijawab Tuhan, kalau tidak 
dijawab kau ngambek. Anda boleh 
ngambek dan tinggalkan Tuhan, 
silakan. Kemuliaan Tuhan tidak 
berkurang. Kalau DIA mau mencintai 
kita, itu luar biasa sekali. Itu ker- 
elaan yang hebat, kasih yang sangat 
dahsyat. Jadi hati-hati di dalam doa. 
jangan pikir kalau Saudara punya 
peranan penting di sana. Tuhan 
yang penting. Belajarlah dari DIA, 
senangkanlah hati-Nya, karena DIA 
adalah puncak doa. 

Yang ketiga, kita sudah berdoa 
tetapi Tuhan bilang "tunggu". Bisa 



1 



saja Tuhan menjawab langsung saat 
itu juga. Tapi Tuhan menyuruh kita 
menunggu sebagai proses pemben- 
tukan kita. Bagaimana kita ini ketika 
diuji Tuhan, lulus enggak? Tung- 
gunya berapa lama? Itu terserah 
Tuhan. Tetapi satu hal yang perlu 
kita ketahui adalah halangan apa pun 
yang ada, itu dalam kuasa Tuhan. 
Halangan itu Tuhan ijinkan sehingga 
jawaban atas doa kita diberikan tepat 
pada waktunya. Dengan menunggu, 
iman kita makin teruji dan makin 
kokoh. Bahkan dalam bersikap ter- 
hadap jawaban-jawaban Tuhan kita 
mesti matang dan dewasa. Jangan 
kekanak-kanakan, jangan memak- 
sakan kehendak kepada Tuhan. 
Tuhan tahu apa yang Anda pinta, 
bahkan sebelum kita minta pun 
Tuhan sudah mengerti. Mengapa 
bikin Tuhan seperti tidak mengerti 
apa-apa? Jadi kita mesti besabar. 

Kita mestinya belajar untuk mengi- 
yakan apa yang Tuhan rencanakan, 
lalu berkata, "Ya Tuhan tolong mam- 



pukan kami". Dengan berserah seperti 
ini dalam hidup yang penuh krisis pun 
kita berjalan bersama Tuhan. Apa yang 
terjadi Tuhan tahu kok, Tuhan kan 
tidak pernah salah. Jika saat ini terjadi 
beragam aksi penganiayaan terhadap 
umat Tuhan, itu bukan karena Tuhan 
sedang dikadali atau dipecundangi oleh 
orang lain. Tuhan mampu mengenda- 
likan semua, tetapi kita harus belajar. 
Kenapa itu terjadi, dan kita berkata, 
"Tuhan Kau tahu mengapa ini terjadi, 
dan kami tidak tahu, tetapi beri kami 
pengertian untuk menanggung supaya 
kami tidak salah di hadapan-Mu". 
Begitu mestinya doa kita, sehingga 
hidup kita menjadi hidup yang benar 
di hadapan-Nya. 

Doa orang benar besar khasi- 
atnya 

Yang terakhir, jawaban doa adalah: 
ya. Dalam Yakobus 5: 16 dikatakan 
doa orang benar itu besar khasiat- 
nya. Artinya, doa itu akan dijawab 
"ya", dan diberikan kepada kita apa 



yang kita minta karena dinaikkan 
dengan sikap hati yang benar dan 
meminta yang benar. Kadang- 
kadang memang menjadi doa 
yang unik juga ketika kita bilang 
begini: "bukan kehendakku tetapi 
kehendak-MU-lah yang jadi". Bila 
kita mendoakan yang sakit supaya 
sembuh, itu kehendak kita atau 
kehendak Tuhan? Kita biasanya 
bilang itu kehendak Tuhan. Rasul 
Paulus sakit. Duri dalam dagingnya 
tidak bisa dicabut, sampai Paulus 
bilang, "Cukuplah kasih karunia- 
Mu". Karena itulah yang dikatakan 
Tuhan kepadanya "Cukuplah kasih 
karunia-KU bagimu". Timotius sakit 
pencernaan, pasti sudah didoakan 
Paulus, tetapi disuruh minum an- 
ggur. Artinya, di dalam doa yang 
benar harus dengan cara yang 
benar konsep yang benar. 

Akhirnya kalau kita berdoa yang 
benar itu, dan dijawab oleh Tuhan, 
kita tidak perlu besar kepala, dan 
lantas mengklaim diri spesialis 
doa orang sakit. Kalau orang 
yang Anda doakan sembuh dari 
sakitnya, itu anugerah Allah. Kata 
kuncinya: Bukan kehendakku, ke- 
hendak-MU-lah yang jadi. Berarti 
yang jadi kehendak Tuhan kan? 
Jadi jangan klaim diri Anda sebagai 
spesialis doa orang sakit. 

Karena itu, mari kita berdoa den- 
gan tepat dengan benar supaya 
boleh menyenangkan hati Tu- 
han dan akhirnya kita mengerti 
bagaimana DIA memuaskan hasrat 
hidupmu dan engkau boleh berka- 
ta dalam pengalaman hidupmu, 
"Sungguh Tuhan hidup dalam 
hidupku". Amen.* 

(Diringkas dari kaset khot- 
bah oleh Hans P Tan) 



BGA 2 [Baca Gali Alkitab) Bersama "Santapan Harian" 



^ Bijak bersikap 

2Samuel 16:5-14 



Daud yang sedang dalam pelarian dari kudeta Absalom ternyata 
menghadapi Simei yang memusuhi dia dengan sikap dan kata-ka- 
ta yang kasar. Dalam keadaan terjepit seperti ini ternyata sikap 
Daud luar biasa. 

Apa saja yang Anda baca? 

1. Siapakah Simei? Apa yang dilakukannya terhadap Daud? 
(5-8, 13)? 

2. Apa reaksi Abisai (9)? Bagaimana pula reaksi Daud (10-11)? 
Apa harapan Daud pada Tuhan (12)? 

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda? 

1. Menurut Anda, mengapa Daud tidak menyetujui sikap Abisai? 

2. Sikap seperti apa yang tepat dilakukan orang Kristen ketika 
menghadapi sosok seperti Simei yang sangat tidak bersahabat? 

Apa respons Anda? 

1. Pernahkah Anda mengalami seperti yang dialami Daud? 
Bagaimana Anda bersikap pada waktu itu? 

2. Kalau sekarang hal itu terjadi lagi, bagaimana Anda akan 
bersikap? 

(ditulis oleh Hans Wuysang. Bandingkan renungan Anda 
dengan SH 5 Oktober 2010 Bijak bersikap) 



DAUD bertemu dengan 
Simei, seorang kerabat 
Saul. Kebencian Simei 
terhadap Daud sangat terlihat 
ketika dia mengutuki Daud dan 
melempari rombongan Daud 
dengan batu dalam perjalanan 
pengembaraannya (5-6). Simei 
juga mengata-ngatai Daud. 
Menurut Simei, peristiwa Daud 
digulingkan oleh anaknya sendi- 
ri, sesungguhnya bagai hu- 
kum karma karena Daud telah 
menggulingkan Saul (7-8). Bagi 
Simei, apa yang terjadi pada 
pemerintahan Daud sebenarnya 
merupakan akibat dari tindakan 
Daud sendiri (7-8). 

Abisai, yang mendengar juga 
kutukan Simei, jadi gemas. Ia 
ingin sekali bisa menghabisi Si- 
mei (9). Namun Daud melarang 
Abisai. Bagi Daud, Simei bukan- 
lah masalah besar karena saat 
itu ada masalah lain yang lebih 
besar, yaitu tindakan makar yang 



dilakukan oleh anaknya sendiri, 
Absalom (11). Lagi pula, siapa 
tahu Tuhan memang sedang ingin 
berbicara melalui Simei (10-11). 
Maka yang terpenting bagi Daud 
adalah perhatian Tuhan terhadap 
dirinya (12). 

Bijaksana sekali tanggapan 
Daud terhadap Simei. Ini berbeda 
dari tanggapannya terhadap Ziba, 
yang terkesan terburu-buru dan 
berat sebelah. Sikap bijaksana me- 
mang kita perlukan untuk mengh- 
adapi beraneka ragam sikap dan 
perlakuan orang terhadap kita. 
Ada yang memang bersikap tulus 
dan menunjukkan kasih dalam 
setiap tindakannya terhadap kita. 
Paling mudah menanggapi orang 
seperti ini. Karena tentu saja akan 
dengan mudah lahir keinginan 
untuk membalas kasih orang itu 
kepada kita. Namun bagaimana 
bila kita harus berhadapan dengan 
orang yang bersikap oportunis, 



seperti Ziba dalam bacaan ke- 
marin? Kita telah belajar untuk 
bersikap bijak dan kritis. Jangan 
asal terima pendapatnya, tetapi 
kita pun tak boleh kehilangan 
keramahan kita. Dan berhada- 
pan dengan orang seperti Simei, 
butuh kesabaran ekstra dan 
kepekaan. Tak perlu buru-buru 
emosi menanggapi orang seperti 
itu karena, siapa tahu, Tuhan 
memang ingin menegur kita 
melalui dia. Maka butuh hikmat 
Tuhan untuk menanggapi sikap- 
sikap orang di sekitar kita. 

(Ditulis oleh Kianjaya Holik, 
diambil dari renungan tanggal 
5 Oktober 2010 di Santapan 
Harian edisi September-Okto- 
ber 2010 terbitan PPA) 



Daftar Bacaan Alkitab 1-31 Oktober 2010 



1. 2 Sam 15:13-23 
2. Topik Kemarahan 
3. 2 Sam 15:24-37 
4.2Saml6:M 
5. 2 sam 16:5-14 
6. 2 Sam 16:15-17:14 



7. 2 Sam 17:15-29 
8. 2 Sam 18:1-18 
9. Topik: Sunat hati 
10. 2 Sam 18:19-32 
11.2Saml8;33-19:8 
12.2Saml9;9-23 



13. 2 Sam 19:24-43 
14. 2 Sam 20:1-26 
15. 2 Sam 21:1-22 

16. Topik: Integritas hidit>22 

17. 2 Sam 22:1-30 

18. 2 Sam 22;31-51 



19. 2 Sam 23:1-7 

20. 2 Sam 23:8-39 

21. 2 Sam 24:1-17 
2 Sam 24:18-25 

23. Topik: Pikiran mulia 

24. 2 Taw 1:1-17 



25.2Taw2:l-18 

26. 2 Taw 3: 1-14 

27. 2 Taw 3: 15-5:1 

28. 2 Taw 5:2-6:2 

29. 2 Taw 6:3-11 

30. Topik: Hidup kudus 

31. 2 Taw 6: 12-21 



REFORMATA 




Mata Hati 




EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



r, 



iRE/ORMAJA 



SADAR DIRI, KENAL DIRI 



Pdt. Bigman Sirait 



PERCAYA atau tidak, 
kebanyakan orang tidak 
sadar diri, dan akhirnya tidak 
tahu diri. Orang seperti ini selalu 
gagal menempatkan diri dengan 
tepat, bahkan seringkah menjadi 
titik masalah. Lihat saja perilaku 
orang miskin yang sombong. 
Atau sebaliknya, orang kaya yang 
kehilangan percaya diri sehingga 
selalu bersikap aneh. Belum lagi 
berbagai sikap yang menjeng-kel- 
kan, yang muncul sebagai bentuk 
kompensasi. 

Manusia seringkah berperilaku 
aneh, tak menyadari hakekat diri, 
dan akibatnya tak pernah mampu 
mengenal dirinya sendiri. Sering- 
kah orang lain menilai dirinya lebih 
tepat, daripada dia sendiri menilai 
dirinya. Ironis, tetapi itulah ken- 
yataannya. Realita itu tidak melulu 
soal psikologis, tetapi juga teologis. 
Ya, masalah ketika seseorang tidak 
menyadari, dan tidak mampu me- 
nempatkan dirinya secara tepat di 
hadapan Tuhan. Ada yang merasa 
tidak pernah layak, sehingga tidak 
pernah mau melayani Tuhan, 
dalam hal apa pun. Sebaliknya 
ada yang merasa sangat layak, 
sehingga cenderung tak santun 
dalam menghadap Tuhan yang 
terasa dalam bunyi doanya. La- 
gi-lagi ironis, karena ranah agama 
ternyata penuh dengan polusi tidak 
sadar diri. 

Tulisan ini tak hendak merambah 
arena psikolis dengan berbagai te- 
orinya, melainkan menjelajah areal 
teologis yang jarang tersentuh. Ha- 
rus diakui bahwa jauh lebih mudah 
menemukan tulisan tentang kondisi 
psikis manusia yang tak kenal diri 
dengan baik dalam perspektif psi- 
kologi. Sementara dalam perspektif 
teologis lebih banyak mendiskusikan 
keunggulan keimanan, namun ku- 
rang menyentuh areal kepongahan 
dalam keberimanan itu. Adalah 



Petrus yang terbilang murid utama 
dalam pelayanan Yesus, yang men- 
yadari dirinya, sehingga dengan tepat 
dia menempatkan diri di hadapan 
Tuhannya. Dalam Lukas 5: 1-11, 
dikisahkan pertemuan Petrus dengan 
Tuhan Yesus. Bermula dari kegaga- 
lan mereka menangkap ikan setelah 
berusaha semalaman, pertemuan 
dengan Tuhan Yesus menyadarkan 
Patrus dengan siapa dia berhadapan. 
Perintah Yesus untuk bertolak ke 
tempat yang dalam, di waktu hari 
semakin siang, guna menangkap 
ikan, sungguh tak lazim. Malam 
adalah waktu terbaik, dan mereka 
telah gagal. Siang hari sungguh tak 
bisa dipahami, jika berharap mereka 
akan menda-patkan ikan. Namun 
karena perintah Sang Guru, didasari 
rasa hormat terhadap seorang Rabbi, 
Petrus memenuhi permintaan Yesus. 
Kejutan besar terjadi, jala mereka 
penuh dengan ikan, bahkan hampir 
koyak. Sebuah peristiwa besar bagi 
Petrus. Yang menarik, Petrus tak 
tengelam dalam keasyikan mendapa- 
tkan hasil yang besar setelah semala- 
man gagal. Petrus langsung tersadar 
dengan Siapa dia berurusan. 

Tersungkur di depan Tuhan Yesus 
sebagai wujud hormat sangatlah 
tepat. Petrus sadar, sesadar-sadarn- 
ya, bahwa dia berhadapan den- 
gan Guru Agung, dan Petrus tahu 
bagaimana menempatkan dirinya, 
yaitu tersungkur hormat. Bukan saja 
menghormat kepada Tuhan Yesus, 
Petrus juga merasa tak layak, dia 
merasa diri sebagai pendosa. Sebuah 
pengenalan diri yang sangat baik, 
dan pengenalan Tuhan yang sangat 
tepat. Dalam perjalanan pelayanan- 
nya, Petrus memang pernah men- 
yangkal Tuhan Yesus, ketika Yesus 
menjalani salib. Petrus tergoncang 
hebat dan kehilangan jati diri. Tapi 
itu tak berlangsng lama, dia kembali 
menemukan diri yang terhilang, dan 
kembali ke jalan Tuhan. 



Menutup perjalanan hidupnya, tra- 
disi gereja menceritakan Petrus yang 
mati disalibkan dengan kepala ke 
bawah, dan kaki ke atas. Petrus tak 
menyesal, bahkan berkata, bahwa 
dia tidak layak mati seperti itu. Petrus 
mengingat gurunya, Tuhannya, 
yang mati tersalib untuk dirinya. Dia 
sadar diri, dan sangat tahu diri. Kisah 
Petrus sungguh sebuah kemenangan 
dalam pengenalan diri. Semangat 
Kristen mengajarkan ajaran Ye- 
sus Kristus, agar dalam memohon 
apapun, hendaklah mengembalikan 
seluruh permo-honan doa ke dalam 
kedaulatan Allah. Bukan kehendak- 
ku kehen-dakMulah ya Bapa yang 
terjadi. 

Ini adalah citra diri seorang kris- 
tiani. Di sini pula berakar seluruh 
integritas orang percaya. Dengan 
integritas seperti ini setiap orang 
Kristen tahu diri, mengenal diri den- 
gan baik, dan tahu menempatkan 
dirinya seturut panggilan hidupnya. 
Betapa terbaliknya situasi kekinian 
umat kristiani. Dengan mudahn- 
ya kita akan menemukan orang 
Kristen yang berdoa dengan sikap 
seakan memerintah Allah untuk 
melakukan apa yang diinginkannya. 
Dengan dalih iman mereka memo- 
hon dengan keyakinan penuh tanpa 
harus bertanya apa yang sesung- 
guhnya Tuhan inginkan. Yang ada, 
adalah apa yang dinginkan umat. 
Bahkan doa yang menyebut bukan 
kehendakku tetapi kehendakmu- 
lah yang jadi, dipandang sebagai 
doa yang kurang beriman. Power 
of mind, positive thinking, telah 
menjadi sugesti kuat mengganti- 
kan iman. Semua tentang Anda, 
apa yang Anda inginkan, apa yang 
Anda percaya, Tuhan akan melaku- 
kannya. Jangan takut meminta, 
mintalah karena Tuhan akan mem- 
beri. Semua kalimat ini menjadi 
dasar y"mintalah kepadamu akan 
diberi", jelas di sana, dalam perikop 
lengkapnya, bahwa ada orang 



yang meminta, memperoleh tetapi 
ditolak Tuhan di surga mulia (Mat 
7: 21-23). Karena ternyata yang 
menjadi poin utama dalam konteks 
itu adalah bagaimana hidup sesuai 
kehendak Allah. Pohon dikenal dari 
buahnya, kata Alkitab. 

Pemerkosaan terhadap ayat 
ayat Alkitab yang dilepaskan dari 
kon-teksnya, telah menjadi trend 
penyesatan masa kini. Manusia 
kini berlaku sebagai power yang 
mengendalikan kehidupan ini, 
dengan meminta Tuhan melakukan 
apa yang mereka inginkan. Tak 
lagi pernah bertanya apa yang se- 
sung-guhnya Tuhan inginkan untuk 
mereka lakukan. Hidup terus ber- 
gulir, umat Kristen tergerus dengan 
berbagai pola pikir dan semangat 
jaman yang menodai kemurnian 
iman Kristen. Terjadi sinkretisme 
yang sangat deras (pencampuran 
keyakinan atau pemahaman lain, den- 
gan iman Kristen, sehingga melahirkan 
paham yang melenceng dari ajaran 
Alkitab yang sesungguhnya). 

Orang Kristen tak lagi tahu diri di 
hadapan Tuhannya. Kok Tuhan diatur 
oleh doa umat? Seberapa hebatnya 
iman umat sehingga bisa menggerak- 
kan Tuhan yang maha-hebat. Karena 
jika Tuhan sampai tergerak dan be- 
rubah pikir karena doa seseorang, 
itu hanya menun-jukkan betapa Tu- 
han tergantung pada kekuatan doa 
manusia. Tuhan tak lagi indipenden, 
tidak lagi mahakuasa, atau mahase- 
mpurna, karena dia bisa berubah. 
Apa yang dikatakan Alkitab bahwa 
Tuhan tidak berubah dulu sekarang 
sampai selamanya, ternyata beru- 
bah di titik tertentu, tergantung 
iman umat waktu berdoa. 

Ah, sebuah ironi dari gambaran 
Tuhan yang inkosisten. Umat kris- 
tiani banyak yang telah ternoda 
oleh polusi keyakinan lain, yang 
yakin semuanya tergantung sikap 
kita, persembahan kita, ritual kita. 



Padahal Alkitab mengajarkan ten- 
tang kedaulatan Allah, kemurahan 
Allah dalam memberi. Bahkan 
Yesus Kristus sendiri mengajar- 
kan kita mengembalikan seluruh 
permohonan kepada ketetapan 
kehendak Allah yang tak tersen- 
tuh manusia. Berintegritas dalam 
beriman, membutuhkan kesadaran 
diri yang penuh di hadapan Tuhan. 
Sadar diri, tahu menempatkan diri 
sebagai pemohon bukan pengatur. 
Mengenal siapa Allah dengan be- 
nar menjadi tuntutan yang tak bisa 
diabaikan. Banyaknya kesalahan 
yang muncul, terutama disebab- 
kan oleh ketidaktahuan yang 
utuh akan hakekat Allah, tetapi 
sudah terlalu banyak bicara, bah- 
kan mengajar. Patutlah Yakobus 
memperingatkan agar tak semua 
orang ingin menjadi guru, karena 
guru akan dituntut lebih berat. 
Tapi tampaknya, lagi lagi soal ini 
pun banyak orang yang berbicara 
tidak memahaminya. 

Petrus tahu betul siapa dirinya 
hingga kesudahan hidupnya. Dia tak 
pernah merasa hebat, bahkan tak 
layak di hadapan Tuhannya, terma- 
suk ketika mati tersalib. Petrus tak 
pernah pusing dengan kehidupannya 
dengan memperkaya diri, tetapi se- 
baliknya mempersembahkan seluruh 
hidupnya kepada Tuhan. Ah, lagi lagi 
beda sekali dengan masa kini. Yang 
menjadi pertanyaan, sudahkan anda 
sadar diri, mengenal diri, dan tahu 
menempatkan diri di hadapanNYA. 
Sebuah perenungan penting. Semoga 
Anda dan saya menemukan jawaban 
yang benar benar, benar. Bukan 
sekadar merasa benar. ♦ 



PELAYANAN RADIO 



1. JAKARTA, RPK FM, 96,30 FM 

(Indovision CH.210, websitewww.radiopelitakasih.com) 
(SENIN MALAM, Pkl. 20.00-21 .00 WIB) 
(JUMAT PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

2. JAKARTA, MG.radio.org 

(SELASA PAGI, Pkl. 09.00-09.30 WIB) 
(KAMIS MALAM, PKL. 18.30-19.00 WIB) 

3. SEMARANG, Radio Keryxon 107.6 FM 
(SENIN-RABU-JUMAT, Pkl. 13.00 - 13.30 WIB) 

4. KARANG ANYAR, Radio Suara Sion Perdana 1314 AM 
(SABTU PAGI, Pkl. 10.00 - 10.30 WIB) 

5. MALANG JATIM, Radio Solagracia 97,4 FM 
( SELASA PAGI Pkl. 06.00-06.30 WIB) 

6. P. SIANTAR, Radio Budaya Simalungun, 102 FM 

(SELASA & KAMIS.Pkl. 16.00-16.30 WIB) 

7. P.SIANTAR, Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8FM 
(SELASA&JUMATPM. 19.3020.30 WIB, MINGGU PM. 13.00-14.00WB) 

8. SIDIKALANG, Radio Swara Berkat, 103,2 FM 

(SABTU PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

9. DOLOK SANGGUL-SUMUT, Radio Pelita Batak 90.8 FM 
(SENIN3ABTU PM. 10.30-11.00 WIB, MINGGU PM. 13.00-14.00 WB) 

10. GUNUNG SITOLI, Dian Mandiri, 100,5 FM 
(SABTU MALAM.Pkl. 21.00-21.30 WIB) 

11. SAMARINDA, One Way/Suara Kasih,95,20 FM 
(MINGGU, Pkl 22.00-22.30 WITA) 

12. AMBON MALUKU, Radio Sangkakala 96.8 FM 
(SENIN-RABU-KAMIS-JUMAT, Pkl 05.30-06.00 WITA) 

13. AMBON MALUKU, Radio Titasomi 96 FM 
(MINGGU, Pkl 18.30-19.00 WITA 

14. TOBELO-HALMAHERA UTARA, Radio Syallom 90.2 Mhz 
FM 

(MINGGU, Pkl. 14.30-15.00 WITA) 

15. JAYAPURA, Swaranusa Bahagia, AM 1170 Khz 
(KAMIS PAGI, Pkl 10.00-10.30 WITA) 

16. MANADO- MALALAYANG, Radio CWS 89.40 FM 

( MINGGU PW 10.00-10.30 WITA & SENIN, Pkl 12.00-12.30 WITA) 

17. MINAHASA- SULUT, Radio Anugerah Langowan 107.2fm 



BERSAMA PDT. BIGMAN SIRAIT PELAYANAN TELEVISI 



18. MANOKWARI - PAPUA, Radio Matoa 102.6 fm 
(MINGGU Pkl 06.00-06.30 WIT) 

19. MANADO, Swara Gita Citra Sumber Kasih,90,2 FM 
( SENIN -SABTU, Pkl 08.05-08.35 WITA) 

20. MANADO, ROM2FM 102FM 
(MINGGU PAGI, Pkl 07.00 WITA) 

21. MAKASSAR, Radio Cristy, 828 AM 
(SENIN MALAM, Pkl. 22.30 - 23.00 WITA) 

22. TOLI-TOLI, Radio Charitas 103.3 FM 
(SENIN s/d SABTU, Pkl. 18.00 - 18.30 WIB) 

23. PALU, Radio Proskuneo, 105,8 FM 
(SELASA SORE, Pkl. 15.00 - 15.30 WIT) 

24. TENTENA-POSO, Radio Langgadopi, 101,2 FM 
[MINGGU SORE.Pkl 17.00-17.30 WITA) 

25. SUMBA-NTT, Suara Pengharapan, 90, 30 FM 
(SENIN s/d MINGGU MALAM, Pkl 20.00-20.30 WITA 

26. SOE-NTT, Radio Mercy 90.4 FM 

(SETIAP HARI Pkl. 05.00-05.30 PAGI, Pkl. 12.00- 
12.30 SIANG DAN Pkl. 22.00-22.30 WITA MALAM ) 

27. JAKARTA- Radio Tona 702 AM 
(MINGGU PAGI Pkl 07.00-07.30 WIT) 

( MINGGU SORE Pkl 19.00-19.30 WIT) 

28. BITUNG, Radio Suara Naviri, 92.2 FM 
(SELASA - JUMATSORE, Pkl. 21 .00 WIT) 

29. KUALA KAPUAS-KALTIM, Radio Bahtera Hayat, 91.4 FM 

30. KUALA KURUN-KALTENG, Radio Sartika FM 
(MINGGU PAGI, Pkl. 08.00-08.30 WIT) 

2. PROGRAM BUKU 

(Buku i) leroppng Kehidupan 

(Buku 2) Gerejamu, Gerejaku, Gereja Kita 

3. PROGRAM KASET 

Tersedia 50 Vol Kaset Khotbah 
Dapatkan segera buku dan kaset di 
toko-toko buKu Kristen terdekat atau Telp. 




Seluruh Hasil keuntungan pen- 
jualan buku & kaset dipakai untuk 
biaya pelayanan 
PAMA &MIKA 

Bagi Anda yang merasa diberkati 
dan ingin mendukung pelayanan 

(Yayasan Pelayanan Media Antiokhia) 

dapat mengirimkan dukungan 

langsung ke: 

Account: a. n. 

Yayasan. Pelayanan Media Antiokhia | 

BCA kcp Sunter No: 4193024800 



Indovision: 

Mulai 1 Agustus 

Program Live 

Channel 95 pindah ke Channel 70 

Kamis Malam Pkl 19.30 WIB dan 

Minggu Siang Pkl. 12.30 WIB 



Kabel vision: Family Channel 

Setiap Hari 

Rabu Pagi Pkl. 07.00 WIB dan 

Malam Pkl. 21.00 WIB 




e-mail : pama_yayasan@yahoo.com 



podcast (mp3) 



Khotbah Populer 

Pdt. Bigman Shnalt 
di www.reformota.com 



i* 



REFORMATA 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



f\ 



nsultasi Keluarga 





Suami Disayang Istri, Diam- 
diam Berkhianat 



Michael Christian, S.Psi., M.A. 
Counseling 

Bapak Konselor yang terhormat, nama saya Ani, usia 40-an dan su- 
dah menikah selama 13 tahun. Saya tidak memiliki anak kandung, tapi 
anak asuh dari pihak keluarga suami yang saya asuh sejak mereka bayi. 
Mereka memanggil saya "mama". Saya sangat bahagia dengan keadaan 
ini, dan tidak berkeberatan mengasuh anak yang bukan anak kandung 
saya. Bagi saya, mereka adalah anak-anak saya sendiri. Tidak hanya itu, 
saya juga tidak keberatan dengan pihak keluarga dari suami saya yang 
ikut tinggal nebeng di rumah saya, dan juga bekerja pada perusahaan 
yang saya miliki. Maaf, selama ini saya yang lebih banyak menafkahi 
keluarga bahkan keluarga dari pihak suami. Sekali lagi, hal ini bukanlah 
suatu masalah buat saya. Saya mengerti Tuhan memberkati dengan cara 
yang berbeda-beda. 

Tapi akhir-akhir ini saya merasa sakit hati sekali dengan suami saya. 
Pasalnya, suami saya sedang menderita tumor dan sedang dalam keadaan 
kritis, dan di saat-saat seperti itu, saya menemani suami saya full-time, 
dan dalam kondisi kritis itu, suami saya seringkali menyebut-nyebut kata: 
"maaf... maaf./' berkali-kali. Saya tidak tahu maksud sesungguhnya, 
sampai minggu lalu dia membuka semuanya kepada saya. Ternyata di 
kota lain dia telah memiliki seorang istri, dan 2 anak sejak 7 tahun lalu. 
Padahal saya tidak pernah curiga sedikit pun, saat ia keluar kota pun saya 
selalu percaya kepada dia. Bahkan yang lebih parah, ternyata sebagian 
besar keluarganya yang bekerja kepada saya mengetahui hal ini namun 
mereka diam seribu bahasa, dan tidak ada satu pun yang menceritakan 
kepada saya atau menegur suami saya. 

Setelah terbongkar semua, mereka hanya berkata bahwa mereka tidak 
ingin mencampuri urusan rumah tangga saya, dan pernah menegur, 
hanya suami saya tidak berubah. Saya sungguh-sungguh merasa sangat 
dikhianati, dan sangat kecewa dan marah. Di hati kecil saya, saya tidak 
mau memaafkan dan mengampuni suami dan keluarganya lagi. Tapi di 
sisi lain saya merasa bersalah kepada Tuhan dan suami jika meninggalkan 
mereka apalagi dalam kondisi penyakit kritis. Tapi saya sungguh-sungguh 
terluka. Mohon bantuannya. Apa yang harus saya lakukan untuk meng- 
hadapi masalah ini? Terima kasih. 
Ani 
Jakarta 



IBU Ani yang sedang terluka, 
merupakan hal yang mengag- 
etkan bak petir di siang bolong 
menerima berita yang sangat 
mengejutkan dan tidak disang- 



ka-sangka ini. Suami yang be- 
gitu baik dalam satu pernikahan 
yang bahagia beserta anak-anak 
asuh yang dicintai bersama kel- 
uarga besar pastilah sebuah 



kebahagiaan tersendiri bagi kita. 
Perasaan memiliki dan dimiliki 
yang sangat kuat terpelihara se- 
karang ini secara tiba-tiba digan- 
tikan dengan perasaan yang terpi- 
sah, tidak lagi menyatu, dan luluh 
lantak. Semua kebahagian yang 
dipupuk begitu lama seolah-olah 
sirna dalam sekejap mata. Hal ini 
pasti menimbulkan syak di dalam 
hati dan memunculkan berbagai 
macam perasaan yang campur 
aduk. Mengetahui berita yang 
menusuk hati di tengah-tengah 
kondisi kritis yang dialami suami, 
membuat kita merasa lumpuh dan 
tidak mengerti bagaimana harus 
berdiri dan melakukan sesuatu 
yang bermanfaat. Perasaan kasih 
berubah menjadi sakit hati dan 
amarah yang tidak terelakkan. 

Dalam kondisi seperti ini tidak 
heran jika kita bertanya-tanya 
dalam pikiran kita apa yang 
sebetulnya terjadi, apa sebab 
dan alasan yang membuat suami 
melakukan hal-hal yang mungkin 
kita tidak akan pernah mengerti 
sepenuhnya, dan bukanlah hal 
yang aneh jika kita merasa tidak 
mampu untuk mengasihi kem- 
bali, melupakan kesalahan, dan 
pengkhianatan suami pada kita. 
Meski sebetulnya dalam kondisi 
yang sangat kritis ini, justru sua- 
mi timbul perasaan bersalahnya, 
entah karena takut akan kematian 
dan hukuman Tuhan atasnya, 



atau karena hati nuraninya tim- 
bul karena perasaan bersalah 
dan penyesalan karena telah 
mengkhianati kebaikan hati ibu 
bagi dirinya dan keluarga. 

Memang memaafkan itu tidak 
pernah mudah. Memaafkan tidak 
seperti membalik telapak tangan, 
lalu selesai. Ada proses yang berat 
yang harus dijalani, ada tetesan 
air mata yang perih karena ke- 
cewa, kesal, marah, dan kadang 
ingin membalas dan menghukum, 
tapi di sisi lain entah kenapa 
keputusan untuk memaafkan dan 
mengampuni juga sekaligus mele- 
gakan dan membebaskan kita dari 
tekanan dan insting yang menga- 
rah kepada kehancuran baik bagi 
diri sendiri maupun orang lain 
(death instinct). 

Dalam kondisi seperti ini, be- 
narlah apa yang Firman Tuhan 
katakan dalam Matius 18: 21-22, 
"Kemudian datanglah Petrus dan 
berkata kepada Yesus: "Tuhan, 
sampai berapa kali aku harus 
mengampuni saudaraku jika 
ia berbuat dosa terhadap aku? 
Sampai tujuh kali?" Yesus berkata 
kepadanya: "Bukan! Aku berkata 
kepadamu: Bukan sampai tujuh 
kali, melainkan sampai tujuh pu- 
luh kali tujuh kali." 

Hal yang senada juga muncul 
dalam kitab Lukas 17: 3-4, "Ja- 
galah dirimu! Jikalau saudaramu 
berbuat dosa, tegorlah dia, dan ji- 



kalau ia menyesal, ampunilah dia. 
Bahkan jikalau ia berbuat dosa 
terhadap engkau tujuh kali sehari 
dan tujuh kali ia kembali kepada- 
mu dan berkata: Aku menyesal, 
engkau harus mengampuni dia." 

Sebagai orang percaya, kita 
semua menderita luka dari pen- 
galaman-pengalaman yang keliha- 
tannya tidak memiliki sebab atau 
alasan. Kita tidak dapat mengerti 
atau menjelaskannya. Kita mun- 
gkin tidak tahu mengapa hal-hal 
terjadi dalam kehidupan ini. Bah- 
kan ada alasan untuk beberapa 
penderitaan kita mungkin hanya 
diketahui oleh Tuhan. Namun 
dalam penderitaan, seringkali 
Tuhan juga menunjukkan kasih 
dan kuasa-Nya, yang Ia ingin kita 
juga melakukannya. 

Terima kasih atas surat ibu, 
kami berharap ibu bisa hadir ke 
counseling center kami, supaya 
kita bisa menghadapi beban ma- 
salah ini langkah demi langkah. 
Tuhan Yesus memberkati. ♦ 



LIFESPRING COUNSELING CENTER 

68199933 / 22 

www.my-lifespring.com 



Robert Murray Mc.Cheyne 



Teolog Produktif Kaya Talenta 



SEGALA sesuatu yang ada 
di dunia bersifat terbatas, 
baik terbatas dalam ruang 
maupun waktu. Semuanya bisa 
lenyap begitu saja dalam hitun- 
gan detik tanpa kita mengerti, 
termasuk nyawa kita atau orang 
yang kita sayangi sekalipun akan 
meninggalkan tubuh lahiriah 
yang terbatas ini. Lantas apakah 
orang akan mencari pengganti 
sosok keluarga yang ada di dunia 
yang terbatas dan mudah saja 
lenyap ini dengan sosok lain yang 
lebih kekal? 

Tak sedikit orang yang 
melaku-kannya - berusaha men- 
cari apa yang telah hilang dengan 
pengganti lain yang bersifat kekal. 
Paling tidak ada satu orang yang 
pernah melakukannya, yakni Rob- 
ert Murray McCheyne, seorang 
teolog sekaligus sas-trawan dan 
seniman, yang pernah "mencari 
Saudara yang tidak bisa mati", sep- 
eninggal kakaknya David. Meski 
terkesan aneh, namun hal inilah 
yang justru mendorong Robert 
lebih mengenal hal-hal bersifat 
rohani. 

Robert Murray McCheyne, anak 



bungsu dari Adam McCheyne, lahir 
pada 21 Mei 1813 di Edinburgh, 
Skotlandia. Sejak kecil Robert 
dikenal sebagai anak yang cerdas. 
Bahkan di usianya yang ke-4, dia 
sudah mengenal alfabet Yunani dan 
bisa menyanyi serta berdeklamasi 
dengan fasih. Talenta ini betul-betul 
digalinya secara baik hingga ia 
menginjakkan kakinya di bangku 
kuliah Universitas Edinburgh. Di 
tempat ini Robert mengolah ke- 
mampuannya secara luar biasa. 
Tak heran jika Robert terlihat lebih 
menonjol dibanding teman-teman- 
nya yang lain, dalam mengesk- 
presikan diri, di bidang sastra 
dan seni, mendeklamasikan puisi. 
Kal itu musik dan puisi memang 
menjadi satu-satunya hiburan dan 
sesuatu yang paling disukai. 

Kendati Robert tertarik dengan 
dunia seni dan sastra, namun pen- 
galaman spiritual memba-wanya 
untuk lebih mengenal Kristus 
dengan melanjutkan studinya di 
Divinity Hall, di bawah bimbingan 
Dr. Thomas Chalmers dan Dr. 
Welsh. Lagi-lagi Robert menonjol 
di antara mahasiswa lainnya. Di 



Fakultas Teologi Divinity Hall ini, 
Robert dikenal sebagai mahasiswa 
yang rajin, saleh, dan sangat 
peduli terhadap jiwa-jiwa yang 
belum selamat. 

Setelah menamatkan studi, 
dan mengaplikasikan apa yang 
dipelajarinya dengan menjadi 
asisten Pdt. John Bonar, pendeta 
di Stirlingshire, 1936, Robert pun 
dipanggil menghadap ke Paroki 
St. Petrus di Dundee untuk di- 
tahbiskan menjadi pendeta. Di 
masa pelayanannya yang cukup 
singkat, sekitar tujuh tahun saja, 
Robert dikenal sebagai hamba 
Tuhan yang khotbahnya sangat 
menarik, sehingga banyak orang 
hadir jika dia berkhotbah. 

Tak hanya itu, Robert juga 
dikenal sebagai hamba Tuhan 
yang produktif. Ada banyak karya 
yang pernah lahir dari hasil pere- 
nungannya. Beberapa karya-kary- 
anya yang terkenal antara lain, 
"Narrative of a Visit to the Holy Land 
and Mission of Inquiry to the Jews"; 
"Expositions of the Epistles to the 
Seven Churches of Asia,"; juga "The 
Eternal Inheritance: the Believer"s 



Portion, and Ves- 
sels of Wrath fitted 
to Destruction, two 
Discourses,". 

Sebagai pelayan 
Tuhan yang men- 
gerti musik, Rob- 
ert juga pandai 
mengaransemen 
musik gerejawi. 
Robert adalah 
hamba Tuhan 
Skotlandia per- 
tama yang ber- 
peran dalam 
perkembangan 
pujian dan musik ge- 
rejawi. Talentanya ini mendoron- 
gnya untuk menciptakan himne 
yang memberkati banyak orang 
seperti, "When this passing world 
is done" (Ketika dunia yang fana 
ini sudah berakhir), yang hingga 
kini masih terus digunakan oleh 
gereja-gereja di Skotlandia. 

Robert meninggal pada usia 
muda. Masa pelayanan Robert 
pun terhitung tidak begitu lama, 
hanya 7 tahun, sekitar tahun 
1836 sampai tahun 1843. Kendati 




demikian, Robert begitu dikenal 
sebagai pengkhotbah yang penuh 
urapan Roh Kudus. Tak heran ke 
mana pun dia memberitakan firman 
Tuhan, dia dipanggil sebagai bapak 
rohani oleh pengikutnya. & Sla- 
wi/ Sabda 



REFORMATA 




EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 



|ire/ormata| 





I.. .|.ITXH J|i..^ll I.L..I. III.. 
UU a. ■ ..II 1 . i i .u.| n IMI III 1 



- 



REFORMATA 



r 



1RE/0RMAJA 



EDIS1 132 Tahun VIII 1 - 31 Oktober 2010 




nzmm 



Untuk pemasangan iklan, 
silakan hubungi Bagian Iklan 

Jl. Salemba Raya No 24, Jakarta Pusat 

Tip. (021) 3924229, Fax:(021) 3148543 HP:0811991086, 70053700 



Tarip iklan baris : Rp.6.000,-/baris 

( 1 baris=30 karakter, min 3 baris ) 

Tarip iklan 1 Kolom : Rp. 2.500,-/mm 

( Minimal 30 mm) 
Tarip iklan umum BW : Rp. 3.000>/mmk 
Tarip iklan umum FC : Rp. 3.500,-/mmk 



ALKITAB ELEKTRONIK 



Jasa instali alkitab/bible semua bhs 
& versi Ingkp di hp,bb & laptop. 
hub: MaranathaGadget, MTA P2/09- 
10 Sms: 021-93216178 



ID CARD 



Delima Card special id card, mem- 
ber card, discount card, Jl. Kran 
raya, gg,Garuda No.29 Jakpus Hp: 
085692945264 



LOWONGAN 



Salon besar di antara membutuhkan su- 
pervisor min D3 wanita pnmpln menarik, 
pernah bekerja membawahi anggota.hub: 
Anita salon 021-94073999 



BUKU 



Gratis bk "Benarkah Nabi Isa 
Disalib?" Surati ke PO BOX 6892 
Jkt-13068, www.the-good-way.com, 
www.answering-islam.org, www. 
yabina.org, www.sabda.org, www. 
baritotimur.org, E-mail: apostolic. 
indonesia@gmail.com 



KONSULTAN PAJAK 



Anda punya masalah dngan pajak 
pribadi, pajak perusahaan (SPT masa 
PPN,PPh,Badan) Hub Simon: 021- 
99.111.435 atau 0815.1881.791. 



LES PRIVAT 



Anda Mau Nilai Mat/Fis/Kim bagus? 
metoda khusus Smu/Smp Hub.Qlc. 
021-23673169/08157103065, Rw 



BIRO BANGUNAN 



Mitranadua Cipta Graha Design 
& Build Architecture (Ex/in) rm- 
h,ruko,kntr,Gb 3D, RAB.Hub: 021- 
32426704,0812-8219781, Email: 
mitranadua@yahoo.com 



KONSULTASI PERNIKAHAN 



Beda gereja, beda keyakinan dan 
kesulitan apapun Hub: Konsultan 
cat. sipil 021-4506223/08161691455, 
081289386633. 






Kami melayani jual-beli, 
tukar tambah, service, rental 
alat-alat musik & sound system berb- 
agai merek dengan harga spesial 



Jl. Bungur Besar 17 No. 25 
Jakarta Pusat 

Jktl 0320, Telp. 021 -4203829, 

7075.1610 
HP. 081 6.852622, 081 6.1 1 64468 



sound 

system 

anda 

bermasalah ? 



holsjji soi/id muah capai di 

3OUND5YSTEMSCHO01 

{fl2ri&3^-05^,94-&55-900 

wmrt, soundsySlflrts&thOGl.CDin 



LES PRIVAT 



Les privat keyboard /organ Ig ge- 
reja/pop rihani di Jkt dgn ibu Ana 
085288015608 Matraman Luar no.9 
Rt.03/04 Jakpus 



DIJUAL RUMAH 



Rmh layak pakai, SHM , 620m 2 , 12m/ 
nego. Jl Wijaya Blok M Keb. Baru,Jak- 
sel.Hub: 0813.15300716/99146353 



KONSULTASI 



KS Ministry: Pelayanan doa u/ org 
sakit Iwt telp: 0878 87028084 senin 
s/d rabu jam: 20.00-21.00 wib 



DIJUAL TANAH 



850m sertifikat lOjt/m nego , met- 
ro Pdk Indah Raya,Jaksel. Hub: 
0813.15300716/99146353 



KONSULTASI 



Syalom bagi yg membutuhkan kon- 
seling 24 jam Hub: 0856.7891377, 
08170017377, 021-71311737 bagi yg 
tdk mampu kami bisa menghubungi 
kembali. 



LES PRIVAT 



Les privat khusus bhs Belanda, guru 
ke rumah/kantor, hub. 08161461179, 
021-96024140 



MENCARI KERJA 



Bila anda mbthkan tng pengajar 
PT, STT, guru SMU bid PAK km siap 
u/ membantu Hub: Dr. Lukas MA, 
0882.1061.7166 



EKSPEDISI 



PT. Omega Cargo, exp jrusn Jkt- 
Bdg pp/lhr, imprt dr slrh nega- 
ra bsr special Sin-Jkt (laut/uda- 
ra),Jkt-Sin(udara) lhr.Hub:021- 
6294452/72, 6294331(Sherly/ 



LOWONGAN 



Dibthkan sales officer P/W min D3 
usia max 28 thn, penglmn 1 thn, 
antusias, tele sales, fas: gapok, 
jamsostek, transport, makan, Hub: 
Eric 021.94447227, 021-6621018 



PEMBICARA 



Bagi yg membutuhkan pembic- 
ara/pengkotbah u/ KKR/PD/Iba- 
dah,inter denominasi, silahkan hub 
di: 08567891377, 08170017377, 
021-71311737. 




PELUANG BISNIS REALISTIS & FANTASTIS 

Bisnis akses marketing global di lebih dr 
80 negara di dunia yg menggabungkan 
konsep network marketing & konfen- 
sional.Tahitian noni inti: pencipta in- 
dustri minuman bio aktif yg berasal dari 
buah noni pertama di dunia, merupakan 
pershaan raksasa dgn fondasi keuangan 
sngt kuat & mnrt Griffin consulting mer- 
upakan pershan yg pertum-buhannya 
no.4 tercepat di dunia stlh google, fedex & intel. Selama 15 thn me- 
masarkan produk yg sdh teruji secara klinis yaitu 14 uji klinis & tlh di 
anugrahi ratusan hak paten manfaat u/ preventif & treatment berbagai 
penyakit o/ lembaga paten dunia (wipo) , novel food uni eropa, serta 
serifikat halal, & penghargaan prestisius dr lembaga dunia lainnya. 
Dptkan penghasilan yg luar biasa dgn total pay out yg di bayarkan o/ 
perusahaan sebesar : 53% stp mereferensikan kpd pelanggan lainnya, 
mendptkan bonus Rp. 930.000,- plus kesempatan u/ memperoleh 
bonus int'l serta reward gratis perjalanan ke asia , eropa, amerika 
& Tahiti. Dptkan info lengkap & cara pendaftaran ditempat kami Hub 
Richard, S.th. Telp. (021)- 98041516 - 08129599194-0818 08153673 
website: www.noninutrisi.com 



New Look Furnicenter 

JL IluyLii Mim A7, rcnvJuk;ir1;i 




gracia 

wii-" w. t ' r;ici;i«-f uniiLurE cddi 



\ I 



BWM238G3E! 



OOUUWRHU 



^Cukup modal awal 1 juta 
Keuntung +/- 400 ribu 



l SMS kami : 

y 08170808576 / 081280680003 

klik : ttww.kaosnewsnkit.com 



HEREALIFE NUTRISI 



BADAN 5-30kg 



TURUN - NAIK BE 



oa 



f? BULU 




L^TJCWUHAirflAl 



".-* 3 BULAK 
TiMUHit 




HOLYLAHD TOUR 



MESIR - ISRAEL - JDRDAN 
MESIR^ ISftAft-PlTjH 
AMMAN ■ 35RftEL • AUMAN 
AMMAN- ISRAEL - FETHA 



250cl-Q5NOT./DM?PtarJ 
£1-23Dk,.'21-MDk.£D1Q 



P» Hflvjr. n Jphja flCC), Pdl. 
Aj'utj B*neoifl |AW>al(A9 Min*- 
(rtoa) Ps. Jlmmy P*1ar *a- 
swaHnanu (Mvnlng 5tef Indone- 
siai, Fdt. Ir. Bernard WlrBOmn» 
rrjn tiovi»], 
tv UnvIdSiihanyaniD 



cu^v.tLj 




... 



1 liariiH b-Hraflbn-B 

KuHlilm T#p>im1n ■ 

Sflijp p4fjj4nnnRDliiAj 

lu n n mi Rfcncti fenur 

t^rn-t»i|h0h Ttww F 
Ufaum FlurfB taMuapa 

dengar- dnlan Eralutkt 



Sll&rlll : 0811 M 35 35 Anwar : I821J 7G4 880 32 



FT. ANUGERAH MaNDJRI WSATA 
■' f i. iler riija-j Rojoa, 
Blki.it**. I i, JbbUI 1433D 
lm\. 4 62 21 -if>H 3? *7?(Himi\\tiq\ 

Cfi'uil: Hd/Ord^-YiiiLdulOm.^ifll, 
www 1 1 1 1 r l: r 1 1 • • -r- 1 ■ i -■ ■ ■ 1 



Hollinti 

+ hl 112 B334 5000 



Ap^l ^nr.rljiiri 

nr.li. ni. rnin-nl Inrdnn M r-.- M^ 

4-« Mf flll :irv^;: 
.is-iD-b. !■ + i"J Ali 21* UH Mi 




Terus ^r J u□jLi Memimpin... ^/ORMATA 

K»ni REFORMATA hadirsefiap hari * 

dengan berita te-rkini jm Vk 

Klik: www. reform ata . co m 

■- Dan Kunjungilah 

^L Klik: m-reformata.com 

Akses -Mobile Refonmafa 



REFORMATA 




ORMATA 



KLIK WEBSITE KAMI: www.reformata.com 



Untuk Kalangan Sendiri